UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Pendahuluan: Penanganan penyakit diabetes melitus salah satunya adalah dengan aktivitas fisik yang bertujuan untuk mencegah terjadinya luka diabetes yaitu dengan aktivitas senam kaki. Senam kaki dilakukan dengan menggunakan kelereng untuk meningkatkan sensitivitas kaki. Tujuan: menganalisis pengukuran sensitivitas kaki kiri-kanan sebelum dan sesudah dilakukan senam kaki menggunakan kelereng. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen one group pre-post test design. Populasi seluruh penderita Diabetes Melitus Tipe 2 diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 65 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi penilaian sensitivitas kaki dengan monofilament test. Analisis data menggunakan uji Paired t-test. Hasil: Hasil pengukuran sensitivitas kaki kanan sebelum dan sesudah diberikan senam kaki menggunakan kelereng berada pada rata-rata 5,17 berubah menjadi 8,17. Sedangkan pengukuran kaki kiri rata-rata 5,03 berubah menjadi 8,02. Hasil uji statistik menggunakan uji Paired t-test diperoleh nilai p sebesar 0,001<0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan intervensi senam kaki menggunakan kelereng terhadap sensitivitas kaki penderita diabetes melitus tipe 2. Kesimpulan: Senam kaki yang dilakukan penderita diabetes selama 30 menit memberikan pengaruh terhadap sensitivitas kaki yang dapat dilihat dari penilaian responden mengatakan bahwa yang biasanya mengalami kesemutan dan kebas (tidak terasa/mati rasa) pada telapak kaki dalam sehari tidak lagi mengalami kesemutan atau kebas. Selain itu senam kaki akan bermanfaat untuk mencegah luka pada kaki dan memperlancar peredaran darah pada kaki.

Penelitian ini menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada sensitivitas telapak kaki kiri dan kanan pasien DMT2 sebelum dan sesudah diberikan senam kaki menggunakan kelereng.Intervensi senam kaki selama 30 menit efektif meningkatkan sensitivitas kaki pada penderita diabetes.Peningkatan sensitivitas kaki dapat mengurangi risiko luka dan komplikasi pada kaki penderita diabetes.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok kontrol untuk membandingkan efektivitas senam kaki menggunakan kelereng dengan metode intervensi lainnya. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi pasien diabetes mengenai manfaat senam kaki kelereng, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan dan keberhasilan intervensi. Ketiga, penelitian prospektif jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi dampak senam kaki kelereng terhadap pencegahan ulkus diabetikum dan peningkatan kualitas hidup pasien diabetes. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk mendukung implementasi senam kaki kelereng sebagai bagian dari manajemen komprehensif diabetes, serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang mekanisme dan faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas intervensi ini.

Read online
File size241.49 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test