IKMIIKMI

Jurnal ICT: Information Communication & TechnologyJurnal ICT: Information Communication & Technology

Penerimaan beasiswa merupakan instrumen penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan tinggi, baik untuk memotivasi mahasiswa berprestasi maupun membantu mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi. Namun, proses seleksi beasiswa sering menghadapi permasalahan terkait objektivitas, transparansi, dan kompleksitas pengambilan keputusan karena melibatkan banyak kriteria penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis (MOORA) dalam seleksi penerimaan beasiswa mahasiswa serta menilai efektivitasnya sebagai sistem pendukung keputusan. Penelitian dilakukan terhadap 10 mahasiswa sebagai alternatif keputusan dengan menggunakan lima kriteria, yaitu IPK, penghasilan orang tua, prestasi, jumlah tanggungan keluarga, dan keaktifan organisasi. Proses perhitungan dan perankingan dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Python. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fajar Ramadhan memperoleh skor MOORA tertinggi dan menempati peringkat pertama sebagai penerima beasiswa yang paling direkomendasikan. Temuan ini membuktikan bahwa metode MOORA mampu menghasilkan perankingan yang objektif, transparan, dan terukur, sehingga efektif digunakan sebagai alternatif solusi dalam proses seleksi beasiswa di perguruan tinggi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa metode MOORA efektif dalam membantu proses pengambilan keputusan yang kompleks dengan melibatkan banyak kriteria.Metode ini mampu mengintegrasikan kriteria benefit dan cost secara proporsional, menghasilkan perankingan yang objektif, transparan, dan adil.Penggunaan bahasa pemrograman Python terbukti mempercepat perhitungan, mengurangi kesalahan manual, dan menyajikan hasil analisis dalam bentuk grafik yang mudah dipahami.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan data mahasiswa untuk meningkatkan validitas hasil. Selain itu, penerapan metode pembobotan yang lebih objektif, seperti AHP atau entropy, dapat mengurangi potensi subjektivitas dalam penentuan bobot kriteria. Pengembangan sistem pendukung keputusan berbasis web dan integrasi dengan data akademik secara real-time juga dapat menjadi arah penelitian lanjutan guna meningkatkan akurasi dan penerapan praktis dalam seleksi beasiswa. Lebih lanjut, eksplorasi kombinasi MOORA dengan pendekatan fuzzy atau metode MCDM lainnya dapat memberikan hasil yang lebih komprehensif dan robust dalam menghadapi ketidakpastian dalam penilaian kriteria. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi proses seleksi beasiswa di perguruan tinggi, serta memastikan bahwa bantuan beasiswa dapat diberikan kepada mahasiswa yang paling berhak dan berpotensi.

  1. Analisis Perbandingan Metode Moora dan Waspas dalam Pendukung Keputusan Pemilihan Konten Youtube Layak... doi.org/10.30864/jsi.v15i2.345Analisis Perbandingan Metode Moora dan Waspas dalam Pendukung Keputusan Pemilihan Konten Youtube Layak doi 10 30864 jsi v15i2 345
  2. Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Beasiswa dengan Metode Moora Studi Kasus: MTs Muhammadiyah 1 Kec.... jurnalteknik.unisla.ac.id/index.php/teknika/article/view/794Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Beasiswa dengan Metode Moora Studi Kasus MTs Muhammadiyah 1 Kec jurnalteknik unisla ac index php teknika article view 794
  3. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik Parking Area Menerapkan Metode MOORA | Bulletin... doi.org/10.47065/bit.v2i3.129Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Terbaik Parking Area Menerapkan Metode MOORA Bulletin doi 10 47065 bit v2i3 129
Read online
File size594.4 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test