ARSILMEDIAARSILMEDIA

TRANSACTION : Journal of Taxation, Accounting, Management and EconomicsTRANSACTION : Journal of Taxation, Accounting, Management and Economics

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi kebijakan moneter dan fiskal (kebijakan saat ini) dalam menstabilkan perekonomian, khususnya dalam mengatasi tingkat pengangguran selama pandemi pada enam negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di dunia (Afrika Selatan, Kolombia, Filipina, Brasil, Chile, dan Amerika Serikat). Variabel moneter yang dianalisis meliputi Total Money Supply dan Real Interest Rates, sementara kebijakan fiskal mencakup belanja pemerintah dan pendapatan pajak, serta stabilitas ekonomi yang diukur melalui inflasi, PDB, dan upah. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data runtun waktu tahun 2005–2019. Model analisis data yang digunakan meliputi Simultaneous Regression, Vector Autoregression (VAR), serta ARDL Panel yang dilengkapi dengan analisis Impulse Response Function (IRF), Forecast Error Variance Decomposition (FEVD), dan ARDL Panel. Hasil analisis IRF menunjukkan bahwa stabilitas respons variabel terbentuk pada periode ke‑8 (jangka menengah) dan periode ke‑15 (jangka panjang), dengan respons variabel lain terhadap perubahan satu variabel beragam antara positif dan negatif, serta terdapat variabel yang responsnya berubah dari positif ke negatif antara jangka pendek dan panjang. Analisis FEVD mengidentifikasi indikator terdepan sebagai target operasional. Selanjutnya, hasil analisis ARDL Panel mengindikasikan bahwa panel inflasi, total money supply, suku bunga, produk domestik bruto, belanja pemerintah, pendapatan pajak, dan upah mampu mengendalikan stabilitas ekonomi, khususnya tingkat pengangguran di keenam negara tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Analisis VAR menunjukkan bahwa setiap variabel (pengangguran, inflasi, suku bunga riil, penawaran uang, PDB, belanja pemerintah, nilai tukar, upah) saling memberikan kontribusi satu sama lain baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Dalam panel, inflasi, suku bunga, penawaran uang, dan belanja pemerintah berperan sebagai indikator terdepan di keenam negara, meskipun posisinya tidak stabil antara jangka pendek dan panjang.Uji perbedaan mengindikasikan adanya perbedaan signifikan pada tingkat pengangguran sebelum dan sesudah pandemi COVID‑19, sementara inflasi tidak menunjukkan perbedaan signifikan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana inklusi keuangan digital memengaruhi efektivitas kebijakan moneter dalam menurunkan pengangguran pada negara dengan tingkat pengangguran rendah selama krisis kesehatan, dengan menguji peran platform fintech sebagai saluran penyaluran likuiditas. Selanjutnya, perlu dipelajari pengaruh kekakuan upah sektoral terhadap transmisi stimulus fiskal ke penciptaan lapangan kerja, khususnya dengan membandingkan industri manufaktur dan jasa di masing‑masing negara studi, guna mengidentifikasi kebijakan upah yang paling responsif. Terakhir, sebuah model stabilitas adaptif yang mengintegrasikan variabel epidemiologis (seperti tingkat penularan COVID‑19) dapat dikembangkan untuk meningkatkan akurasi prediksi kebijakan ekonomi, sehingga memungkinkan pemerintah menyesuaikan kebijakan moneter dan fiskal secara real‑time berdasarkan dinamika pandemi.

Read online
File size594.43 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test