UNIMALUNIMAL

Jurnal AgriumJurnal Agrium

Untuk meningkatkan keragaman genetik manggis harus dilakukan dengan cara bioteknologi modern. Kultur jaringan pada manggis merupakan hal yang penting dilakukan untuk menunjang program bioteknologi tanaman manggis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh letak posisi eksplan dan konsentrasi Benzil Amino Purin (BAP) pada perkecambahan manggis lokal Aceh secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboraturium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah letak posisi eksplan yaitu letak abaksial / luka menghadap media (L1) dan adaksial / luka membelakangi media (L2). Faktor kedua adalah konsentrasi BAP 0 mg/L (B0), 2,5 mg/L (b1), dan 5 mg/L (B2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak posisi eksplan berpengaruh pada perkecambahan manggis secara in vitro untuk peubah panjang tunas. Posisi eksplan yang memberi pengaruh terbaik pada pertumbuhan kecambah manggis in vitro adalah adaksial. Konsentrasi BAP berpengaruh pada perkecambahan manggis secara in vitro untuk peubah waktu tumbuh tunas dan persentase hidup. Konsentrasi BAP 2,5 ppm merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan kecambah manggis secara in vitro. Tidak ada interaksi antara posisi eksplan dan konsentrasi BAP disemua peubah yang diamati.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa letak posisi eksplan berpengaruh pada perkecambahan manggis secara in vitro untuk peubah panjang tunas, dengan posisi adaksial memberikan pengaruh terbaik.Konsentrasi BAP berpengaruh pada waktu tumbuh tunas dan persentase hidup, dengan konsentrasi 2,5 ppm menjadi yang paling efektif.Tidak ditemukan adanya interaksi antara posisi eksplan dan konsentrasi BAP pada semua peubah yang diamati.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada optimasi media tanam dengan penambahan kombinasi ZPT lain untuk meningkatkan pertumbuhan akar pada manggis, mengingat perakaran yang lemah menjadi kendala utama dalam pembibitan. Selain itu, studi lebih lanjut mengenai pengaruh berbagai jenis eksplan, seperti daun muda atau ujung batang, terhadap keberhasilan perkecambahan dan pertumbuhan manggis secara in vitro perlu dilakukan. Terakhir, penelitian mengenai adaptasi bibit manggis hasil kultur jaringan terhadap kondisi lapangan, termasuk uji toleransi terhadap berbagai jenis tanah dan iklim, sangat penting untuk memastikan keberhasilan implementasi teknologi ini dalam skala besar.

Read online
File size351.8 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test