UNIPASBYUNIPASBY

Jurnal Manajemen dan BisnisJurnal Manajemen dan Bisnis

Perkembangan zaman yang terus berubah-ubah, ditandai dengan semakin canggihnya teknologi tidak dapat dipungkiri. Adanya teknologi yang semakin canggih, dapat mempermudah segala kegiatan salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk kegiatan pemasaran. Pemasaran telah mengalami transformasi yang signifikan di indonesia, ditandai dengan adanya e-commerce dan transaksi digital merubah budaya belanja yang sebelumnya tatap muka menjadi online (Opreana & Vinerean, 2015) yang akhirnya muncul perkembangan pasar baru, yaitu digital inbound marketing (Patrutiu-Baltes, 2016), dimana jenis pemasaran baru ini berfokuskan dalam menarik konsumen yang memilih untuk berinteraksi dengan suatu perusahaan tertentu yang memberikan sesuatu yang bermanfaat (Hajriyanti & Akbar, 2021). Digital marketing merupakan kegiatan pemasaran dengan strategi promosi yang memafaatkan internet, dimana dapat digunakan sebagai penghubung dengan konsumen. Digital marketing ini pun mempermudah komunikasi antara produsen, pemasar dan konsumen atau pembeli dalam kegiatan jual beli. Digital marketing juga dapat membantu mempermudah pelaku bisnis dalam memantau dan menyediakan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan oleh calon konsumen, karena konsumen dapat mencari informasi mengenai produk dengan mudah hanya dengan mengakses internet untuk memproses pencarian produk tersebut. Oleh karena itu calon pembeli atau konsumen di zaman sekarang sudah semakin cerdas dalam menentukan keputusan membeli hanya dengan melihat produk yang ada di internet.

Strategi pemasaran merupakan unsur penting dalam bauran pemasaran karena promosi produk memperkenalkan manfaatnya kepada konsumen.Perubahan dari promosi konvensional ke pemasaran digital, seperti TikTok Ads, Facebook Ads, dan Instagram Ads, meningkatkan efektivitas promosi.Echa Fashion Store menekankan promosi langsung melalui TikTokshop tanpa perantara untuk menarik konsumen.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas strategi pemasaran melalui TikTokshop dengan platform media sosial lainnya seperti Instagram Shopping atau Facebook Marketplace untuk mengidentifikasi perbedaan dampak terhadap penjualan produk fashion. Selain itu, studi longitudinal yang melacak perubahan kepercayaan pelanggan dan loyalitas selama periode yang lebih panjang dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan pengaruh pemasaran digital terhadap perilaku konsumen. Penelitian ketiga dapat mengeksplorasi peran influencer mikro maupun makro yang berkolaborasi dengan TikTokshop dalam meningkatkan awareness dan konversi penjualan, serta menguji faktor-faktor yang memoderasi hubungan antara endorsement influencer dan keputusan pembelian. Semua penelitian tersebut sebaiknya menggunakan desain campuran (mixed‑methods) yang menggabungkan analisis kuantitatif data penjualan dengan wawancara mendalam kepada konsumen untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Dengan memperluas cakupan produk selain fashion, seperti kosmetik atau aksesoris, hasilnya dapat lebih generalisasi bagi bisnis e‑commerce di Indonesia. Penelitian lanjutan juga perlu memperhatikan variabel moderasi seperti usia, pendapatan, dan tingkat literasi digital konsumen untuk menilai segmentasi pasar yang paling responsif. Akhirnya, pengembangan model prediktif berbasis machine learning dapat membantu perusahaan meramalkan tren penjualan berdasarkan interaksi di TikTokshop.

Read online
File size1003.08 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test