STIKESKESDAM4DIPSTIKESKESDAM4DIP

JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANAJURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA

Indonesia merupakan negara yang rawan gempa bumi, seperti yang terjadi di Yogyakarta tahun 2006 yang menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan besar. Hal ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan bencana di perguruan tinggi. Mahasiswa sebagai agen perubahan berperan penting dalam mitigasi bencana. Self efficacy atau keyakinan diri menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesiapsiagaan mahasiswa. Penguatan self efficacy di kalangan mahasiswa sangat penting untuk membangun kesiapsiagaan bencana di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mini video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi terhadap self efficacy mahasiswa keperawatan anestesiologi. Metode penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pretest and postest design tanpa kelompok kontrol. Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling demgan jumlah 60 responden, dengan instrumen berupa lembar kuisioner Self Efficacy. Hasil bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon menunjukan perbedaan yang signifikan antara self efficacy sebelum dan sesudah pemberian edukasi video yaitu didapatkan nilai signifikansi atau sig (2-tailed) sebesar 0.000 <0.05. sehingga H0 ditolah dan Ha diterima. Kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian mini video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi terhadap self efficacy mahasiswa keperawatan anestesiologi.

Sebelum pemberian edukasi video penanganan kegawatdaruratan gempa bumi, mayoritas responden memiliki tingkat self-efficacy yang cukup (65%), dengan sebagian kecil (8,7%) berada pada kategori rendah.Setelah diberikan edukasi tersebut, terjadi peningkatan signifikan, di mana seluruh responden (100%) menunjukkan tingkat self-efficacy yang baik.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemberian mini video edukasi penanganan kegawatdaruratan gempa bumi memiliki pengaruh signifikan terhadap self-efficacy mahasiswa keperawatan anestesiologi, sebagaimana dibuktikan oleh hasil uji Wilcoxon (p < 0.

Penelitian selanjutnya dapat dikembangkan dengan melakukan studi komparatif untuk mengetahui efektivitas relatif mini video edukasi ini dibandingkan dengan metode pembelajaran lain, seperti simulasi langsung atau lokakarya interaktif. Hal ini penting untuk mengidentifikasi pendekatan paling optimal dalam meningkatkan self-efficacy mahasiswa dalam menghadapi kegawatdaruratan gempa bumi. Selain itu, perlu dilakukan penelitian longitudinal yang menelusuri keberlanjutan peningkatan self-efficacy responden dalam jangka waktu yang lebih panjang, misalnya enam bulan atau satu tahun setelah intervensi. Pemahaman mengenai durasi efek edukasi sangat krusial untuk merancang program kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan. Lebih jauh lagi, studi dapat diperluas untuk menguji pengaruh mini video edukasi ini pada kelompok mahasiswa dari program studi yang berbeda, tidak hanya keperawatan anestesiologi, atau bahkan pada masyarakat umum yang rentan gempa. Ini akan membantu menguji generalisasi temuan dan mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mungkin mempengaruhi hasil. Penting juga untuk mengintegrasikan pengukuran perilaku kesiapsiagaan yang nyata, bukan hanya self-efficacy yang bersifat keyakinan diri, guna memastikan bahwa peningkatan keyakinan diri memang berujung pada tindakan nyata dalam mitigasi dan penanganan bencana gempa bumi. Dengan demikian, kita dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang dampak dan aplikasi praktis dari media edukasi ini.

  1. Hubungan Self-Efficacy dan Kesiapsiagaan dengan Bencana Longsor pada Masyarakat | Jurnal Gawat Darurat.... journal2.stikeskendal.ac.id/index.php/jgd/article/view/742Hubungan Self Efficacy dan Kesiapsiagaan dengan Bencana Longsor pada Masyarakat Jurnal Gawat Darurat journal2 stikeskendal ac index php jgd article view 742
Read online
File size360.26 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test