PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING

Peradaban Journal of Religion and SocietyPeradaban Journal of Religion and Society

Artikel ini mengkaji keterkaitan antara krisis air bersih dan beban ganda yang ditanggung perempuan dalam perspektif ekofeminisme, serta mengungkap bagaimana nilai-nilai spiritual Islam mempengaruhi respons dan perjuangan perempuan dalam menghadapi krisis air di Muara Baru, Jakarta Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perempuan—yang menanggung beban ganda dalam rumah tangga sekaligus dalam perjuangan memperoleh hak atas air—berperan sebagai agen perubahan dalam krisis ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, analisis dokumentasi lapangan, dan tinjauan literatur ekofeminisme serta spiritualitas Islam, artikel ini mengungkap bahwa agensi perempuan di Muara Baru tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai religius seperti rahmah (kasih sayang), tawāzun (keseimbangan), dan masūliyyah (tanggung jawab). Temuan ini menunjukkan bahwa spiritualitas Islam dapat menjadi kerangka etis dalam memahami relasi manusia-alam secara lebih adil dan lestari.

Penelitian ini menunjukkan bahwa krisis air di Muara Baru merupakan hasil dari ketimpangan struktural akibat kebijakan tata kota yang abai terhadap keadilan gender, privatisasi sumber daya air, dan diskriminasi legalitas tanah.Perempuan menjadi aktor utama dalam manajemen air domestik, namun juga menanggung beban ganda secara sosial dan fisik.Meski demikian, mereka tampil sebagai penggerak advokasi, solidaritas komunitas, serta pengelolaan air berbasis pengetahuan lokal.Gerakan ini mencerminkan prinsip ekofeminisme, khususnya etika kepedulian, sekaligus pengejawantahan nilai-nilai spiritual Islam.Secara teoretis, artikel ini memperluas cakupan ekofeminisme dengan mengintegrasikan spiritualitas Islam sebagai sumber etika lingkungan yang kontekstual dan transformatif.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas program pengelolaan air berbasis komunitas yang melibatkan perempuan, dengan fokus pada bagaimana program tersebut dapat meningkatkan akses air bersih dan mengurangi beban ganda yang mereka tanggung. Kedua, penelitian dapat mengkaji bagaimana nilai-nilai spiritual Islam dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan publik terkait pengelolaan sumber daya air, sehingga tercipta kebijakan yang lebih adil, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut berdampak pada kehidupan perempuan di komunitas pesisir, serta bagaimana mereka beradaptasi dan membangun ketahanan terhadap dampak tersebut. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran perempuan dalam mengatasi krisis air dan membangun masyarakat yang lebih resilien.

  1. Religious Responses to Sustainable Development Goals: An Islamic Perspective | Journal of Islamic Monetary... doi.org/10.21098/jimf.v8i2.1453Religious Responses to Sustainable Development Goals An Islamic Perspective Journal of Islamic Monetary doi 10 21098 jimf v8i2 1453
  2. DOI Name 10.2166 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 53z crossref email 45z admin... doi.org/10.2166DOI Name 10 2166 Values doi name values index type timestamp data hs serv 53z crossref email 45z admin doi 10 2166
  3. Ekofeminisme Spiritualis pada Gerakan Perempuan Adat dalam Menolak Tambang Marmer di Mollo, Nusa Tenggara... jurnal.peradabanpublishing.com/index.php/PJRS/article/view/144Ekofeminisme Spiritualis pada Gerakan Perempuan Adat dalam Menolak Tambang Marmer di Mollo Nusa Tenggara jurnal peradabanpublishing index php PJRS article view 144
Read online
File size424.03 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test