JMI UPIYPTKJMI UPIYPTK

Majalah Ilmiah UPI YPTKMajalah Ilmiah UPI YPTK

Peternakan sapi Sumbawa berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pasar lokal, regional, dan nasional. Namun, peningkatan permintaan belum diimbangi dengan kualitas ternak, keterampilan manajemen, jaringan distribusi, serta pemenuhan standar kualitas daging menurut SNI 3932‑2008. Petani masih bergantung pada pakan liar yang nutrisinya tidak mendukung produktivitas, sehingga berdampak pada kesehatan, pemeliharaan, dan stagnasi ekonomi kelompok peternak. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi masalah, memberdayakan petani, dan merumuskan strategi pelatihan untuk meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan. Produk keluaran berupa manual pengolahan silase dan pakan amonia yang memanfaatkan bahan pakan tradisional melimpah pada musim hujan dan dapat disimpan selama 6‑12 bulan. Pelatihan teknologi fermentasi pakan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hingga 1,5–2 kali dibandingkan sebelumnya. Selain itu, pembentukan kelompok usaha peternakan dengan sistem manajemen yang baik dilakukan melalui sosialisasi dan lokakarya terkait manajemen usaha, pengemasan produk, dan penetapan harga jual. Program dilaksanakan melalui tiga tahap: (1) persiapan berupa identifikasi masalah, koordinasi, dan sosialisasi dengan mitra Kelompok Peternak Keban Jamu Hamlet Hamiri; (2) implementasi berupa sosialisasi, penanaman bank pakan hijau, serta pelatihan pakan fermentasi dan manajemen usaha; (3) monitoring dan evaluasi untuk menilai peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pemasaran yang berorientasi pada pertumbuhan ternak jangka panjang.

Program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di Desa Poto, Dusun Samiri, berhasil meningkatkan kapasitas kelompok peternak Keban Jamu melalui penerapan teknologi pakan fermentasi (silase dan amoniasi), pelatihan manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital.Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan pengolahan pakan lokal, stabilitas pasokan pakan sepanjang tahun, penurunan biaya produksi, serta peningkatan produktivitas, kesehatan ternak, harga jual, dan pendapatan petani.Evaluasi mengungkapkan tingkat kepuasan peserta yang tinggi (98%), menandakan bahwa intervensi pakan dan penguatan manajemen kelompok dapat memajukan kemandirian, kesejahteraan, dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh jangka panjang penggunaan pakan fermentasi terhadap kesehatan dan kualitas daging sapi Sumbawa, dengan membandingkan kelompok yang menggunakan pakan tradisional. Selanjutnya, diperlukan studi untuk mengoptimalkan kombinasi limbah pertanian lokal dalam proses fermentasi, sehingga dapat meningkatkan nilai nutrisi dan menurunkan biaya produksi secara lebih signifikan. Selain itu, penting dikembangkan platform digital yang mengintegrasikan data produksi, pemasaran, dan harga pasar untuk memperluas akses peternak kecil ke pasar regional dan nasional. Penelitian ini dapat mengevaluasi efektivitas platform dalam meningkatkan pendapatan peternak dan mengurangi biaya transaksi. Ketiga arah penelitian tersebut akan melengkapi temuan saat ini, memperkuat keberlanjutan program pemberdayaan, dan memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan pertanian berkelanjutan.

Read online
File size835.31 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test