RIVERSTUDIESRIVERSTUDIES

Atribut Width dan Height di Tag MarqueeAtribut Width dan Height di Tag Marquee

Studi ini mengeksplorasi model komunikasi bencana yang digunakan oleh BPBD Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Indonesia, dengan fokus pada pembangunan kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan bencana banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali penggunaan platform media sosial, khususnya WhatsApp, Instagram, dan Facebook, oleh pihak terkait bencana, termasuk BPBD dan Unit Pengelola Bencana Mandiri (UPBS). Kumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara langsung dengan pemangku kepentingan. Analisis data menggunakan model analisis data interaktif. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi bencana yang efektif di Tabalong bergantung pada penyebaran informasi yang dapat dipercaya melalui media sosial. Komunikasi dialogis, yang didorong oleh UPBS, meningkatkan kepercayaan masyarakat dan partisipasi aktif. Model-model ini ditandai oleh dialog terus-menerus, mekanisme umpan balik, dan inisiatif berbasis masyarakat. Studi ini menekankan keberhasilan model komunikasi bencana Tabalong dalam membangun kepercayaan dan memfasilitasi keterlibatan masyarakat. Tantangan dalam transferabilitas model ke daerah lain menunjukkan kebutuhan adaptasi kontekstual, menekankan pentingnya organisasi lokal dan lingkungan sosial yang mendukung. Penelitian ini memberikan wawasan tentang peningkatan ketahanan bencana melalui strategi komunikasi yang disesuaikan.

BPBD Kabupaten Tabalong telah mengembangkan pendekatan komunikasi bencana yang bertujuan membangun kepercayaan publik dan mengurangi dampak banjir.Informasi bencana disebarkan melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook, kemudian diteruskan oleh UPBS kepada masyarakat.Respons masyarakat menunjukkan kesiapan mereka menghadapi bencana.Informasi yang akurat dan kompeten menciptakan kepercayaan.Untuk meningkatkan kepercayaan publik, pemilihan platform media harus dilakukan dengan hati-hati.UPBS diberi peran lebih besar dalam membantu mengatasi bencana, sehingga meningkatkan partisipasi publik.Perlu adanya peningkatan pelatihan yang diberikan kepada UPBS.Penelitian ini hanya mempelajari komunikasi krisis melalui lensa kepercayaan dan keterlibatan masyarakat.Untuk meningkatkan partisipasi, perlu menghubungkan kredibilitas institusi dengan penelitian lebih lanjut.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran media tradisional dalam kombinasi dengan media sosial untuk meningkatkan cakupan komunikasi bencana. Selain itu, penting untuk menginvestigasi dampak faktor budaya terhadap efektivitas komunikasi bencana di berbagai daerah. Terakhir, pengembangan program pelatihan standar untuk UPBS di seluruh wilayah dapat memastikan konsistensi dalam upaya mitigasi bencana. Ketiga arah ini dapat membantu memperluas penerapan model Tabalong ke daerah lain sambil mempertimbangkan konteks lokal yang berbeda.

  1. Understanding sustainable disaster mitigation of stakeholder engagement: Risk perception, trust in public... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/sd.1948Understanding sustainable disaster mitigation of stakeholder engagement Risk perception trust in public onlinelibrary wiley doi 10 1002 sd 1948
  2. Collaborative Governance in Natural Disaster Mitigation in Bekasi Regency, Indonesia | Noer | Spirit... doi.org/10.20961/sp.v17i2.64094Collaborative Governance in Natural Disaster Mitigation in Bekasi Regency Indonesia Noer Spirit doi 10 20961 sp v17i2 64094
Read online
File size298.74 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test