ESDMESDM

Scientific Contributions Oil and GasScientific Contributions Oil and Gas

Surfaktan berbasis nabati seperti surfaktan metil ester sulfonat (MES) dari bahan minyak kelapa sawit telah menjadi fokus penelitian selama satu dekade terakhir untuk meningkatkan perolehan minyak, mengingat ketersediaan bahan baku kelapa sawit yang melimpah di Indonesia serta kebutuhan akan minyak sebagai sumber energi yang terus meningkat. Pengembangan surfaktan MES agar sesuai dengan karakteristik fl uida reservoar lapangan target juga telah berhasil dilakukan dalam skala laboratorium dan skala lapangan. Pada penelitian ini, pengaruh penambahan surfaktan pendamping polietilen glikol mono-oleat (PMO) untuk meningkatkan kemampuan surfaktan dalam meningkatkan produksi minyak pada lapangan “L di Jawa Tengah dalam skala laboratorium dilakukan melalui uji kompatibilitas, uji tegangan antarmuka (IFT), uji kestabilan termal dan uji core fl ooding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PMO sebagai surfaktan pendamping MES dapat meningkatkan kelarutan surfaktan di dalam air formasi terkait dengan keberadaan gugus etoksi yang mempunyai sifat antarmuka di dalam struktur molekul PMO. Penurunan IFT sebagai faktor penentu dalam injeksi surfaktan juga dapat dicapai hingga 10-3 dyne/cm, dan dapat bertahan hingga dua bulan pada suhu reservoar. Adapun pengujian kemampuan surfaktan dalam meningkatkan perolehan minyak melalui uji core fl ooding menunjukkan bahwa campuran surfaktan MES dan PMO dapat meningkatkan produksi minyak hingga 55.35% Sor dan berpotensi untuk dijadikan bahan injeksi kimia di lapangan target.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan surfaktan pendamping polietilen glikol mono-oleat (PMO) dalam formulasi surfaktan berbasis nabati, khususnya MES, dapat meningkatkan kelarutan surfaktan dalam air formasi, menurunkan tegangan antarmuka hingga 10-3 dyne/cm, dan meningkatkan produksi minyak hingga 55.Hasil ini mengindikasikan potensi PMO sebagai bahan injeksi kimia yang efektif untuk meningkatkan perolehan minyak di lapangan target.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi rasio MES dan PMO terhadap kinerja surfaktan dalam berbagai kondisi reservoir, termasuk variasi salinitas dan suhu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi surfaktan yang lebih stabil secara termal dan kimiawi, dengan mempertimbangkan penambahan aditif atau modifikasi struktur molekul PMO. Ketiga, perlu dilakukan uji skala pilot di lapangan untuk memvalidasi hasil penelitian laboratorium dan mengevaluasi efektivitas injeksi surfaktan MES-PMO dalam kondisi reservoir yang sebenarnya, serta mengidentifikasi potensi tantangan operasional yang mungkin timbul.

Read online
File size305.54 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test