ISKIISKI
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaJurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi IndonesiaInstitusi pemasyarakatan Nusakambangan merupakan pelaksana program ketahanan pangan yang tidak hanya mencapai swasubur makanan, tetapi juga menghasilkan fenomena positif. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran manajemen komunikasi serta penerapan teori perilaku terencana dalam mewujudkan kemandirian narapidana dan reintegrasi sosial yang berhasil melalui program ketahanan pangan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, delapan narapidana yang berpartisipasi aktif didampingi oleh petugas institusi dalam tiga sektor: pertanian, peternakan, dan perikanan. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi interaksional dan integrasi manajemen komunikasi dengan perilaku terencana dapat menjelaskan aspek penting keberhasilan program, dimana fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian bersama dengan sikap, norma subjektif, kontrol perilaku yang dipersepsikan, niat, dan perilaku aktual menciptakan sinergi antara petugas dan narapidana. Kesimpulannya, keberhasilan program tidak hanya dilihat secara teknis, melainkan melalui integrasi manajemen komunikasi dan perilaku terencana yang memungkinkan kemandirian narapidana serta reintegrasi sosial yang sukses ketika kembali ke masyarakat. Implikasi penelitian mencakup faktor organisasi (komunikasi efektif, koordinasi, citra institusi positif), faktor perilaku (pengembangan sikap positif narapidana, penguatan norma kerja produktif, peningkatan kontrol diri), dan faktor kemandirian (pengembangan keterampilan, peluang ekonomi terbuka, serta kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam mencapai reintegrasi sosial).
Keberhasilan program ketahanan pangan di Lapas Nusakambangan bergantung pada integrasi manajemen komunikasi yang efektif dengan teori perilaku terencana, yang menciptakan sinergi harmonis antara petugas dan narapidana serta mengurangi stigma ketidaksetaraan.Implementasi ini meningkatkan komitmen narapidana melalui sikap positif, norma subjektif, kontrol perilaku, niat, dan tindakan nyata, sehingga memperkuat kesiapan mental dan keberlanjutan program untuk reintegrasi sosial yang berhasil.faktor organisasi (komunikasi, koordinasi, citra institusi), faktor perilaku (sikap, norma kerja, kontrol diri), dan faktor kemandirian (keterampilan, peluang ekonomi, kepercayaan diri).
Penelitian selanjutnya dapat menguji skala program ketahanan pangan dengan memperluas partisipasi ke beberapa Lapas dan melibatkan sampel narapidana yang lebih besar untuk menilai keberlanjutan dan variabilitas hasil secara komparatif. Selanjutnya, diperlukan studi kuantitatif yang mengukur dampak manajemen komunikasi terhadap tingkat residivisme narapidana setelah kembali ke masyarakat, sehingga dapat menghubungkan faktor komunikasi dengan hasil reintegrasi jangka panjang. Akhirnya, eksplorasi penggunaan media digital dan platform komunikasi berbasis teknologi dalam memperkuat proses manajemen komunikasi serta penerapan teori perilaku terencana di lingkungan pemasyarakatan dapat membuka peluang inovatif untuk meningkatkan efektivitas program, terutama dalam konteks keterbatasan sumber daya dan akses informasi.
- Innovative methods of providing food security of the penitentiary system | E3S Web of Conferences. innovative... e3s-conferences.org/10.1051/e3sconf/202127313006Innovative methods of providing food security of the penitentiary system E3S Web of Conferences innovative e3s conferences 10 1051 e3sconf 202127313006
- Communication Management and Planned of Behavior Inmates Self-Reliance through the Food Security Program... doi.org/10.25008/jkiski.v10i2.1366Communication Management and Planned of Behavior Inmates Self Reliance through the Food Security Program doi 10 25008 jkiski v10i2 1366
- The theory of planned behavior: Frequently asked questions. theory planned behavior frequently asked... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/hbe2.195The theory of planned behavior Frequently asked questions theory planned behavior frequently asked onlinelibrary wiley doi 10 1002 hbe2 195
- Strengthening Individual Resilience Through Self-Reliance Building Programs on Prisons | Herwina | Edukasi.... doi.org/10.15294/edukasi.v16i2.41327Strengthening Individual Resilience Through Self Reliance Building Programs on Prisons Herwina Edukasi doi 10 15294 edukasi v16i2 41327
| File size | 936.33 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKNAKERPOLTEKNAKER Oleh karena itu, penulis bertujuan untuk memahami manfaat seperti apa yang dirasakan oleh pekerja yang menggunakan aplikasi kesehatan mental serta mengidentifikasiOleh karena itu, penulis bertujuan untuk memahami manfaat seperti apa yang dirasakan oleh pekerja yang menggunakan aplikasi kesehatan mental serta mengidentifikasi
PROVISIPROVISI Implikasi praktisnya, industri perlu merancang label sederhana, kredibel, dan terverifikasi, sementara pemerintah dapat menggunakannya sebagai dasar penyusunanImplikasi praktisnya, industri perlu merancang label sederhana, kredibel, dan terverifikasi, sementara pemerintah dapat menggunakannya sebagai dasar penyusunan
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Pengetahuan berkorelasi positif dengan sikap yang menguntungkan terhadap penggunaan GLP-1, sedangkan stigma obesitas menunjukkan asosiasi negatif denganPengetahuan berkorelasi positif dengan sikap yang menguntungkan terhadap penggunaan GLP-1, sedangkan stigma obesitas menunjukkan asosiasi negatif dengan
UNMERPASUNMERPAS Kegiatan sosialisasi mengenai ergonomi dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang dilaksanakan di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto,Kegiatan sosialisasi mengenai ergonomi dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang dilaksanakan di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto,
UNMERPASUNMERPAS Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi tepat kepada remaja Desa Klaseman melalui penyuluhan dan diskusi interaktif dengan 20 peserta aktif, yangSosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi tepat kepada remaja Desa Klaseman melalui penyuluhan dan diskusi interaktif dengan 20 peserta aktif, yang
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Studi cross-sectional ini dilakukan antara Maret 2024 dan Februari 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online yang telah diuji coba, mengikutiStudi cross-sectional ini dilakukan antara Maret 2024 dan Februari 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online yang telah diuji coba, mengikuti
UMPOUMPO Sikap positif yang ditunjukkan oleh Thriving at Work juga memiliki dampak langsung pada inovasi kinerja layanan. Penelitian ini mengusulkan tujuh hipotesisSikap positif yang ditunjukkan oleh Thriving at Work juga memiliki dampak langsung pada inovasi kinerja layanan. Penelitian ini mengusulkan tujuh hipotesis
IJBLEIJBLE Bukti secara konsisten menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki dampak positif, terutama dalam memperkuat rasa percaya diri mahasiswa, sehingga meningkatkanBukti secara konsisten menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki dampak positif, terutama dalam memperkuat rasa percaya diri mahasiswa, sehingga meningkatkan
Useful /
UMMUUMMU Pendekatan hukum transendental memberikan kerangka refleksi moral yang relevan bagi birokrat dalam menghadapi dilema etis dan tekanan politik. PolitikPendekatan hukum transendental memberikan kerangka refleksi moral yang relevan bagi birokrat dalam menghadapi dilema etis dan tekanan politik. Politik
UMMUUMMU Mahkamah Konstitusi telah menerapkan paradigma keadilan substantif dalam menyelesaikan perkara perselisihan hasil pemilukada. Hal tersebut terlihat dariMahkamah Konstitusi telah menerapkan paradigma keadilan substantif dalam menyelesaikan perkara perselisihan hasil pemilukada. Hal tersebut terlihat dari
IJBLEIJBLE 9. Temuan dari literatur yang ditinjau menunjukkan bahwa inisiatif pengembangan sumber daya manusia yang efektif berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.9. Temuan dari literatur yang ditinjau menunjukkan bahwa inisiatif pengembangan sumber daya manusia yang efektif berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
IJBLEIJBLE Namun, penerapannya belum secara konsisten dipatuhi oleh hakim dalam mengadili tindak pidana korupsi, terutama yang diatur dalam Pasal 2 dan 3 Undang-UndangNamun, penerapannya belum secara konsisten dipatuhi oleh hakim dalam mengadili tindak pidana korupsi, terutama yang diatur dalam Pasal 2 dan 3 Undang-Undang