UMPOUMPO

Ekuilibrium : Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu EkonomiEkuilibrium : Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu Ekonomi

Artikel ini membahas tantangan inovasi layanan yang dihadapi oleh setiap bisnis, termasuk bisnis start-up makanan dan minuman di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pentingnya inovasi kinerja layanan dengan mempertimbangkan perilaku positif Thriving at Work sebagai mediator, dengan pendahulu Leader Member Exchange (LMX) dan dukungan rekan kerja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengambil bisnis start-up makanan dan minuman, yaitu kafe di wilayah Yogyakarta. Menggunakan Analisis Jalur dan Tes Sobel, hasil penelitian menunjukkan pengaruh LMX terhadap Thriving at Work, pengaruh dukungan rekan kerja terhadap Thriving at Work, dan pengaruh dukungan rekan kerja terhadap inovasi kinerja layanan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi tentang pentingnya membangun model untuk meningkatkan inovasi kinerja layanan bisnis melalui perilaku positif Thriving at Work dan proses organisasi, yaitu Leader Member Exchange dan dukungan rekan kerja, khususnya dalam konteks bisnis makanan dan minuman.

Berdasarkan statistik deskriptif, nilai rata-rata dari semua variabel, yaitu LMX, dukungan rekan kerja, Thriving at Work, dan inovasi kinerja layanan berada dalam kategori tinggi (nilai 4).Hal ini menunjukkan bahwa inovasi kinerja layanan telah menunjukkan nilai yang tinggi, serta persepsi karyawan tentang hubungan atasan-bawahan yang dikenal sebagai LMX, persepsi karyawan tentang dukungan rekan kerja, dan sikap positif Thriving at Work.Ketika dilihat dari fenomena permintaan layanan untuk bisnis F n B, terutama kafe, hal ini menunjukkan kondisi yang cukup baik.Adanya bisnis F n B, terutama di DIY, cenderung dinamis dengan pelanggan muda yang memiliki konsekuensi terhadap permintaan inovasi dalam layanan.Dengan lingkungan yang kondusif seperti hubungan atasan-bawahan yang baik dan bekerja sama untuk saling mendukung antara rekan kerja, hal ini akan mendorong sikap positif di tempat kerja.Sikap positif yang ditunjukkan oleh Thriving at Work juga memiliki dampak langsung pada inovasi kinerja layanan.Penelitian ini mengusulkan tujuh hipotesis penelitian dan menyimpulkan bahwa tiga hipotesis, yaitu H1, H2, dan H4, dapat didukung, sedangkan H3, H5, H6, H7 tidak didukung.Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Liang, Wu, Zhang, dan Wang (2024) yang menyimpulkan bahwa LMX memiliki efek pada Thriving at Work, dukungan rekan kerja memiliki efek pada Thriving at Work.Namun, hasil lainnya dalam penelitian ini tidak mendukung (Liang et al.Penelitian ini juga tidak konsisten dengan penelitian Shahid, Muchiri, dan Walumbwa (2021) yang menyimpulkan peran kepemimpinan dalam mendorong Thriving at Work, dan Thriving at Work pada perilaku inovatif karyawan.Penelitian ini memberikan implikasi tentang pentingnya kondisi kerja seperti hubungan atasan-bawahan yang tinggi dan dukungan rekan kerja dalam mendorong sikap positif yang tercermin dalam Thriving at Work.Bisnis dalam segala aspeknya membutuhkan sikap positif karyawan yang mendukung pelaksanaan pekerjaan.Penelitian ini membuktikan pentingnya setiap bisnis, terutama F n B, menciptakan kondisi yang saling mendukung antara rekan kerja agar mampu menunjukkan inovasi dalam kinerja layanan.Pengambilan sampel cross-sectional tidak dapat menggambarkan perubahan sikap dan perilaku sepanjang waktu.Penelitian masa depan dapat mempertimbangkan keterbatasan ini dengan mengambil data longitudinal.Selain itu, sampel yang terbatas pada karyawan F n B membatasi generalisasi hasil penelitian.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mempertimbangkan studi longitudinal yang dapat menggambarkan perubahan sikap dan perilaku karyawan dalam jangka panjang. Selain itu, perlu dilakukan penelitian dengan sampel yang lebih beragam, tidak hanya terbatas pada karyawan F n B, untuk meningkatkan generalisasi hasil penelitian. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi inovasi kinerja layanan, seperti budaya organisasi, kepemimpinan transformasional, dan motivasi karyawan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam memahami faktor-faktor yang mendorong inovasi kinerja layanan dalam bisnis makanan dan minuman.

  1. Biopsychosocial Science and Medicine. science medicine journals.lww.com/00006842-197609000-00003Biopsychosocial Science and Medicine science medicine journals lww 00006842 197609000 00003
  2. Antecedents of Improving Service Performance Innovation in Food and Beverage Start Up Businesses | Ekuilibrium... journal.umpo.ac.id/index.php/ekuilibrium/article/view/10311Antecedents of Improving Service Performance Innovation in Food and Beverage Start Up Businesses Ekuilibrium journal umpo ac index php ekuilibrium article view 10311
  3. Factors Driving Sustainability of Food and Beverage Industries | Ekuilibrium : Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu... journal.umpo.ac.id/index.php/ekuilibrium/article/view/7760Factors Driving Sustainability of Food and Beverage Industries Ekuilibrium Jurnal Ilmiah Bidang Ilmu journal umpo ac index php ekuilibrium article view 7760
  4. Frontiers | The Antecedents of Thriving at Work: A Meta-Analytic Review. frontiers antecedents thriving... doi.org/10.3389/fpsyg.2021.659072Frontiers The Antecedents of Thriving at Work A Meta Analytic Review frontiers antecedents thriving doi 10 3389 fpsyg 2021 659072
Read online
File size471.02 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test