UTUUTU

International Conference of Public HealthInternational Conference of Public Health

Kualitas hidup merupakan faktor terpenting dalam status kesehatan. Menurut data WHO dari tahun 2019, rata-rata HALE populasi Indonesia adalah 62,8 tahun, yang berarti 8,5 tahun hilang akibat kualitas hidup yang buruk yang disebabkan oleh penyakit dan disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kualitas hidup kerja untuk tenaga kesehatan di era otonomi daerah. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan teknik purposive sampling dengan analisis data dalam bentuk teknik analisis SEM-PLS. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan di 32 pusat kesehatan masyarakat di Kabupaten North Aceh, total 4.427 tenaga kesehatan, dengan sampel penelitian sebanyak 330 tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang secara langsung memengaruhi kualitas hidup kerja adalah iklim motivasi (p=0,000; t-stat=13,392) dan pengembangan karir (p=0,000; t-stat=8,658), sedangkan variabel lain yang tidak memengaruhi kualitas hidup kerja untuk tenaga kesehatan adalah komitmen organisasi (p=0,417; t-stat=0,812) dan lingkungan kerja yang sehat (p=0,176; t-stat=1,354). Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat variabel tidak langsung yang memengaruhi kinerja melalui kualitas hidup kerja, yaitu lingkungan kerja yang sehat (p=0,000; t-stat=6,125), pengembangan karir (p=0,000; t-stat=6,724), dan kualitas hidup kerja (p=0,001; t-stat=3,318). Variabel yang tidak memengaruhi kinerja melalui kualitas hidup kerja termasuk komitmen organisasi (p=0,439; t-stat=0,774) dan iklim motivasi (p=0,062; t-stat=1,867). Iklim motivasi dan pengembangan karir memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas hidup kerja tenaga kesehatan, sementara lingkungan kerja yang sehat, pengembangan karir, dan kualitas hidup kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja melalui kualitas hidup kerja tenaga kesehatan. Komitmen organisasi tidak memiliki pengaruh signifikan baik secara langsung terhadap kualitas hidup kerja maupun tidak langsung terhadap kinerja melalui kualitas hidup kerja tenaga kesehatan.

Iklim motivasi dan pengembangan karir memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas hidup kerja tenaga kesehatan, sementara lingkungan kerja yang sehat, pengembangan karir, dan kualitas hidup kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja melalui kualitas hidup kerja tenaga kesehatan.Komitmen organisasi tidak memiliki pengaruh signifikan baik secara langsung terhadap kualitas hidup kerja maupun tidak langsung terhadap kinerja melalui kualitas hidup kerja tenaga kesehatan.Penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan memberikan kesempatan pengembangan karir bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kinerja mereka.Peningkatan kualitas hidup kerja tenaga kesehatan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten North Aceh.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi iklim motivasi di lingkungan kerja kesehatan, seperti gaya kepemimpinan dan sistem penghargaan yang diterapkan. Hal ini penting untuk memahami bagaimana organisasi dapat menciptakan iklim motivasi yang lebih kondusif bagi tenaga kesehatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja yang sehat, misalnya melalui pelatihan manajemen stres dan penyediaan fasilitas yang mendukung kesehatan fisik dan mental tenaga kesehatan. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi bagaimana program pengembangan karir yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dapat meningkatkan kepuasan kerja dan retensi tenaga kesehatan di daerah terpencil seperti North Aceh.

Read online
File size320.72 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test