STIKES ISFISTIKES ISFI
JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan KesehatanJIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan KesehatanTujuan penelitian untuk mengetahui kepatuhan minum obat dan kadar glukosa darah responden DM II serta pengaruh konseling asuhan kefarmasian terhadap kepatuhan minum obat dan kadar glukosa darah responden diabetes mellitus tipe II (DM II) Rawat Jalan di rumah sakit Sidoarjo dengan sampel sebanyak 47 responden. Metode penelitian berupa penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif, terkait pengaruh konseling asuhan kefarmasian terhadap kepatuhan minum obat dan kadar glukosa darah responden DM II serta hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dan kadar glukosa darah responden DM II. Tingkat kepatuhan minum obat diperoleh dari hasil kuesioner, sedangkan kadar glukosa darah diperoleh dari pengukuran sebelum dan sesudah pemberian konseling dengan menggunakan uji univariat dengan teknik deskriptif untuk melihat gambaran karateristik responden DM tipe II dan uji bivariat dilakukan dengan uji normalitas dan uji korelasi. Hasil penelitian yaitu ada pengaruh signifikan pemberian konseling asuhan kefarmasian terhadap kepatuhan minum obat dan kadar glukosa darah responden DM II. Pemberian konseling asuhan kefarmasian secara signifikan dapat menurunkan kadar glukosa darah responden DM II, dan didapatkan nilai p=0,000. Rata-rata kadar glukosa darah puasa responden adalah sebesar 190.98 ±74,85,sedangkan sesudah konseling, turun menjadi 73,79 ± 97,48, dan kadar glukosa darah responden 2 jam setelah makan adalah 250,70 ± 92,36 sedangkan setelah konseling, rata-rata kadar glukosa darah responden 2 jam setelah makan menurun menjadi 218,47 ± 113,21. Kesimpulan penelitian adalah konseling asuhan kefarmasian dapat meningkatkan kepatuhan minum obat dan menurunkan kadar glukosa responden DM II rawat jalan di rumah sakit Sidoarjo.
Berdasarkan hasil analisa disimpulkan bahwa konseling asuhan kefarmasian pada responden Diabetes Mellitus tipe II rawat jalan rumah sakit di Sidoarjo dapat meningkatkan kepatuhan minum obat dan menurunkan kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah 2 jam setelah makan.
Penelitian ini telah menunjukkan dampak positif konseling asuhan kefarmasian, namun ada beberapa arah studi baru yang menarik. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk meneliti efektivitas konseling asuhan kefarmasian pada pasien DM II yang memiliki penyakit penyerta lainnya. Studi ini dapat mengidentifikasi apakah strategi konseling perlu disesuaikan untuk mengelola kompleksitas pengobatan dan kondisi kesehatan ganda, serta bagaimana kondisi penyerta memengaruhi kepatuhan dan hasil klinis. Kedua, penting untuk mendalami hambatan-hambatan kepatuhan minum obat yang ditemukan dalam penelitian ini, seperti kurangnya dukungan keluarga, masalah daya ingat pasien, atau jumlah obat yang banyak. Penelitian lanjutan dapat menggunakan pendekatan kualitatif atau studi intervensi khusus untuk mengembangkan model dukungan keluarga yang lebih efektif atau strategi mnemonik yang inovatif, sehingga dapat mengatasi kendala personal yang menghambat kepatuhan. Ketiga, mengingat durasi intervensi dalam penelitian ini yang relatif singkat, studi jangka panjang (misalnya, 6 hingga 12 bulan atau lebih) sangat diperlukan. Penelitian longitudinal semacam itu akan mengevaluasi keberlanjutan dampak konseling terhadap kepatuhan jangka panjang, kontrol glikemik (misalnya, nilai HbA1c), dan insiden komplikasi DM. Selain itu, eksplorasi efektivitas konseling ini di berbagai setting layanan kesehatan, seperti apotek komunitas atau fasilitas pelayanan kesehatan primer, juga dapat memberikan wawasan tentang generalisasi dan skalabilitas intervensi, memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pasien di luar lingkungan rumah sakit.
| File size | 327.47 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUKALTIMUNUKALTIM Namun, tingkat kepatuhan minum obat pada pasien masih perlu ditingkatkan, karena mayoritas responden menunjukkan tingkat kepatuhan yang kurang. Hasil analisisNamun, tingkat kepatuhan minum obat pada pasien masih perlu ditingkatkan, karena mayoritas responden menunjukkan tingkat kepatuhan yang kurang. Hasil analisis
IJID RSPISULIANTISAROSOIJID RSPISULIANTISAROSO Namun, monoterapi fluoroquinolone tampak lebih efisien secara biaya, menunjukkan hasil yang serupa dengan biaya pengobatan keseluruhan yang lebih rendah.meskipunNamun, monoterapi fluoroquinolone tampak lebih efisien secara biaya, menunjukkan hasil yang serupa dengan biaya pengobatan keseluruhan yang lebih rendah.meskipun
UMBJMUMBJM Kombinasi ini memiliki efektivitas tertinggi sebesar 84,21% dan nilai ICER paling rendah sebesar Rp. Kombinasi kelompok A direkomendasikan sebagai pilihanKombinasi ini memiliki efektivitas tertinggi sebesar 84,21% dan nilai ICER paling rendah sebesar Rp. Kombinasi kelompok A direkomendasikan sebagai pilihan
MALAHAYATIMALAHAYATI Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi semua usia produktif risiko tinggi (15-59 tahun) yang terdata sebagai sasaran posbinduJenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi semua usia produktif risiko tinggi (15-59 tahun) yang terdata sebagai sasaran posbindu
UMSBUMSB DM tipe 2 menyumbang 90% dari kasus global, WHO memperkirakan 21,2 juta penderita di Indonesia pada 2030, tertinggi kedua di Asia Tenggara. PrevalensiDM tipe 2 menyumbang 90% dari kasus global, WHO memperkirakan 21,2 juta penderita di Indonesia pada 2030, tertinggi kedua di Asia Tenggara. Prevalensi
UTSUTS Ketika seseorang masih muda, mereka biasanya mengembangkan kebiasaan makan yang tidak sehat. Misalnya, daripada mengonsumsi makanan sehat, banyak anakKetika seseorang masih muda, mereka biasanya mengembangkan kebiasaan makan yang tidak sehat. Misalnya, daripada mengonsumsi makanan sehat, banyak anak
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stigma yang dirasakan dan kualitas hidup pasien gangguan jiwa skizofrenia di wilayah KecamatanHasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stigma yang dirasakan dan kualitas hidup pasien gangguan jiwa skizofrenia di wilayah Kecamatan
POLTEKKES KEMENKES BENGKULUPOLTEKKES KEMENKES BENGKULU Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, dan kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah sewaktu padaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, dan kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah sewaktu pada
Useful /
UNIDAUNIDA (1) sebagian masyarakat atau orang tua dan lembaga masih belum sadar akan pentingnya manfaat KIA dan. (2) Sosialisasi yang dilakukan belum optimal baik(1) sebagian masyarakat atau orang tua dan lembaga masih belum sadar akan pentingnya manfaat KIA dan. (2) Sosialisasi yang dilakukan belum optimal baik
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA The research design used a correlational research design with a cross-sectional approach. The research on hypertensive patients was conducted in July-AugustThe research design used a correlational research design with a cross-sectional approach. The research on hypertensive patients was conducted in July-August
POLTEKKES KEMENKES BENGKULUPOLTEKKES KEMENKES BENGKULU Aplikasi sistem catatan keperawatan elektronik dapat diterapkan perawat sebagai penunjang kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan di RumahAplikasi sistem catatan keperawatan elektronik dapat diterapkan perawat sebagai penunjang kinerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan di Rumah
POLTEKKES KEMENKES BENGKULUPOLTEKKES KEMENKES BENGKULU Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional di Yogyakarta dengan jumlah 196 remaja rural dan urban. Uji Statistik yang digunakan adalahPenelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional di Yogyakarta dengan jumlah 196 remaja rural dan urban. Uji Statistik yang digunakan adalah