STIM YKPNSTIM YKPN

Cakrawangsa Bisnis: Jurnal Ilmiah MahasiswaCakrawangsa Bisnis: Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Sumber daya manusia (SDM) merupakan elemen yang paling krusial dalam keberhasilan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work life balance dan job demands terhadap work engagement yang dimediasi oleh job satisfaction pada anggota Biro Logistik Polda DIY. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Nonprobability Sampling. Metode yang digunakan adalah metode sampling jenuh dengan sampel seluruh anggota Biro Logistik Polda DIY yang berjumlah 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap job satisfaction, sedangkan job demands berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction. Selanjutnya, baik work life balance maupun job demands berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement. Selain itu, job satisfaction juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement. Namun, job satisfaction tidak memediasi pengaruh work life balance maupun job demands terhadap work engagement.

Hasil penelitian yang dilakukan di Biro Logistik Polda DIY, dapat disimpulkan bahwa work life balance memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap job satisfaction, menunjukkan bahwa dalam konteks organisasi kepolisian dengan beban kerja tinggi serta tanggung jawab besar, peningkatan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi tidak selalu berdampak positif terhadap kepuasan kerja.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh batasan yang terlalu tegas antara waktu kerja dan kehidupan pribadi yang justru mengurangi keterlibatan emosional, rasa memiliki, serta motivasi kerja anggota, sehingga pekerjaan cenderung dipandang sebagai rutinitas tanpa adanya rasa dihargai atau keterikatan yang kuat.Sebaliknya, job demands berpengaruh positif dan signifikan terhadap job satisfaction, yang mengindikasikan bahwa beban kerja yang tinggi justru dipersepsikan sebagai tantangan yang memotivasi dan menambah makna dalam pekerjaan, terutama apabila didukung oleh dukungan organisasi yang memadai, lingkungan kerja yang positif, dan kemampuan individu dalam mengelola stres kerja.Selain itu, work life balance juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement, memperlihatkan bahwa keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi berperan penting dalam meningkatkan motivasi, semangat, dan keterlibatan anggota dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi.Pengaruh positif dan signifikan juga ditemukan antara job demands terhadap work engagement, yang menunjukkan bahwa tuntutan pekerjaan yang tinggi dapat meningkatkan keterikatan kerja apabila didukung oleh kapasitas pribadi dan lingkungan kerja yang suportif.Job satisfaction turut berperan penting dengan pengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement, yang berarti kepuasan kerja atas penghargaan, hubungan antar rekan, lingkungan kerja, dan beban tugas dapat memperkuat motivasi serta komitmen anggota dalam menjalankan tanggung jawabnya.Namun, job satisfaction tidak memediasi pengaruh work life balance maupun job demands terhadap work engagement, menunjukkan bahwa keterlibatan kerja dipengaruhi secara langsung oleh kedua variabel tersebut tanpa melalui jalur kepuasan kerja.Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kemampuan prediktif sebesar 43,1% dalam menjelaskan variasi perubahan pada work engagement, sementara 56,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal lain seperti lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan faktor personal yang tidak diteliti dalam studi ini.Secara keseluruhan, temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan beban kerja dan keseimbangan kerja-hidup yang tepat untuk meningkatkan keterlibatan serta loyalitas anggota dalam organisasi kepolisian, serta menegaskan bahwa kepuasan kerja merupakan faktor penting yang berdampak langsung pada semangat kerja anggota.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan dengan sampel yang lebih besar atau lebih banyak lagi untuk memperoleh hasil yang lebih representatif. Kedua, peneliti selanjutnya disarankan untuk memasukkan variabel tambahan lain yang dapat memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap work engagement. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan fokus pada optimalisasi tuntutan pekerjaan dan peningkatan kepuasan kerja untuk memperkuat motivasi dan keterikatan kerja dalam lingkungan dengan tantangan pekerjaan yang tinggi dan kompleksitas tanggung jawab besar.

  1. Job demands, job resources, and their relationship with burnout and engagement: a multi‐sample... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/job.248Job demands job resources and their relationship with burnout and engagement a multiyAAAasample onlinelibrary wiley doi 10 1002 job 248
  2. Pengaruh Perceived Organizational Support, Job Demands, dan Job Satisfaction terhadap Work Engagement... journal.unesa.ac.id/index.php/jim/article/view/14018Pengaruh Perceived Organizational Support Job Demands dan Job Satisfaction terhadap Work Engagement journal unesa ac index php jim article view 14018
Read online
File size595.34 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test