UMBUMB

SINERGISINERGI

Kemajuan robot manipulator menyebabkan pengembangan hexapod menjadi sangat cepat. Sayangnya, hexapod tidak stabil dalam bergerak secara teratur dengan nilai-nilai tertentu yang ditambahkan ke algoritma pemrograman. Berbagai teknik telah diimplementasikan ke dalam algoritma, seperti memasukkan nilai derajat setiap servo. Namun, untuk menyederhanakan implementasi algoritma, diperlukan beberapa persamaan. Artikel ini menyajikan sistem kontrol hexapod berbasis Arduino yang menggunakan parameter Denavit-Hartenberg untuk menghasilkan persamaan tersebut. Berbagai eksperimen telah dilakukan. Berdasarkan eksperimen tersebut, sistem yang ditawarkan mampu menyederhanakan algoritma pemrograman.

Robot hexapod berhasil dibangun dan persamaan kinematika menggunakan parameter Denavit-Hartenberg telah diperoleh.Implementasi kinematika invers pada setiap kaki menunjukkan rentang nilai kesalahan posisi antara 0,1 hingga 0,4 cm, menandakan akurasi metode lebih dari 90% dan validitas kinematika invers yang digunakan.Rentang kesalahan ini sebagian besar disebabkan oleh faktor kesalahan manusia seperti ketidakseimbangan perakitan dan ketidakakuratan pengukuran nilai batasan servo.

Melihat hasil penelitian yang mengimplementasikan kinematika Denavit-Hartenberg untuk kaki hexapod, ada beberapa arah menarik untuk pengembangan lebih lanjut yang dapat meningkatkan kinerja robot secara signifikan. Pertama, dengan adanya catatan mengenai kesalahan posisi akibat perakitan dan akurasi servo, studi berikutnya dapat fokus pada pengembangan sistem kalibrasi otomatis yang lebih cerdas. Bagaimana kita bisa menggunakan sensor presisi tinggi atau bahkan teknik kecerdasan buatan untuk secara mandiri menyesuaikan dan mengoreksi ketidaktepatan fisik pada setiap sendi, sehingga gerakan hexapod menjadi jauh lebih akurat dan dapat diandalkan tanpa intervensi manual yang rentan kesalahan manusia? Ide kedua adalah melampaui kontrol posisi statis menuju gerakan yang lebih dinamis dan adaptif. Mengingat tantangan stabilitas dalam pergerakan reguler yang disebut di awal paper, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana algoritma gait (cara berjalan) yang adaptif dapat dikembangkan. Ini memungkinkan hexapod tidak hanya mencapai titik koordinat, tetapi juga berjalan stabil di berbagai medan yang tidak rata, mungkin dengan memanfaatkan data dari sensor lingkungan atau kamera untuk menyesuaikan langkahnya secara real-time. Terakhir, karena parameter DH di sini menganalisis desain yang sudah ada, sebuah studi yang berfokus pada optimasi desain mekanik hexapod itu sendiri akan sangat berharga. Bagaimana modifikasi pada panjang segmen kaki (coxa, femur, tibia) atau konfigurasi sendi dapat secara matematis dihitung dan diuji untuk menghasilkan hexapod dengan ruang gerak (workspace) yang lebih luas, efisiensi energi yang lebih baik, atau stabilitas yang superior, bahkan sebelum proses perakitan dimulai? Ketiga pertanyaan ini membuka jalan bagi generasi hexapod yang lebih pintar, presisi, dan tangguh.

  1. Hexapod robot wall-following control using a fuzzy controller | IEEE Conference Publication | IEEE Xplore.... ieeexplore.ieee.org/document/6870982Hexapod robot wall following control using a fuzzy controller IEEE Conference Publication IEEE Xplore ieeexplore ieee document 6870982
  2. PERANCANGAN SCORE BOARD DAN TIMER MENGGUNAKAN LED RGB BERBASIS ARDUINO DENGAN KENDALI SMART PHONE ANDROID... doi.org/10.22441/sinergi.2015.1.003PERANCANGAN SCORE BOARD DAN TIMER MENGGUNAKAN LED RGB BERBASIS ARDUINO DENGAN KENDALI SMART PHONE ANDROID doi 10 22441 sinergi 2015 1 003
  3. Turning gait planning and simulation validation of a hydraulic hexapod robot | IEEE Conference Publication... ieeexplore.ieee.org/document/7337231Turning gait planning and simulation validation of a hydraulic hexapod robot IEEE Conference Publication ieeexplore ieee document 7337231
Read online
File size432.66 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test