RISTEKRISTEK

Law and EconomicsLaw and Economics

Laporan keberlanjutan (SR) merupakan alat penting untuk menunjukkan transparansi dan tanggung jawab perusahaan terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Studi ini mengevaluasi kualitas pengungkapan keberlanjutan dalam empat dimensi utama: strategi keberlanjutan, tata kelola keberlanjutan, kinerja keberlanjutan, dan verifikasi independen. Evaluasi dilakukan terhadap 51 perusahaan publik Indonesia di sektor energi, bahan baku, manufaktur, dan keuangan menggunakan lebih dari 40 indikator yang dikembangkan dari ketentuan POJK 51/2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor energi secara konsisten mencapai skor tertinggi di semua dimensi, sedangkan sektor keuangan dan industri tertinggal, terutama dalam dimensi strategi dan verifikasi. Hanya 31% perusahaan yang menyertakan pernyataan jaminan independen. Temuan ini menunjukkan kebutuhan untuk memperkuat integrasi keberlanjutan dalam sistem tata kelola dan meningkatkan kualitas serta kredibilitas laporan.

Kualitas pengungkapan tata kelola dalam laporan keberlanjutan perusahaan publik Indonesia masih parsial dan tidak merata antar sektor.Dimensi strategi keberlanjutan dan verifikasi independen mendapatkan skor terendah, menunjukkan kesenjangan antara narasi keberlanjutan yang disajikan dan implementasi yang dapat diverifikasi secara independen.Sektor energi konsisten menjadi terbaik dalam semua dimensi utama, sementara sektor keuangan dan industri tertinggal, mengindikasikan integrasi keberlanjutan yang rendah dalam strategi bisnis.Sektor bahan baku menunjukkan struktur tata kelola yang kuat tetapi lemah dalam aspek verifikasi.Temuan ini memperkuat teori legitimasi dan tanggung jawab bahwa praktik pelaporan masih digunakan sebagai alat legitimasi simbolis, bukan alat tanggung jawab substantif.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak keterlibatan pemangku kepentingan terhadap kualitas pengungkapan laporan keberlanjutan. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara praktik laporan keberlanjutan di Indonesia dengan negara berkembang lainnya untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi konsistensi pelaporan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran transformasi digital dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas laporan keberlanjutan melalui penggunaan teknologi seperti blockchain atau AI. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat mengembangkan kerangka kerja baru yang lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan global keberlanjutan.

  1. Sustainability Report and Firm Value: an Evidence from Indonesia | Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing.... doi.org/10.55963/jraa.v10i1.513Sustainability Report and Firm Value an Evidence from Indonesia Jurnal Riset Akuntansi dan Auditing doi 10 55963 jraa v10i1 513
  2. Sustainability Report, Intellectual Capital dan Nilai Perusahaan | Jurnal Akuntansi dan Ekonomika. report... doi.org/10.37859/jae.v13i1.4782Sustainability Report Intellectual Capital dan Nilai Perusahaan Jurnal Akuntansi dan Ekonomika report doi 10 37859 jae v13i1 4782
Read online
File size529.84 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test