MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI
BULLET : Jurnal Multidisiplin IlmuBULLET : Jurnal Multidisiplin IlmuMakalah ini menganalisa, pertama apakah omubsman sebagai lembaga pengnawasan layanan publik negara telah memiliki legal standing sebagai organisasi belajar, kedua apakah ombudsman telah menunjukkan kinerjanya sebagai organisasi belajar. Hal ini akan dibuktikan dalam perspektif legal dan faktual berbasis kinerja karena kinerja ombudsman akan ditentukan oleh bagaimana ombudsman sebagai organisasi layanan publik negara juga menunjukkan kinerja sebagai organisasi belajar. Metoda penulisan makalah ini menggungaka metoda analisis konten pada dokumen aspek legal standing dan teoritik learning organization. Hasil kajian makalah ini adalah Pertama, Legal standing UU No 37 tahun 2008 dan PP No 64 tahun 2012 dapat disimpulkan bahwa landasan yuridis ombudsman dalam hal sistem sumberdaya manusia dan kinerjanya sudah cukup tegas dan jelas. Akan tetapi, jika dianalisis lebih jauh dalam hal kinerja ombudsman sebagai organisasi belajar masih perlu dibuktikan secara analisis tekstual, teroritik dan faktual. Hal ini karena masih sangat banyak fakta-fakta dan temuan yang berkaitan dengan kinerja ombudsman RI baik di pusat dan perwakilan daerah masih sangat jauh dari kepuasan publik. Kedua, sebagai sebuah lembaga pengawasan layanan publik negara, ombudsman perlu membangun sebuah model organisasi belajar yang relevan dengan kebutuhan, visi dan misi ombudsman sebagaimana diharapkan UU No 37 tahun 2008 tentang ombudsman dan PP No 64 tahun 2012 tentang sistem sumberdaya ombudsman. Ombudsman memerlukan pengembangan lima subsistem terkait dengan organisasi belajar. Subsistem-subsistem ini adalah pembelajaran (Learning), organisasi (Organizatioan), manusia (People), pengetahuan (Knowlwdge), dan teknologi (Technology). Kelimanya diperlukan untuk mempertahankan pembelajaran organisasi yang berkelanjutan dan kesuksesan kelembagaan ombudsnan sesuai tugas, pokok, fungsi dan kewenangannya sesuai konstitusi.
Berdasarkan pemaparan dan analisis dalam artikel ini, penulis menyimpulkan dari status hukum UU No.37 Tahun 2008 tentang Ombudsman, serta Peraturan Pemerintah No.64 Tahun 2012 dapat disimpulkan bahwa landasan hukum Ombudsman terkait dengan sistem kepegawaian dan pengoperasiannya cukup stabil dan jelas.Namun jika dianalisis lebih detail mengenai aktivitas Mediator sebagai organisasi pembelajar, masih perlu dibuktikan melalui analisis tekstual teoritis dan faktual.Pasalnya, masih ada fakta dan persepsi terkait kinerja ombudsman RI di kalangan perwakilan baik pusat maupun daerah yang masih sangat jauh dari kepuasan publik.Sebagai lembaga pemerintah, Ombudsman harus membangun model organisasi pembelajar yang sesuai dengan kebutuhan, visi dan misi Ombudsman sebagaimana disyaratkan dalam UU No.37 Tahun 2008 tentang Ombudsman dan Peraturan Pemerintah No.64 Tahun 2012 tentang Sumber Daya Ombudsman.Mediator membutuhkan pemahaman dan pengembangan lima subsistem yang terkait dengan organisasi pembelajaran, yaitu pembelajaran, organisasi, manusia, informasi dan teknologi.Kelimanya diperlukan untuk mempertahankan pembelajaran organisasi yang sedang berlangsung dan keberhasilan kelembagaan Ombudsman selanjutnya.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana faktor budaya organisasi dapat dioptimalkan untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan di Ombudsman, dengan fokus pada identifikasi praktik-praktik terbaik dan pengembangan program pelatihan yang relevan. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak penerapan model organisasi pembelajaran terhadap tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Ombudsman, dengan menggunakan metode survei dan analisis statistik. Ketiga, penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dapat dilakukan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana Ombudsman di berbagai daerah mengimplementasikan prinsip-prinsip organisasi pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat proses tersebut. Ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya meningkatkan efektivitas Ombudsman sebagai lembaga pengawas pelayanan publik yang berorientasi pada pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
- A, The Orientation Training Design at Ombudsman Republik Indonesia: Prodi Teknologi Pendidikan UNJ |... journal.unj.ac.id/unj/index.php/jpi/article/view/16793A The Orientation Training Design at Ombudsman Republik Indonesia Prodi Teknologi Pendidikan UNJ journal unj ac unj index php jpi article view 16793
- The Legal Strength of the Ombudsman Recommendation of the Republic of Indonesia in the Effort of Realizing... ijsshr.in/v4i5/22.phpThe Legal Strength of the Ombudsman Recommendation of the Republic of Indonesia in the Effort of Realizing ijsshr in v4i5 22 php
| File size | 309.07 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD 8 ± 0. 9 mm for Staphylococcus aureus, and 12. 2 ± 0. 15 mm for Candida albicans. The study successfully developed a mouthwash formulation using natural8 ± 0. 9 mm for Staphylococcus aureus, and 12. 2 ± 0. 15 mm for Candida albicans. The study successfully developed a mouthwash formulation using natural
UMSUMS Koefisien korelasi Spearman digunakan untuk menilai korelasi antara kepatuhan pengobatan dan penilaian kualitas hidup. SPSS 29 digunakan untuk menganalisis,Koefisien korelasi Spearman digunakan untuk menilai korelasi antara kepatuhan pengobatan dan penilaian kualitas hidup. SPSS 29 digunakan untuk menganalisis,
UMSUMS Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil terapi dan DRPs penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia anak di Rumah Sakit Umum Bengkulu. BerdasarkanPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil terapi dan DRPs penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia anak di Rumah Sakit Umum Bengkulu. Berdasarkan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Rata-rata kekasaran permukaan resin akrilik polimerisasi panas setelah dilakukan perendaman dalam larutan aquadest, effervescent alkalin peroksida danRata-rata kekasaran permukaan resin akrilik polimerisasi panas setelah dilakukan perendaman dalam larutan aquadest, effervescent alkalin peroksida dan
TYARLYTATYARLYTA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi larva dan intensitas kerusakan buah kakao akibat serangan hama Conopomorpha cramerella. PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi larva dan intensitas kerusakan buah kakao akibat serangan hama Conopomorpha cramerella. Penelitian
TYARLYTATYARLYTA Penelitian ini merupakan studi analitik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 63 responden. Variabel yang diteliti meliputiPenelitian ini merupakan studi analitik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 63 responden. Variabel yang diteliti meliputi
UMBJMUMBJM Evaluasi dari 3 hari pelaksanaan terapi Reminiscence menunjukkan adanya penurunan skor GDS pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi reminiscenceEvaluasi dari 3 hari pelaksanaan terapi Reminiscence menunjukkan adanya penurunan skor GDS pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi reminiscence
UMBJMUMBJM Pengobatan yang tepat akan dapat mencegah terjadinya komplikasi dan menurunkan angka kematian (Wulandari et al. , 2021). Penerapan otot relaksasi progresifPengobatan yang tepat akan dapat mencegah terjadinya komplikasi dan menurunkan angka kematian (Wulandari et al. , 2021). Penerapan otot relaksasi progresif
Useful /
STIKMKSSTIKMKS Proses aktivitas fisik disebabkan oleh terjadinya peningkatan energi yang keluar dan dibagi menjadi tiga kategori: ringan, sedang, dan berat. Tujuan: PenelitianProses aktivitas fisik disebabkan oleh terjadinya peningkatan energi yang keluar dan dibagi menjadi tiga kategori: ringan, sedang, dan berat. Tujuan: Penelitian
STIKMKSSTIKMKS Populasi dalam penelitian ini sebanyak 250 masyarakat yang menderita hipertensi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 154 orang ditentukan dengan menggunakanPopulasi dalam penelitian ini sebanyak 250 masyarakat yang menderita hipertensi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 154 orang ditentukan dengan menggunakan
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Keberagaman morfologi di wilayah perbukitan karst menjadikan wilayah ini menarik untuk diteliti terutama oleh para peneliti di bidang kebumian. Di wilayahKeberagaman morfologi di wilayah perbukitan karst menjadikan wilayah ini menarik untuk diteliti terutama oleh para peneliti di bidang kebumian. Di wilayah
PORTALPUBLIKASIPORTALPUBLIKASI Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dan diperoleh sampel sebanyak 60 responden. Analisis dataMetode yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dan diperoleh sampel sebanyak 60 responden. Analisis data