MEJAILMIAHMEJAILMIAH
Adagium: Jurnal Ilmiah HukumAdagium: Jurnal Ilmiah HukumKekerasan seksual terhadap anak merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dengan dampak jangka panjang. Di era digital, media sosial memainkan peran ganda yang paradoksal dalam penanganan kasus-kasus ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ganda media sosial sebagai alat advokasi publik yang mempercepat proses hukum sekaligus sebagai medium yang berisiko menyebabkan reviktimisasi pada korban anak. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan hukum normatif dan empiris, studi ini mengkaji peraturan perundang-undangan, analisis konten pada kasus-kasus viral di Indonesia periode 2020-2024, serta wawancara mendalam dengan aktivis perlindungan anak, pakar hukum, dan penegak hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan publik melalui media sosial terbukti efektif mengakselerasi respons penegak hukum. Namun, pada saat yang sama, paparan yang tidak etis seperti penyebaran identitas, komentar negatif, dan stigma di platform digital menyebabkan trauma berulang dan penderitaan psikologis yang mendalam bagi korban. Kondisi ini diperparah oleh celah regulasi yang tidak adaptif terhadap kecepatan media sosial dan rendahnya literasi digital masyarakat. Kesimpulannya, keadilan yang bergantung pada viralitas adalah sistem yang tidak berkelanjutan dan berbahaya. Diperlukan sebuah pergeseran fundamental menuju pendekatan kolaboratif antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat untuk membangun ekosistem digital yang berpusat pada korban, di mana perlindungan, pemulihan, dan martabat anak menjadi prioritas utama.
Keadilan yang bergantung pada viralitas tidak berkelanjutan dan berbahaya.Diperlukan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat untuk membangun ekosistem digital yang berpusat pada korban.Perlindungan, pemulihan, dan martabat anak harus menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus kekerasan seksual.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada efektivitas program literasi digital dalam mencegah reviktimisasi korban kekerasan seksual. Selain itu, diperlukan analisis mengenai dampak moderasi konten berbasis algoritma terhadap perlindungan anak di ruang digital. Terakhir, studi tentang kerangka hukum yang mengatur privasi data anak dalam konteks kasus kekerasan seksual perlu dikembangkan untuk memastikan perlindungan yang lebih maksimal.
| File size | 278.37 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Masa remaja adalah periode rentan terhadap pelecehan seksual karena perubahan fisik dan emosional yang belum diimbangi dengan pemahaman batasan sosial,Masa remaja adalah periode rentan terhadap pelecehan seksual karena perubahan fisik dan emosional yang belum diimbangi dengan pemahaman batasan sosial,
NASKAHACEHNASKAHACEH Pengembangan literasi digital sangat penting dalam menghadapi era globalisasi dan transformasi digital yang cepat. Literasi digital tidak hanya mencakupPengembangan literasi digital sangat penting dalam menghadapi era globalisasi dan transformasi digital yang cepat. Literasi digital tidak hanya mencakup
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis regulasi, penelitianPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis regulasi, penelitian
MEJAILMIAHMEJAILMIAH Kajian ini memberikan rekomendasi agar tercipta kolaborasi antara aparat penegak hukum, keluarga, dan masyarakat dalam upaya preventif dan penanganan kasus,Kajian ini memberikan rekomendasi agar tercipta kolaborasi antara aparat penegak hukum, keluarga, dan masyarakat dalam upaya preventif dan penanganan kasus,
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Saat ini perdebatan mengenai sistem pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 kembali mencuat seiring dengan uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentangSaat ini perdebatan mengenai sistem pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 kembali mencuat seiring dengan uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan berjalan tertib dan lancar, serta telah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang etikaHasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan berjalan tertib dan lancar, serta telah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang etika
UNIPASBYUNIPASBY Tingkat kesadaran mereka semakin terbuka bahwa dampak negatif yang terjadi pada korban perundungan, intoleransi maupun kekerasan seksual sangatlah besar.Tingkat kesadaran mereka semakin terbuka bahwa dampak negatif yang terjadi pada korban perundungan, intoleransi maupun kekerasan seksual sangatlah besar.
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil menggunakan teknik Purposive Random SamplingMetode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil menggunakan teknik Purposive Random Sampling
Useful /
UNKRISWINAUNKRISWINA Jenis penelitian yang digunakan adalah ekologi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data meliputi kerapatan, frekuensi, dominansi,Jenis penelitian yang digunakan adalah ekologi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data meliputi kerapatan, frekuensi, dominansi,
UNIPASBYUNIPASBY BUMDesa Gejagan Makmur masih perlu dikembangkan secara optimal karena usaha yang dijalankan masih relatif singkat baru berjalan 6 bulan efektif. PenatausahaanBUMDesa Gejagan Makmur masih perlu dikembangkan secara optimal karena usaha yang dijalankan masih relatif singkat baru berjalan 6 bulan efektif. Penatausahaan
UNIPASBYUNIPASBY Pelatihan dan pendampingan budidaya ikan lele dalam kolam ember sistem bioflok dipadukan sistem aquaponik pada kelompok Studi Biology Farming Culture FisheryPelatihan dan pendampingan budidaya ikan lele dalam kolam ember sistem bioflok dipadukan sistem aquaponik pada kelompok Studi Biology Farming Culture Fishery
UNKRISWINAUNKRISWINA Pengujian hipotesis dengan uji Z menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0. 000, sehingga hipotesis alternatif diterima, yang mengindikasikanPengujian hipotesis dengan uji Z menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0. 000, sehingga hipotesis alternatif diterima, yang mengindikasikan