ISI DPSISI DPS

Mudra Jurnal Seni BudayaMudra Jurnal Seni Budaya

Makalah ini bertujuan untuk meneliti konsep estetika simbolik yang terdapat dalam masyarakat dan budaya Sunda di Jawa Barat, Indonesia. Makna simbolik yang ada atau diterapkan pada bentuk‑bentuk yang dikenal dalam seni dan desain dianalisis dengan metode interpretasi serta menggunakan bahasa Sunda sebagai sumber penelitian. Ditemukan beberapa ungkapan dan peribahasa yang memanfaatkan bentuk dasar, yaitu persegi, segitiga, dan lingkaran. Hasil studi menunjukkan bahwa ketiga bentuk dasar tersebut memiliki makna simbolik yang mengindikasikan kesadaran budaya Sunda akan keberadaan bentuk‑bentuk tersebut serta pemberian makna simbolik. Bentuk‑bentuk ini umumnya bersumber dari objek alam, dan maknanya merujuk pada fungsi tertentu yang sesuai dengan karakter bentuk itu sendiri. Makna simbolik ini secara umum mengarah pada upaya menciptakan nilai budaya menuju kesempurnaan. Bentuk dasar tersebut dapat diterapkan dalam desain dengan pendekatan budaya lokal, khususnya pada daerah yang budaya dan tradisinya terus berkembang.

Masyarakat tradisional Sunda mampu memahami dan memanfaatkan fenomena alam, menjadikan unsur visual alam sebagai simbol nilai budaya yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga makna bentuk seperti lingkaran dapat bersifat universal.Konsep kesempurnaan hidup di masyarakat ini diwujudkan melalui simbol bentuk dasar—persegi, lingkaran, dan segitiga—yang mengandung pesan moral tentang perilaku yang seimbang, keimanan, dan kesucian.Penggabungan ketiga bentuk tersebut dalam wadah padi menunjukkan penghormatan tinggi terhadap dewi padi serta upaya mengekspresikan nilai kesempurnaan secara material.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana perancang desain kontemporer Sunda mengintegrasikan bentuk‑bentuk dasar dalam produk modern, dengan menggunakan survei dan studi kasus untuk mengidentifikasi praktik yang relevan. Selain itu, dilakukan analisis komparatif lintas budaya untuk membandingkan makna simbolik bentuk dasar antara Sunda dan kelompok etnis Indonesia lainnya, sehingga dapat mengungkap persamaan maupun perbedaan nilai simbolik. Selanjutnya, penelitian eksperimental dapat menguji dampak psikologis eksposur terhadap bentuk‑bentuk simbolik tersebut terhadap persepsi kesempurnaan pada peserta Sunda, menggunakan metode kuantitatif untuk menilai perubahan sikap atau perilaku. Semua pendekatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang peran simbolisme bentuk dalam budaya, desain, dan psikologi masyarakat Sunda secara lebih komprehensif.

Read online
File size378.17 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test