JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION

Jurnal Syntax AdmirationJurnal Syntax Admiration

Wakaf tunai adalah salah satu bentuk pemberdayaan keuangan Islam yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan sosial. Namun, minat masyarakat terhadap wakaf tunai masih tergolong rendah dibandingkan wakaf tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh religiusitas, literasi, dan akuntabilitas terhadap minat berwakaf tunai di Bank Syariah Indonesia, dengan tingkat pemahaman sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 35 nasabah Bank Syariah Indonesia di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur. Data dianalisis menggunakan teknik analisis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas, literasi, dan akuntabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwakaf tunai. Selain itu, tingkat pemahaman memoderasi hubungan antara religiusitas, literasi, dan akuntabilitas dengan minat berwakaf tunai. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang wakaf tunai dapat memperbesar potensi partisipasi mereka dalam program tersebut.

Penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas dan literasi memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berwakaf tunai, sementara akuntabilitas tidak berpengaruh signifikan.Tingkat pemahaman tidak memperkuat pengaruh religiusitas, literasi, dan akuntabilitas terhadap minat berwakaf tunai.Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan literasi dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat wakaf tunai untuk meningkatkan partisipasi dalam program tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam dari berbagai wilayah di Indonesia untuk meningkatkan generalisasi hasil. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam motivasi dan persepsi masyarakat terkait wakaf tunai, termasuk faktor-faktor psikologis dan sosial budaya yang memengaruhi keputusan mereka untuk berwakaf. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model edukasi dan sosialisasi wakaf tunai yang efektif, dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masyarakat yang berbeda. Penelitian ini dapat menguji berbagai metode penyampaian informasi, seperti penggunaan media sosial, seminar, atau pelatihan, untuk meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat tentang wakaf tunai. Dengan demikian, penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya mengoptimalkan potensi wakaf tunai sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat dan peningkatan kesejahteraan sosial.

Read online
File size321.04 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test