MULIADARMAMULIADARMA

Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing dan AkuntansiJurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing dan Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara tekanan likuiditas perusahaan dan perilaku penghindaran pajak pada perusahaan multinasional (MNE) yang beroperasi di negara berkembang. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, penelitian ini menganalisis data cross-section dari 57 perusahaan untuk tahun 2024 dan menerapkan model regresi linier berganda guna menguji apakah tekanan likuiditas, ukuran perusahaan, dan leverage secara simultan memengaruhi tingkat penghindaran pajak yang diukur melalui Cash Effective Tax Rate (CETR). Hasil empiris menunjukkan bahwa tidak satu pun dari variabel independen baik tekanan likuiditas, ukuran perusahaan, maupun leverage berpengaruh signifikan secara statistik terhadap tax avoidance, baik secara parsial maupun simultan. Nilai Adjusted R-squared sebesar −0,027 menunjukkan daya jelas model yang sangat rendah, yang mengindikasikan bahwa karakteristik keuangan semata tidak cukup menjelaskan praktik penghindaran pajak dalam konteks ini. Temuan ini sejalan dengan studi sebelumnya di negara berkembang yang melaporkan hubungan lemah atau tidak konsisten antara keterbatasan keuangan dan tax avoidance. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur dengan menyajikan bukti dalam konteks pasca-krisis global, serta menekankan pentingnya penelitian lanjutan untuk memasukkan variabel tata kelola, kualitas institusi, dan strategi perencanaan pajak guna menangkap kompleksitas perilaku pajak korporasi di bawah tekanan likuiditas.

Penelitian ini menemukan bahwa tekanan likuiditas, ukuran perusahaan, dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku penghindaran pajak pada perusahaan multinasional di pasar berkembang.Hasil ini konsisten dengan temuan studi sebelumnya yang menunjukkan hubungan lemah antara faktor keuangan dan tax avoidance.Oleh karena itu, faktor-faktor lain seperti regulasi, tata kelola perusahaan, dan insentif pajak kemungkinan memiliki peran yang lebih dominan dalam menentukan tingkat penghindaran pajak.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana karakteristik komite audit dan independensi dewan komisaris memoderasi hubungan antara tekanan likuiditas dan penghindaran pajak pada perusahaan multinasional, misalnya dengan menguji pertanyaan: Apakah keberadaan komite audit yang kuat mengurangi efek negatif tekanan likuiditas terhadap tax avoidance? Selanjutnya, studi dapat meneliti peran insentif pajak khusus industri dalam mempengaruhi strategi penghindaran pajak di pasar berkembang, dengan merumuskan pertanyaan: Bagaimana variasi insentif pajak antar industri memediasi hubungan antara ukuran perusahaan dan tingkat tax avoidance? Terakhir, penelitian dapat memperkaya pengukuran tax avoidance menggunakan data yang lebih detail seperti perbedaan book‑tax, cash‑ETR yang disesuaikan, serta laporan Country‑by‑Country (CbCR) OECD untuk mengidentifikasi praktik pengalihan laba tersembunyi, sehingga pertanyaan risetnya menjadi: Sejauh mana penggunaan proxy pajak yang lebih komprehensif meningkatkan akurasi dalam mengukur tax avoidance pada perusahaan multinasional?.

  1. NTB-LTB Merger Reform, Tax Burden and Corporate Response—Based on the Cash Holding Perspective.... sciopen.com/article/10.26599/CJE.2024.9300111NTB LTB Merger Reform Tax Burden and Corporate ResponseAiBased on the Cash Holding Perspective sciopen article 10 26599 CJE 2024 9300111
Read online
File size441 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test