KPUKPU
Electoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu IndonesiaElectoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu IndonesiaPemilihan umum menjadi instrumen penting dalam representasi kedaulatan rakyat di negara demokrasi. Kampanye menjadi pendekatan dalam mekanisme proses pemilihan umum yang dilakukan secara masif sehingga berdampak pada lingkungan. Bahwa pada 2024 berjalannya kegiatan kampanye mencapai satu ton limbah alat peraga, yang didominasi dengan sampah plastik. Permasalahan ini menimbulkan urgensitas tentang kesiapan pemerintah yang tidak hanya berfokus pada kelancaran penyelenggaraan pemilu, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh partisipan pemilu terhadap pemeliharaan lingkungan. Doctrinal research menjadi pilihan jenis penelitian yang meninjau keberlakuan hukum di suatu negara dengan menjadikan peraturan perundang-undangan sebagai sumber primer dan penelitian ahli hukum terkait sebagai sumber sekunder. Data yang terhimpun menggunakan teknik studi pustaka dan studi dokumentasi hukum, dengan teknik analisis berbasis deskriptif, evaluatif, dan preskriptif. Memahami legal framework green election Indonesia terlihat adanya kekosongan hukum dalam peraturan pokok pemilihan umum. Kekosongan ini terlihat dari tidak ditemukannya ketentuan khusus untuk mewujudkan green election. Implementasi prinsip green elections perlu diatur dalam regulasi pemilihan umum sehingga pelaksanaan pemilihan umum tidak hanya merepresentasikan kedaulatan rakyat, namun juga melihat aspek tanggung jawab lingkungan dalam menjaga keberlangsungan ekologis. Bahwa untuk melihat lebih lanjut terkait implikasi atas kekosongan hukum tersebut, dalam penelitian ini tinjauan Regulatory Impact Analysis dan Cost and Benefit Analysis menjadi pilihan pendekatan pengukur untuk memperlihatkan hasil potensial atas efektivitas dan strategi dari berjalannya politik hukum pemilihan umum terhadap kesejahteraan ekologis. Hasil dari parameter tersebut memperlihatkan adanya kesinambungan terkait sikap dan tindakan konservatif dari para kontestan politik dalam menarik perhatian masyarakat melalui kampanye, yaitu dengan menjadikan agenda pemeliharaan lingkungan sebagai pemasarannya.
Penelitian ini menemukan adanya kekosongan dan ketidakjelasan hukum terkait prinsip akuntabilitas ekologis dalam kerangka hukum pemilihan umum di Indonesia, khususnya dalam UU Pemilu dan UU Partai Politik.Untuk mengatasi hal tersebut, disarankan agar DPR RI dan lembaga eksekutif terkait melakukan pembaharuan legislasi dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ekologis secara proporsional.Selain itu, strategi non-regulasi yang praktis dapat diterapkan untuk meminimalkan dampak kesenjangan hukum, sembari menunggu proses penyempurnaan legislasi.
Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman kita mengenai implementasi pemilihan umum yang lebih ramah lingkungan. Pertama, akan sangat bermanfaat jika ada studi empiris yang secara kuantitatif mengevaluasi efektivitas dan tingkat adopsi dari berbagai strategi non-regulasi yang diusulkan dalam kampanye politik, seperti penggunaan teknologi digital untuk promosi atau kegiatan kerja bakti dan penanaman mangrove. Studi ini bisa mengukur sejauh mana inisiatif-inisiatif tersebut benar-benar mengurangi limbah kampanye dan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat dan kontestan politik, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor penunjang serta hambatan dalam penerapannya di berbagai wilayah Indonesia. Kedua, mempertimbangkan adanya kekosongan hukum, sebuah studi komparatif bisa dilakukan untuk menganalisis kerangka regulasi dan praktik terbaik green election di negara-negara demokrasi lain yang telah sukses mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ekologis dalam proses pemilu mereka. Penelitian ini dapat mengidentifikasi model legislasi atau kebijakan yang relevan dan adaptif untuk konteks Indonesia, sehingga memberikan panduan konkret bagi DPR RI dan lembaga terkait dalam merumuskan pembaruan undang-undang yang mengakomodasi akuntabilitas ekologis secara lebih komprehensif. Terakhir, dengan semakin majunya teknologi, perlu diteliti lebih lanjut potensi pemanfaatan inovasi digital seperti kecerdasan buatan (AI) atau teknologi blockchain dalam mekanisme pengawasan dan penegakan prinsip-prinsip green election. Bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk memantau produksi dan pengelolaan alat peraga kampanye yang ramah lingkungan, atau bahkan untuk meningkatkan transparansi pelaporan dampak lingkungan dari aktivitas kampanye? Penelitian ini dapat mengkaji kelayakan teknis dan implikasi hukum dari penerapan teknologi tersebut untuk menciptakan sistem pemilu yang tidak hanya transparan dan akuntabel secara politik, tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan landasan yang lebih kuat bagi terwujudnya pemilu berkelanjutan di Indonesia.
| File size | 352.38 KB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS Upaya pencegahan dan kuratif melibatkan pendekatan holistik yang menggabungkan pembinaan keluarga, edukasi masyarakat, dukungan pastoral dari Gereja, danUpaya pencegahan dan kuratif melibatkan pendekatan holistik yang menggabungkan pembinaan keluarga, edukasi masyarakat, dukungan pastoral dari Gereja, dan
CELEBESSCHOLARPGCELEBESSCHOLARPG (3) Customer engagement serves as a mediator between attractive visual content and purchasing decisions, as emotional involvement and customer interaction(3) Customer engagement serves as a mediator between attractive visual content and purchasing decisions, as emotional involvement and customer interaction
KPUKPU Oleh karena itu, pada pelaksanaannya perlu melakukan antisipasi dengan pengaturan dan perlindungan regulasi yang jelas, pengawasan terkoordinasi, peningkatanOleh karena itu, pada pelaksanaannya perlu melakukan antisipasi dengan pengaturan dan perlindungan regulasi yang jelas, pengawasan terkoordinasi, peningkatan
KPUKPU Penelitian ini membahas tentang konsep green election yang mengintegrasikan teknologi e-voting dalam bingkai Tri Hita Karana, yang menekankan keseimbanganPenelitian ini membahas tentang konsep green election yang mengintegrasikan teknologi e-voting dalam bingkai Tri Hita Karana, yang menekankan keseimbangan
APTIKOMAPTIKOM Hasil pengujian terhadap 25 siswa menunjukkan tingkat kesesuaian diagnosis sistem dengan asesmen guru sebesar 88%. Sistem dinilai mudah digunakan, efisien,Hasil pengujian terhadap 25 siswa menunjukkan tingkat kesesuaian diagnosis sistem dengan asesmen guru sebesar 88%. Sistem dinilai mudah digunakan, efisien,
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS OMK rentan terhadap relasi dangkal dan kurangnya partisipasi liturgi, sehingga model yang efektif harus mengedepankan otentisitas, pemberdayaan OMK sebagaiOMK rentan terhadap relasi dangkal dan kurangnya partisipasi liturgi, sehingga model yang efektif harus mengedepankan otentisitas, pemberdayaan OMK sebagai
PARAMADINAPARAMADINA XYZ menghadapi tantangan dalam mengelola data pencarian fasilitas ekspedisi secara manual, yang rentan terhadap kesalahan. Dengan menggunakan metode Waterfall,XYZ menghadapi tantangan dalam mengelola data pencarian fasilitas ekspedisi secara manual, yang rentan terhadap kesalahan. Dengan menggunakan metode Waterfall,
IAIC PUBLISHERIAIC PUBLISHER Jika studi ini melampaui penelitian ini, akan bermanfaat bagi para peneliti untuk memiliki dua permainan yang dirancang dan dibuat oleh seseorang yangJika studi ini melampaui penelitian ini, akan bermanfaat bagi para peneliti untuk memiliki dua permainan yang dirancang dan dibuat oleh seseorang yang
Useful /
UPI YAIUPI YAI Regulasi emosi adalah kapasitas individu untuk mengontrol dan menyesuaikan emosi yang timbul pada tingkat intensitas yang tepat untuk mencapai suatu tujuan.Regulasi emosi adalah kapasitas individu untuk mengontrol dan menyesuaikan emosi yang timbul pada tingkat intensitas yang tepat untuk mencapai suatu tujuan.
KPUKPU Namun, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 mengenai pemisahan pemilu membuka policy window yang strategis bagi pemerintah dan Komisi PemilihanNamun, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 mengenai pemisahan pemilu membuka policy window yang strategis bagi pemerintah dan Komisi Pemilihan
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS Data dikumpulkan dari artikel jurnal yang relevan yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun digitalisasiData dikumpulkan dari artikel jurnal yang relevan yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun digitalisasi
PELITABANGSAPELITABANGSA 19 Tahun 2016 di Indonesia serta melihat efektivitasnya dalam melindungi privasi nasabah Fintech. Kerangka hukum yang ada memberikan dasar, tetapi perlu19 Tahun 2016 di Indonesia serta melihat efektivitasnya dalam melindungi privasi nasabah Fintech. Kerangka hukum yang ada memberikan dasar, tetapi perlu