KPUKPU
Electoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu IndonesiaElectoral Governance Jurnal Tata Kelola Pemilu IndonesiaPelaksanaan kampanye tradisional sebelum munculnya Artificial Intelligence (AI) sering menimbulkan dampak ekologi yang signifikan. Limbah Alat Peraga Kampanye (APK) meningkatkan volume sampah yang susah terurai dan mengurangi estetika lingkungan, sementara pengelolaannya terkendala keterbatasan fasilitas daur ulang. Selain itu, proses produksi dan distribusi logistik kampanye turut meningkatkan jejak karbon dan menguras sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan rekomendasi berbasis bukti untuk mendukung transformasi kampanye pemilu menuju kampanye hijau dengan memanfaatkan AI yang dilakukan dengan melakukan analisis terhadap urgensi pemanfaatan AI, tantangan penerapannya di Indonesia, serta strategi untuk mengatasinya. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif-deskriptif dengan melakukan studi pustaka terhadap data sekunder dan pendekatan yuridis-normatif dengan mengkaji regulasi yang mengatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI memiliki potensi strategis dalam inovasi kampanye pemilu berkelanjutan. Meskipun demikian, implementasinya di Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan baik teknis maupun non-teknis. Permasalahan tersebut meliputi keterbatasan regulasi yang mengatur, rendahnya literasi teknologi masyarakat, risiko penyalahgunaan data pribadi, keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia, serta potensi manipulasi informasi. Oleh karena itu, pada pelaksanaannya perlu melakukan antisipasi dengan pengaturan dan perlindungan regulasi yang jelas, pengawasan terkoordinasi, peningkatan kesadaran literasi digital, pemerataan infrastruktur teknologi, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang teknologi digital.
Kampanye pemilu tradisional di Indonesia menimbulkan masalah lingkungan akibat limbah, sedangkan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) menawarkan efisiensi namun juga tantangan terkait penyalahgunaan data dan disinformasi.Oleh karena itu, diperlukan regulasi tegas untuk pengelolaan limbah kampanye fisik serta panduan etis berbasis transparansi dan akuntabilitas untuk penggunaan AI dalam politik.Strategi mitigasi mencakup peningkatan literasi digital masyarakat, pemerataan infrastruktur digital, penguatan kapasitas lembaga penyelenggara pemilu, serta mekanisme audit algoritma untuk menjamin kampanye yang adil, etis, dan berkelanjutan.
Mengingat pesatnya perkembangan teknologi dan kompleksitas tantangan dalam pelaksanaan pemilu, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat penting untuk dieksplorasi. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai bagaimana berbagai fitur Kecerdasan Buatan (AI) yang spesifik—seperti personalisasi pesan, deepfake, atau analisis sentimen—secara empiris memengaruhi perilaku dan persepsi pemilih di Indonesia, terutama di kalangan generasi Z dan milenial. Penelitian ini dapat membantu memahami dampak sebenarnya dari AI terhadap partisipasi politik, potensi manipulasi opini, serta implikasi etisnya bagi integritas demokrasi. Kedua, penting untuk mengembangkan model regulasi yang adaptif dan komprehensif, tidak hanya untuk penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam kampanye, tetapi juga untuk pengelolaan limbah Alat Peraga Kampanye (APK) yang berkelanjutan. Hal ini dapat mencakup studi perbandingan dengan negara-negara lain yang telah berhasil menerapkan kerangka hukum yang relevan, serta mengidentifikasi mekanisme sanksi yang efektif dan inovatif untuk menjamin kepatuhan peserta pemilu terhadap standar lingkungan. Ketiga, bagaimana peran aktif masyarakat sipil dan lembaga independen, didukung oleh teknologi baru seperti blockchain atau sistem crowdsourcing, dapat memperkuat pengawasan terhadap kampanye digital dan fisik? Ide penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kolaborasi multi-pihak dalam mendeteksi dan menanggulangi disinformasi berbasis AI serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dampak lingkungan dari kampanye. Dengan demikian, penelitian di masa depan dapat memberikan panduan yang lebih konkret bagi pembuat kebijakan, penyelenggara pemilu, dan masyarakat, untuk mewujudkan pemilu yang tidak hanya modern dan efisien, tetapi juga jujur, adil, dan ramah lingkungan.
- Analisis Sentimen Penggunaan Artificial Intelligence Terhadap Penyelenggaraan Pemilu 2024 Menggunakan... doi.org/10.47065/josh.v6i1.6069Analisis Sentimen Penggunaan Artificial Intelligence Terhadap Penyelenggaraan Pemilu 2024 Menggunakan doi 10 47065 josh v6i1 6069
- Analisis Juridis UU Nomor 7 Tahun 2017 Periode Pemilu Tahun 2024 Terkait Pemasangan Alat Peraga Kampanye... doi.org/10.56370/jhlg.v5i11.880Analisis Juridis UU Nomor 7 Tahun 2017 Periode Pemilu Tahun 2024 Terkait Pemasangan Alat Peraga Kampanye doi 10 56370 jhlg v5i11 880
- Kebijakan Pengaturan Pengelolaan Limbah Alat Peraga Kampanye berdasarkan Prinsip Keberlanjutan Lingkungan... journal.lpkd.or.id/index.php/Humif/article/view/2100Kebijakan Pengaturan Pengelolaan Limbah Alat Peraga Kampanye berdasarkan Prinsip Keberlanjutan Lingkungan journal lpkd index php Humif article view 2100
| File size | 366.86 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSJUMSJ Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya deforestasi di Sumatera merupakan akibat dari ketidakefektifan implementasi prinsip-prinsip pemerintahanHasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya deforestasi di Sumatera merupakan akibat dari ketidakefektifan implementasi prinsip-prinsip pemerintahan
UNUBLITARUNUBLITAR Analisis AHP menunjukkan subkriteria dengan bobot tertinggi adalah keseragaman ukuran (K1) sebesar 0,370, diikuti oleh penyediaan kayu non‑cacat (K2)Analisis AHP menunjukkan subkriteria dengan bobot tertinggi adalah keseragaman ukuran (K1) sebesar 0,370, diikuti oleh penyediaan kayu non‑cacat (K2)
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Kuat tarik belah meningkat dari 2,95 MPa menjadi 5,63 MPa (90,8%), sedangkan kuat lentur meningkat dari 6,27 MPa menjadi 16,69 MPa (166%) pada balok kompositKuat tarik belah meningkat dari 2,95 MPa menjadi 5,63 MPa (90,8%), sedangkan kuat lentur meningkat dari 6,27 MPa menjadi 16,69 MPa (166%) pada balok komposit
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Pengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan merupakan pendekatan penting dan relevan untuk diterapkan di berbagai wilayah Indonesia, termasukPengembangan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan merupakan pendekatan penting dan relevan untuk diterapkan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk
STIMI BJMSTIMI BJM Program ini menekankan pentingnya kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, dengan melibatkan mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi UniversitasProgram ini menekankan pentingnya kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, dengan melibatkan mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas
PARAMADINAPARAMADINA Analisis kebutuhan dan desain sistem yang telah dilakukan memberikan kerangka kerja yang kokoh untuk fase implementasi dan pengujian selanjutnya. KeberhasilanAnalisis kebutuhan dan desain sistem yang telah dilakukan memberikan kerangka kerja yang kokoh untuk fase implementasi dan pengujian selanjutnya. Keberhasilan
IAIC PUBLISHERIAIC PUBLISHER Protokol CAKA berbasis Teknologi Blockchain untuk PoTS telah berhasil diusulkan, menawarkan fitur keamanan seperti desentralisasi, imutabilitas, dan anonimitas,Protokol CAKA berbasis Teknologi Blockchain untuk PoTS telah berhasil diusulkan, menawarkan fitur keamanan seperti desentralisasi, imutabilitas, dan anonimitas,
UNIMUNIM hasil terbesar pada tahun 2015, non performing loan pada PT. hasil terbesar pada tahun 2012 sampai tahun 2014 dan return on asset pada PT. hasil terbesarhasil terbesar pada tahun 2015, non performing loan pada PT. hasil terbesar pada tahun 2012 sampai tahun 2014 dan return on asset pada PT. hasil terbesar
Useful /
UNSURYAUNSURYA Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan webcam sebagai sensor visual, YOLOv8 untuk deteksi pelat nomor, OCR untuk ekstraksi karakter, dan Arduino NanoSistem yang dikembangkan mengintegrasikan webcam sebagai sensor visual, YOLOv8 untuk deteksi pelat nomor, OCR untuk ekstraksi karakter, dan Arduino Nano
UMSJUMSJ Perkembangan teknologi digital yang pesat mendorong transformasi sistem keuangan global, termasuk munculnya mata uang kripto sebagai instrumen transaksiPerkembangan teknologi digital yang pesat mendorong transformasi sistem keuangan global, termasuk munculnya mata uang kripto sebagai instrumen transaksi
UNSURYAUNSURYA Finally, certain elements, potentially including workload, also contribute to stress, highlighting the need for regular evaluation of task distributionFinally, certain elements, potentially including workload, also contribute to stress, highlighting the need for regular evaluation of task distribution
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Program Penguatan Soft Skill Leadership bagi Ibu–Ibu Penggerak Usaha Mikro di Ponrang Selatan telah berhasil dilaksanakan dan memberikan dampak nyataProgram Penguatan Soft Skill Leadership bagi Ibu–Ibu Penggerak Usaha Mikro di Ponrang Selatan telah berhasil dilaksanakan dan memberikan dampak nyata