POLMAN BANDUNGPOLMAN BANDUNG

JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur)JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur)

Mahasiswa merokok tampaknya sudah lazim dilihat di sekitar kampus-kampus di Indonesia. Namun, banyak penelitian menyatakan adanya dampak negatif merokok bagi kemampuan kognitif, fisik, kesehatan, dan sebagainya. Hal ini dapat berimbas pada kemampuan mahasiswa untuk belajar dengan optimal dan mendapatkan prestasi belajar yang terbaik. Kajian kondisi mengenai mahasiswa perokok dan bukan perokok di kampus Polman Bandung belum ada, apalagi yang juga menelaah prestasi belajarnya. Penelitian ini mengulas mengenai mahasiswa perokok dan bukan perokok serta gambarannya dengan prestasi belajar mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa pada bulan Mei 2023 dengan menggunakan link google form. Didapatkan 207 orang responden yang mengisi kuesioner, diantaranya ada 71 orang perokok dan 136 yang bukan perokok. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa yang bukan perokok memiliki prestasi belajar atau IPK yang lebih baik daripada mahasiswa perokok. Disarankan bahwa kampus dapat meminimalisasi peningkatan jumlah perokok untuk meningkatkan optimalisasi kemampuan mahasiswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa non-perokok di Polman Bandung memiliki prestasi belajar yang lebih baik secara signifikan dibandingkan mahasiswa perokok.Persentase mahasiswa non-perokok yang mencapai IPK ≥3,5 lebih tinggi (19,85%) dibandingkan mahasiswa perokok (5,63%).Selain itu, persentase mahasiswa perokok dengan IPK rendah (2-2,74) juga lebih tinggi (12,68%) dibandingkan mahasiswa non-perokok (5,88%).

Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk memahami mekanisme spesifik bagaimana merokok memengaruhi fungsi kognitif dan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini dapat menggunakan metode neuroimaging untuk mengidentifikasi perubahan pada otak mahasiswa perokok dibandingkan dengan non-perokok. Selain itu, penting untuk mengembangkan intervensi yang lebih efektif dan personalisasi untuk membantu mahasiswa berhenti merokok, dengan mempertimbangkan faktor-faktor psikologis dan sosial yang mendasari perilaku merokok mereka. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi peran dukungan sosial dari teman sebaya dan keluarga dalam keberhasilan program berhenti merokok di kalangan mahasiswa. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku merokok dan dampaknya pada prestasi belajar, kampus dapat merancang program pencegahan dan intervensi yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan kondusif bagi seluruh mahasiswa.

  1. JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur). perilaku merokok prestasi belajar mahasiswa polman bandung... doi.org/10.48182/jtrm.v7i1.180JTRM Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur perilaku merokok prestasi belajar mahasiswa polman bandung doi 10 48182 jtrm v7i1 180
  2. E cigarettes: Tar Wars: The (Tobacco) Empire Strikes Back | Archives of Disease in Childhood. cigarettes... doi.org/10.1136/archdischild-2018-315820E cigarettes Tar Wars The Tobacco Empire Strikes Back Archives of Disease in Childhood cigarettes doi 10 1136 archdischild 2018 315820
Read online
File size347.28 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test