KIPMIKIPMI

Communications in Science and TechnologyCommunications in Science and Technology

Tembaga (Cu) banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti pipa air minum, penukar panas, dan peralatan medis. Penelitian ini melakukan electrodeposisi Cu pada substrat paduan aluminium (Al) dengan pengaruh variasi kutub magnetik dan kecepatan rotasi. Berbagai analisis meliputi laju deposisi, efisiensi arus, ketebalan lapisan, morfologi permukaan, orientasi kristalografi, aktivitas antibakteri, perilaku elektrokimia, dan uji kekerasan dilakukan. Peningkatan kecepatan rotasi meningkatkan laju deposisi dan efisiensi arus pada kedua kutub magnetik. Kenaikan laju deposisi dari 12,83 menjadi 13,67 µm/jam menghasilkan peningkatan ketebalan serta perubahan morfologi permukaan dari sferoidal menjadi struktur berfaset. Rotasi medan magnetik yang lebih tinggi mengurangi kekasaran permukaan dan ukuran kristalit pada film Cu untuk kedua kutub. Film Cu yang diproduksi tanpa magnet berputar menunjukkan zona inhibisi bakteri terbesar sekitar 2,50 ± 0,56 cm². Sampel CuRN50 memiliki laju korosi terendah sekitar 0,055 mmpy, sedangkan sampel CuRS100 memiliki nilai kekerasan tertinggi sekitar 80,72 HV dengan ukuran kristalit terkecil. Pelapisan Cu pada paduan Al meningkatkan sifat antimikroba, ketahanan korosi, dan kekerasan material.

Penelitian ini berhasil memproduksi lapisan tembaga pada substrat paduan aluminium dengan bantuan medan magnet berputar pada berbagai kecepatan rotasi dan kutub magnet, dimana peningkatan kecepatan rotasi meningkatkan laju deposisi, efisiensi arus, serta menurunkan ukuran kristalit.Sampel tanpa pengaruh magnet berputar menghasilkan morfologi sferoidal dan zona inhibisi bakteri terbesar, sementara peningkatan kandungan oksigen pada lapisan tembaga berbanding lurus dengan penurunan laju korosi dan peningkatan kekerasan.Disarankan untuk melakukan electrodeposisi tembaga dengan medan magnet berputar dengan kecepatan lebih tinggi dari 100 rpm pada penelitian selanjutnya.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh kecepatan rotasi magnetik yang lebih tinggi (misalnya 150–300 rpm) terhadap laju deposisi, ukuran kristalit, dan sifat antibakteri lapisan tembaga pada paduan aluminium. Selain itu, perlu dipelajari bagaimana variasi intensitas medan magnet (misalnya 0,1–0,5 T) memodulasi pembentukan oksigen pada permukaan tembaga dan konsekuensinya terhadap laju korosi serta efektivitas antimikroba. Penelitian juga dapat memperluas evaluasi aktivitas antibakteri dengan menguji lapisan tembaga terhadap bakteri Gram‑negatif serta strain klinis yang resisten, untuk menilai spektrum luas aplikasi medis.

  1. Rotating speed and magnetic pole dependency assisted on copper deposition onto aluminum alloy substrate... cst.kipmi.or.id/journal/article/view/1547Rotating speed and magnetic pole dependency assisted on copper deposition onto aluminum alloy substrate cst kipmi journal article view 1547
Read online
File size1.84 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test