KIPMIKIPMI
Communications in Science and TechnologyCommunications in Science and TechnologyKulit cacao mengandung senyawa bioaktif seperti asam fenolik dan flavonoid. Penelitian ini mengevaluasi potensi ekstraksi senyawa bioaktif dari kulit cacao menggunakan pelarut konvensional serta pelarut hijau berupa deep eutectic solvent (DES) (klorida kolin: asam laktat). Secara khusus, model kinetik ekstraksi dan parameternya dipelajari karena penting untuk skala industri. Ekstraksi dilakukan dengan pelarut konvensional (etanol, metanol, n‑heksana, dan air) serta DES dengan konsentrasi 100 % dan 70 %, dimana DES 100 % menghasilkan total phenolic content tertinggi sebesar 337,92 ± 9,55 mg GAE/g berat kering. Model pseudo‑second‑order dan model Peleg memberikan kecocokan terbaik dengan nilai R² tinggi. DES 70 % menghasilkan total flavonoid tertinggi sebesar 76,51 ± 1,59 mg RE/g berat kering. Spektroskopi FT‑IR dan Raman mengkonfirmasi keberadaan senyawa bioaktif dalam ekstrak berbasis DES, menunjukkan pita vibrasi khas struktur polifenol, termasuk gugus hidroksil (‑OH), karbonil (C=O), dan ikatan aromatik C=C yang umum pada quercetin dan senyawa bioaktif lainnya.
Penelitian ini menunjukkan bahwa deep eutectic solvent (DES) berbasis klorida kolin dan asam laktat memiliki potensi tinggi untuk mengekstrak senyawa bioaktif dari kulit cacao, dengan DES 100 % memberikan total phenolic content tertinggi dan DES 70 % menghasilkan flavonoid terbanyak.Analisis kinetik mengindikasikan bahwa model pseudo‑second‑order dan Peleg memberikan kesesuaian terbaik dengan data percobaan, menandakan keduanya cocok untuk menggambarkan mekanisme ekstraksi meskipun sifat fisik‑kimia solvent berbeda.Hasil karakterisasi grup fungsi mengonfirmasi keberadaan senyawa fenolik seperti quercetin, mendukung penggunaan DES sebagai pelarut hijau yang selektif, dan menyarankan penelitian lanjutan untuk identifikasi senyawa spesifik serta optimalisasi formulasi DES bagi aplikasi makanan, farmasi, dan kosmetik.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki identifikasi senyawa bioaktif individu dalam ekstrak DES menggunakan teknik LC‑MS atau NMR untuk menentukan profil komposisi secara detail. Selanjutnya, perlu dilakukan optimasi formulasi DES dengan memvariasikan rasio donor‑dan‑akseptor hidrogen serta kadar air guna meningkatkan selektivitas ekstraksi terhadap senyawa target tertentu seperti quercetin atau galat. Akhirnya, studi skala industri harus mengkaji aspek ekonomi, lingkungan, dan keamanan proses ekstraksi berbasis DES, termasuk penilaian dampak energi, limbah, serta penerapan hasil ekstrak dalam produk makanan, farmasi, atau kosmetik untuk menilai nilai tambah komersial.
| File size | 774.3 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTADUNTAD Hasil serupa juga dapat dilihat pada aktivitas antibakteri, dimana ashitaba yang dikeringkan menggunakan oven mempunyai aktivitas antibakteri lebih besarHasil serupa juga dapat dilihat pada aktivitas antibakteri, dimana ashitaba yang dikeringkan menggunakan oven mempunyai aktivitas antibakteri lebih besar
UnwahasUnwahas Uji aktivitas antioksidan serum menunjukkan nilai IC50 terbaik yaitu pada sediaan serum F2 dan F3 berturut‑turut adalah sebesar 394,98 dan 412,96 ppm.Uji aktivitas antioksidan serum menunjukkan nilai IC50 terbaik yaitu pada sediaan serum F2 dan F3 berturut‑turut adalah sebesar 394,98 dan 412,96 ppm.
UnwahasUnwahas Tanaman kapulaga jawa (Amomum compactum) memiliki aktivitas farmakologi yang berpotensi sebagai antiinflamasi berdasarkan uji in vitro. Studi ini bertujuanTanaman kapulaga jawa (Amomum compactum) memiliki aktivitas farmakologi yang berpotensi sebagai antiinflamasi berdasarkan uji in vitro. Studi ini bertujuan
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Kegiatan PkM pemanfaatan jamu KU-HE-SE berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak positif terhadap stamina dan kesehatan, meningkatkanKegiatan PkM pemanfaatan jamu KU-HE-SE berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak positif terhadap stamina dan kesehatan, meningkatkan
UNSIQUNSIQ cystidiosus sebagai inhibitor enzim α-glukosidase melalui pendekatan molecular docking in silico. Struktur tiga dimensi senyawa dan enzim target dianalisiscystidiosus sebagai inhibitor enzim α-glukosidase melalui pendekatan molecular docking in silico. Struktur tiga dimensi senyawa dan enzim target dianalisis
KIPMIKIPMI Nanokomposit disintesis menggunakan teknik ultrasonik sederhana dan dianalisis dengan difraksi sinar‑X (XRD), mikroskop elektron pemindaian (SEM), sertaNanokomposit disintesis menggunakan teknik ultrasonik sederhana dan dianalisis dengan difraksi sinar‑X (XRD), mikroskop elektron pemindaian (SEM), serta
UNIVAL CILEGONUNIVAL CILEGON Dalam penelitian ini, ragi yang digunakan adalah ragi tape, dengan perlakuan variasi waktu fermentasi selama 24 jam dan 36 jam. Pengujian yang dilakukanDalam penelitian ini, ragi yang digunakan adalah ragi tape, dengan perlakuan variasi waktu fermentasi selama 24 jam dan 36 jam. Pengujian yang dilakukan
UNIPASUNIPAS Rancangan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan menempatkan kultivar sebagai faktor pertama, (C) meliputi: C1(Beta-2), C2(KuninganRancangan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan menempatkan kultivar sebagai faktor pertama, (C) meliputi: C1(Beta-2), C2(Kuningan
Useful /
UNSIQUNSIQ Kegiatan pelatihan planting craft di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Malang berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi santriwati dalamKegiatan pelatihan planting craft di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Malang berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta motivasi santriwati dalam
UNSIQUNSIQ Stabilitas fisik clay mask yang mengandung serbuk biji salak Wedi telah baik dengan penyimpanan pada suhu dingin atau di dalam kulkas. Adanya aktivitasStabilitas fisik clay mask yang mengandung serbuk biji salak Wedi telah baik dengan penyimpanan pada suhu dingin atau di dalam kulkas. Adanya aktivitas
UNSIQUNSIQ Dengan pelatihan ini, anggota KWT tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam budidaya pertanian yang efisien, tetapi juga kemampuan untuk memasarkanDengan pelatihan ini, anggota KWT tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam budidaya pertanian yang efisien, tetapi juga kemampuan untuk memasarkan
KIPMIKIPMI Analisis FTIR dan HPLC memastikan kesamaan struktur antara ekstrak dan saponin komersial. Selain itu, saponin yang diekstraksi secara efektif melarutkanAnalisis FTIR dan HPLC memastikan kesamaan struktur antara ekstrak dan saponin komersial. Selain itu, saponin yang diekstraksi secara efektif melarutkan