UNIPASUNIPAS

Agro Bali : Agricultural JournalAgro Bali : Agricultural Journal

Ubi jalar mempunyai pertumbuhan daun secara horizontal, sehingga daun menumpuk dan tumpang tindih oleh karena itu perlu dilakukan pemangkasan atau Defoliasi. Defoliasi dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi laju pertumbuhan vegetatif, karena tingkat pertumbuhan vegetatif yang tidak diimbangi oleh pertumbuhan generatif akan menyebabkan penurunan hasil umbi ubi jalar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang pengaruh perbedaan defoliasi pada tiga kultivar ubi jalar terhadap hasil, serta menentukan tingkat defoliasi daun yang tepat dari ketiga kultivar ubi jalar. Rancangan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan menempatkan kultivar sebagai faktor pertama, (C) meliputi: C1(Beta-2), C2(Kuningan Merah), C3(BIS OP-61-OP-22). Faktor kedua defoliasi (D), yaitu: D1(Defoliasi 16 MST), D2(Defoliasi 12 MST), D3(Defoliasi 8 MST), dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Harga RGR yang tinggi diikuti oleh nilai ULR yang besar, yang berarti bahwa perimbangan bahan tanaman baru terkait dengan kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis. Nilai kultivar Beta-2 RGR (8-4) = 71 mg.g-¹.hari-¹, Kuningan Merah ULR′ (8-12) = 65 mg.cm-². Kultivar BIS OP-61-OP-22 menghasilkan kriteria umbi Besar (51.22 umbi.plot-1) dan kriteria umbi Sedang (44.33 umbi.plot-1). Kultivar Beta-2 menghasilkan kriteria umbi Kecil (45.56 umbi.plot-1). Rasio R/F dari kultivar BIS OP-61-OP-22 R/F > 1,5 ± 2,0 (tujuan ganda tinggi), kultivar Beta-2 dan Kuningan Merah, R/F > 3,0 (produksi akar tinggi).

Nilai RGR yang tinggi diikuti oleh harga ULR yang besar, yang berarti perimbangan bahan tanaman baru terkait dengan kemampuan tanaman untuk melakukan fotosintesis.Kultivar BIS OP-61-OP-22 menghasilkan kriteria umbi Besar dan Sedang, sementara Beta-2 menghasilkan kriteria umbi Kecil.Rasio R/F pada kultivar BIS OP-61-OP-22 menunjukkan hasil umbi tinggi, sedangkan Beta-2 dan Kuningan Merah memproduksi akar tinggi.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji pengaruh defoliasi pada berbagai tingkat pemupukan, terutama pemupukan nitrogen, untuk mengoptimalkan keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan generatif pada kultivar ubi jalar yang berbeda. Studi lanjutan juga dapat difokuskan pada analisis genetik untuk mengidentifikasi gen-gen yang terkait dengan respons terhadap defoliasi, sehingga memungkinkan seleksi kultivar ubi jalar yang lebih adaptif dan produktif. Selain itu, perlu dilakukan penelitian mengenai dampak defoliasi terhadap kualitas umbi ubi jalar, seperti kandungan pati, gula, dan senyawa bioaktif lainnya, untuk memastikan bahwa praktik defoliasi tidak mengurangi nilai gizi dan fungsional umbi.

  1. EFEK DEFOLIASI TERHADAP LAJU PERIMBANGAN TANAMAN UBI JALAR | Indawan | Agro Bali : Agricultural Journal.... doi.org/10.37637/ab.v3i2.609EFEK DEFOLIASI TERHADAP LAJU PERIMBANGAN TANAMAN UBI JALAR Indawan Agro Bali Agricultural Journal doi 10 37637 ab v3i2 609
  1. #rantai pasok#rantai pasok
  2. #ubi jalar#ubi jalar
Read online
File size515.04 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2v7
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test