JOMPARNDJOMPARND

One moment, please...One moment, please...

Kondisi sosial di Distrik Sorong Kepulauan menunjukkan masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang kesetaraan gender dan peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas kekerasan. Untuk menjawab tantangan ini, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan keluarga dalam mewujudkan suasana rumah tangga yang harmonis dan tanpa kekerasan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tiga tahap utama, yaitu identifikasi dan survei, pemberian materi edukatif, serta pembuatan media edukasi. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik secara fisik maupun psikologis, masih kerap terjadi secara berulang. Fakta ini menegaskan perlunya intervensi edukatif yang berbasis data untuk meningkatkan kesadaran dan ketahanan sosial di tingkat keluarga. Edukasi yang diberikan bertujuan membangun relasi yang adil dan empatik dalam keluarga, serta mendorong terbentuknya masyarakat yang aman, inklusif, dan menghormati hak-hak perempuan dan anak. Media edukasi yang dikembangkan juga berfungsi sebagai alat bantu untuk mendeteksi dini potensi kekerasan serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan.

Kegiatan pengabdian masyarakat menemukan bahwa perempuan dan anak di Distrik Sorong Kepulauan terus mengalami kekerasan fisik dan psikologis.Hasil survei menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak—khususnya kekerasan fisik dan mental yang berulang—masih menjadi masalah besar.Diharapkan bahwa melalui dedukasi langsung akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender dan perlindungan bagi perempuan dan anak.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai faktor-faktor sosial budaya yang berkontribusi terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak di Distrik Sorong Kepulauan, termasuk norma-norma patriarki dan praktik tradisional yang merugikan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada efektivitas berbagai intervensi pencegahan kekerasan, seperti program pendidikan gender di sekolah dan pelatihan keterampilan hidup bagi perempuan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran media massa dan media sosial dalam membentuk persepsi masyarakat tentang kekerasan gender dan mendorong perubahan perilaku positif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam untuk merumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta membangun masyarakat yang lebih adil dan inklusif.

  1. Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuaan dan Anak di Kelurahan Bakunase | Kelimutu Journal of Community... doi.org/10.35508/kjcs.v2i2.8922Upaya Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuaan dan Anak di Kelurahan Bakunase Kelimutu Journal of Community doi 10 35508 kjcs v2i2 8922
  2. PENDIDIKAN BERBASIS GENDER DALAM KELUARGA MASYARAKAT ACEH | Kiram | Community : Pengawas Dinamika Sosial.... doi.org/10.35308/jcpds.v6i2.2503PENDIDIKAN BERBASIS GENDER DALAM KELUARGA MASYARAKAT ACEH Kiram Community Pengawas Dinamika Sosial doi 10 35308 jcpds v6i2 2503
  3. Animasi Edukasi Bahaya Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak | Jurnal Media Informatika. animasi edukasi... doi.org/10.55338/jumin.v4i1.402Animasi Edukasi Bahaya Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak Jurnal Media Informatika animasi edukasi doi 10 55338 jumin v4i1 402
  4. Sawwa: Jurnal Studi Gender. kekerasan perempuan rumah tangga perspektif sosio budaya agama sawwa jurnal... doi.org/10.21580/sa.v11i2.1452Sawwa Jurnal Studi Gender kekerasan perempuan rumah tangga perspektif sosio budaya agama sawwa jurnal doi 10 21580 sa v11i2 1452
Read online
File size1.04 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test