UKiPUKiP
EIRENE : Jurnal Ilmiah TeologiEIRENE : Jurnal Ilmiah TeologiTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman jemaat Maranatha Malagubtuk tentang perjamuan kudus dan juga kategorisasi yang harus dimengerti oleh jemaat, karena Sakramen merupakan janji dan tanda yang dilampirkan kepada mereka atau tanda ilahi yang ditetapkan dan janji akan pengampunan dosa. Melalui Perjamuan Kudus maka kita kembali hendak diingatkan akan pengorbanan Kristus bagi kita. Karena itu di dalam Perjamuan Kudus yang harus kita pandang bukanlah terutama roti dan anggur yang kelihatan, melainkan Yesus Kristus sendiri sebagai roti dan anggur yang tidak kelihatan. Di sinilah persekutuan kita dengan-Nya diteguhkan kembali dan demikian pula persekutuan kita dengan orang-orang percaya lainnya. Penghiburan, kekuatan serta kesembuhan bukanlah datang dari roti dan anggur melainkan dari Kristus sendiri yang kita terima dengan iman. Dari hasil penelitian yang dilakukan di jemaat Maranatha Malagubtuk dengan jumlah populasi jemaat sebanyak 198 dan jumlah populasi yang dibutuhkan dalam penelitian berjumlah 30 orang. Penemuan permasalahan utama di lapangan adalah pemahaman yang masih minim tentang perjamuan kudus, dan ada pula nilai-nilai budaya yang menghambat pernikahan bagi pasangan suami istri dalam nikah kudus, maka saran dan solusi yang peneliti berikan adalah perlu adanya pembinaan pada jemaat, dan penjelasan tentang dua nilai yang berbeda yaitu, nilai budaya dalam hal ini adat istiadat dan gereja harus dipisahkan, hal tersebut perlu dijelaskan dengan baik dalam bentuk sosialisasi kepada jemaat.
Pemahaman warga jemaat Maranatha Malagubtuk tentang perjamuan kudus cukup baik, mereka menanggap perjamuan kudus merupakan suatu tanda penebusan dosa melalui kematian dan kebangkitan Yesus, maka bagi umat yang percaya harus mengikuti perjamuan kudus, makan roti dan anggur sebagai suatu simbol daging dan darah Yesus.Dari hasil penelitian dengan 30 responden di jemaat Maranatha Malagubtuk terdapat hasil positif, namun masih ada warga jemaat yang belum memahami pentingnya perjamuan kudus, karena mereka mempersatukan nilai budaya dan agama, sebagaimana penemuan di lapangan ada beberapa keluarga yang belum menikah karena belum ada penyelesaian maskawin, serta beberapa yang tidak bersedia mengikuti perjamuan kudus karena perbuatan dosa mereka.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan pendidikan agama yang lebih inklusif untuk mengatasi kesenjangan pemahaman antara nilai budaya dan nilai keagamaan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak penggunaan teknologi digital dalam proses sosialisasi perjamuan kudus kepada generasi muda. Terakhir, penelitian bisa mengkaji bagaimana integrasi antara tradisi lokal dan praktik keagamaan dapat memperkuat identitas jemaat tanpa mengorbankan prinsip dasar iman Kristen.
- Yang Terlupakan dan Terabaikan: Dimensi Eskatologis Perjamuan Kudus | Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan.... doi.org/10.36421/veritas.v12i1.241Yang Terlupakan dan Terabaikan Dimensi Eskatologis Perjamuan Kudus Veritas Jurnal Teologi dan Pelayanan doi 10 36421 veritas v12i1 241
- Menikmati Perjamuan Kudus : Pengajaran Perjamuan Kudus menurut John Calvin dan Sumbangsihnya bagi Kehidupan... doi.org/10.36421/veritas.v8i2.187Menikmati Perjamuan Kudus Pengajaran Perjamuan Kudus menurut John Calvin dan Sumbangsihnya bagi Kehidupan doi 10 36421 veritas v8i2 187
- Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan. perjamuan kudus korintus sikap beribadah jemaat... sttexcelsius.ac.id/e-journal/index.php/excelsisdeo/article/view/110Excelsis Deo Jurnal Teologi Misiologi dan Pendidikan perjamuan kudus korintus sikap beribadah jemaat sttexcelsius ac e journal index php excelsisdeo article view 110
- Perjamuan Kudus Sebagai Sarana Pastoral Bagi Penderita Penyakit Terminal Illness di HKBP | Fidei: Jurnal... doi.org/10.34081/fidei.v4i2.161Perjamuan Kudus Sebagai Sarana Pastoral Bagi Penderita Penyakit Terminal Illness di HKBP Fidei Jurnal doi 10 34081 fidei v4i2 161
| File size | 477.28 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
STTSETIASTTSETIA Transformasi yang dihasilkan tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga etis dan praksis, terlihat dalam meningkatnya komitmen terhadap integritas, transparansi,Transformasi yang dihasilkan tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga etis dan praksis, terlihat dalam meningkatnya komitmen terhadap integritas, transparansi,
STFTKIJNESTFTKIJNE Sebaliknya, ketidaktegasan dalam meyakini kebenaran Alkitab berpotensi menciptakan relativisme moral dalam pendidikan iman anak. Oleh karena itu, penguatanSebaliknya, ketidaktegasan dalam meyakini kebenaran Alkitab berpotensi menciptakan relativisme moral dalam pendidikan iman anak. Oleh karena itu, penguatan
UNIPASBYUNIPASBY Munggah Molo sangat kaya dalam simbolisme budaya Jawa yang dapat dilihat dari persembahan seperti bendera merah putih, pisang 7 jenis, kelapa, tebu, bungaMunggah Molo sangat kaya dalam simbolisme budaya Jawa yang dapat dilihat dari persembahan seperti bendera merah putih, pisang 7 jenis, kelapa, tebu, bunga
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Dari pergumulan ini, muncul Kontroversi Arian pada abad ke-4, melibatkan Arius dan Athanasius. Arius berpendapat bahwa Ketuhanan Bapa dan Anak tidak selaluDari pergumulan ini, muncul Kontroversi Arian pada abad ke-4, melibatkan Arius dan Athanasius. Arius berpendapat bahwa Ketuhanan Bapa dan Anak tidak selalu
UNHASUNHAS Dengan demikian, ia meningkatkan studi hukum dengan menyoroti kerangka kerja etis untuk rekonsiliasi legislatif dan yudisial antara kesetaraan konstitusionalDengan demikian, ia meningkatkan studi hukum dengan menyoroti kerangka kerja etis untuk rekonsiliasi legislatif dan yudisial antara kesetaraan konstitusional
IAIN MADURAIAIN MADURA Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan utama dan solusi strategis untuk pemberdayaan perempuan melalui keuangan sosial Islam serta memproyeksikanPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan utama dan solusi strategis untuk pemberdayaan perempuan melalui keuangan sosial Islam serta memproyeksikan
JURNALHUKUMDANPERADILANJURNALHUKUMDANPERADILAN Praktik adat yang masih kuat seringkali berbenturan dengan prinsip-prinsip kesetaraan gender dalam hukum Islam. Model pengembangan kesetaraan gender yangPraktik adat yang masih kuat seringkali berbenturan dengan prinsip-prinsip kesetaraan gender dalam hukum Islam. Model pengembangan kesetaraan gender yang
IAIN SALATIGAIAIN SALATIGA Hasil kajian menunjukkan bahwa ada kontinuitas norma-norma agama Nasrani dalam pembangunan wacana hukum Islam/fiqh, sehingga norma-norma agama NasraniHasil kajian menunjukkan bahwa ada kontinuitas norma-norma agama Nasrani dalam pembangunan wacana hukum Islam/fiqh, sehingga norma-norma agama Nasrani
Useful /
STTSETIASTTSETIA Persekutuan digital yang konsisten memperkuat relasi pastoral, meningkatkan kerinduan bersekutu, dan menumbuhkan pemahaman teologis yang lebih mendalamPersekutuan digital yang konsisten memperkuat relasi pastoral, meningkatkan kerinduan bersekutu, dan menumbuhkan pemahaman teologis yang lebih mendalam
STTSETIASTTSETIA Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan tiga tahapan yaitu observasi, pembinaan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkanMetode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan tiga tahapan yaitu observasi, pembinaan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Dengan demikian, metode pengamatan tanaman efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran aqidah untuk memperkuat internalisasi nilai tauhid rububiyahDengan demikian, metode pengamatan tanaman efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran aqidah untuk memperkuat internalisasi nilai tauhid rububiyah
UAJMUAJM Sebagai destinasi wisata, Kabupaten Gowa telah mengelola potensi wisata yang ada, seperti keindahan alam, budaya khas, dan nilai-nilai yang dipegang masyarakatSebagai destinasi wisata, Kabupaten Gowa telah mengelola potensi wisata yang ada, seperti keindahan alam, budaya khas, dan nilai-nilai yang dipegang masyarakat