POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA

gema kesehatangema kesehatan

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksius kronis yang utamanya menyerang paru-paru, disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pemeriksaan High Sensitivity C-Reactive Protein (hs-CRP) dan monosit dapat digunakan untuk mengetahui terjadinya inflamasi pada pasien tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hs-CRP dengan monosit pada pasien tuberkulosis setelah pengobatan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 15 pasien. Hasil pemeriksaan menunjukkan nilai rata-rata hs-CRP 3,22 mg/L dan rata-rata monosit 540,80 mm3. Analisis data menggunakan uji Shapiro-wilk dan korelasi Pearson product moment. Hasil uji Pearson product moment menunjukkan nilai signifikasi 0,037 dengan koefisien korelasi 0,542. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi positif yang kuat antara hs-CRP dan monosit pada pasien tuberkulosis setelah pengobatan.

Penelitian ini menunjukkan adanya korelasi antara kadar hs-CRP dan monosit pada pasien tuberkulosis setelah pengobatan.Peningkatan hs-CRP mengindikasikan adanya peradangan yang masih berlangsung, sementara jumlah monosit mencerminkan respons imun terhadap infeksi.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pemantauan biomarker inflamasi dan sel imun pada pasien tuberkulosis selama dan setelah pengobatan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan beragam untuk memperkuat generalisasi temuan. Kedua, studi longitudinal diperlukan untuk melacak perubahan kadar hs-CRP dan monosit seiring waktu selama pengobatan tuberkulosis, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika inflamasi dan respons imun. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor lain seperti status nutrisi, komorbiditas, dan genetik dalam memengaruhi korelasi antara hs-CRP dan monosit pada pasien tuberkulosis. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif tentang patofisiologi tuberkulosis dan membantu mengoptimalkan strategi pengobatan untuk mencapai hasil yang lebih baik bagi pasien.

  1. gema kesehatan. korelasi high sensitivity reactive protein hs crp monosit pasien tuberkulosis pengobatan... gk.jurnalpoltekkesjayapura.com/gk/article/view/488gema kesehatan korelasi high sensitivity reactive protein hs crp monosit pasien tuberkulosis pengobatan gk jurnalpoltekkesjayapura gk article view 488
  2. One moment, please.... one moment please wait request verified ekalaya.nindikayla.com/index.php/home/article/view/57One moment please one moment please wait request verified ekalaya nindikayla index php home article view 57
Read online
File size179.63 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test