POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA

gema kesehatangema kesehatan

Keberadaan mikroorganisme dalam urin menjadi indikator utama infeksi saluran kemih (ISK). ISK disebabkan oleh berbagai macam bakteri seperti Eschericia coli, Klebsiella sp, Proteus sp, Providensia, Citrobacter, Pseudomonas aeruginosa, Acinetobacter, Enterococcus faecali, dan Staphylococcus saprophyticus. Lonjakan kasus resistensi antibiotik dan kemunculan patogen multidrug-resistant (MDR) pada ISK berkorelasi erat dengan tingginya insiden pemberian terapi antibiotik empiris yang kurang tepat. Praktik peresepan antibiotik tanpa diawali uji mengakibatkan inefektivitas penanganan ISK. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bakteri E. coli sebagai penyebab ISK pada urin pasien penderita ISK serta membandingkan tingkat sensitivitas E. coli terhadap dua jenis antibiotik, yaitu Ciprofloxacin dan Cefixime. Metode yang digunakan adalah metode kultur dengan media Eosin Methilen Blue dan disk cakram. Sampel diperoleh sebanyak 13 sampel ISK dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada 9 sampel positif E. coli dan dengan tingkat sensitivitas pada antibiotik Ciprofloxacin sebanyak lima sampel (58%) sensitif, Intermediet satu sampel (11%), Resisten tiga sampel (33%) dan uji sensitivitas antibiotik Cefixime resisten sembilan sampel (100%). Penelitian ini disimpulkan pada penderita ISK ditemukan bakteri E. coli dan terdapatnya perbandingan antara hasil uji sensitivitas antibiotik Ciprofloxacin dan antibiotik Cefixim terhadap bakteri E. coli.

coli dan dua Klebsiella sp pada penderita infeksi saluran kemih, serta menemukan perbedaan signifikan dalam sensitivitas antibiotik Ciprofloxacin dan Cefixime terhadap E.Penelitian selanjutnya dapat meningkatkan kualitas dengan menggunakan metode terbaru dan memperluas jumlah responden untuk uji sensitivitas antibiotik yang lebih akurat.

Penelitian lanjutan dapat meneliti efektivitas penggunaan metode molekuler seperti PCR real‑time untuk mendeteksi gen resistensi pada E. coli secara cepat, sehingga mempercepat keputusan terapi pada pasien ISK. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang membandingkan kombinasi antibiotik Ciprofloxacin dengan agen adjuvan non‑antibiotik (misalnya asam fosfat) untuk mengevaluasi potensi sinergi dalam mengatasi strain E. coli yang resisten terhadap Cefixime. Selain itu, penelitian observasional multi‑pusat dengan sampel lebih besar dapat mengkaji faktor risiko demografis dan klinis yang berhubungan dengan munculnya resistensi terhadap kedua antibiotik, guna menyusun pedoman empiris yang lebih tepat dalam praktek peresepan di wilayah Indonesia.

  1. Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Penyebab ISK Pada Wanita Hamil Di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar | Fakumi... fmj.fk.umi.ac.id/index.php/fmj/article/view/49Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Penyebab ISK Pada Wanita Hamil Di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Fakumi fmj fk umi ac index php fmj article view 49
  2. Prevalence of bacterial isolates and change in their antibiotic susceptibility patterns in urinary tract... jchm.in/archive/volume/10/issue/4/article/14172Prevalence of bacterial isolates and change in their antibiotic susceptibility patterns in urinary tract jchm in archive volume 10 issue 4 article 14172
  3. "Update in Laboratory Diagnosis of Urinary Tract Infection" by Weny Rinawati and Diana Aulia.... doi.org/10.7454/jpdi.v9i2.319Update in Laboratory Diagnosis of Urinary Tract Infection by Weny Rinawati and Diana Aulia doi 10 7454 jpdi v9i2 319
Read online
File size230 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test