UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Studi banding ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara aktivitas antikolesterol dari ekstrak buah pepino (Solanum muricatum Ait) dan ekstrak buah strawberry (Fragaria x ananassa D) pada tikus putih jantan hiperkolesterolemia. Pengujian antikolesterol dilakukan terhadap lima kelompok hewan percobaan yang masing-masing terdiri dari kelompok normal, kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif dan kelompok uji. Untuk ekstrak buah strawberry dosis uji adalah 0,5755 gram/Kg BB Tikus dan 1,151 gram/Kg BB Tikus. Untuk buah pepino dengan dosis uji adalah 1.7028 g/KgBB dan 3,4056 g/KgBB. Ekstrak buah strawberry dan pepino diberikan secara oral selama 21 hari terhadap hewan percobaan yang diberi makanan tinggi kolesterol dan propiltiourasil 10 mg/KgBB. Kadar kolesterol diukur dengan menggunakan metode CHOD-PAP Enzymatic Colorimeter Test. Analisis data menggunakan metode ANAVA dan Uji Lanjut LSD (Least Significant Differences). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah strawberry dengan dosis 0,5755 gram/Kg BB Tikus memberikan efek antikolesterol sebesar 69,778% dan dosis 1,151 gram/Kg BB Tikus sebesar 74,541%, sedangkan untuk kelompok kontrol positif yang diberi simvastatin efek antikolesterol sebesar 75,416%. Sementara untuk ekstrak buah Pepino dosis 1.7028 g/KgBB memberikan aktivitas antikolesterol sebesar 74,78 %, dan untuk dosis 3,4056 g/KgBB memberikan aktivitas kolesterol sebesar 69,86 %. Sedangkan untuk kelompok kontrol positif memberikan aktivitas antikolesterol sebesar 76,79 %.

Berdasarkan hasil penelitian uji antikolesterol dari buah pepino dan strawberry dapat disimpulkan bahwa efek antihiperkolesterolemia dosis uji I pada buah pepino lebih baik dari dosis uji II, dengan efek yang relatif sama dengan kontrol positif.Selain itu, efek antihiperkolesterolemia dosis uji II pada buah strawberry lebih baik dari dosis uji I, dan juga memiliki efek yang relatif sama dengan kontrol positif.Penelitian ini memberikan dasar untuk pengembangan lebih lanjut terkait potensi buah-buahan tersebut dalam mengatasi hiperkolesterolemia.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa spesifik, terutama jenis flavonoid, yang bertanggung jawab atas aktivitas antikolesterol pada buah pepino dan strawberry. Selain pengukuran kolesterol total, penelitian selanjutnya sebaiknya mencakup analisis profil lipid yang lebih komprehensif, termasuk kadar HDL, LDL, dan trigliserida, untuk memahami efek buah-buahan ini terhadap metabolisme lipid secara keseluruhan. Lebih lanjut, studi in vitro dan in vivo yang lebih mendalam diperlukan untuk menginvestigasi mekanisme aksi molekuler dari ekstrak buah pepino dan strawberry dalam menurunkan kadar kolesterol, termasuk pengaruhnya terhadap penyerapan kolesterol di usus, sintesis kolesterol di hati, dan ekskresi kolesterol. Penelitian ini dapat membuka peluang pengembangan terapi alami yang efektif dan aman untuk mengatasi masalah kolesterol tinggi di masyarakat.

Read online
File size508.66 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test