JURNALPERIKANANKAMASANJURNALPERIKANANKAMASAN
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional ServicesJurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional ServicesWilayah pesisir Biak Barat di Papua memiliki potensi ekosistem terumbu karang yang besar namun belum banyak dikaji dibandingkan wilayah Biak Timur dan Kepulauan Padaido. Pemahaman terhadap kondisi ekologi terumbu karang dan ikan karang di kawasan ini penting sebagai dasar pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menilai kondisi komunitas terumbu karang dan ikan karang di pesisir Biak Barat serta memberikan gambaran status ekosistem sebagai dasar kebijakan konservasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tutupan karang hidup di perairan Biak Barat berdasarkan metode LIT bervariasi antara 24,33% hingga 62,83%, dengan rata-rata 46,20% yang termasuk kategori sedang.Inventarisasi ikan karang mencatat 104 jenis dari 19 famili, dengan 99 jenis terdeteksi pada lima stasiun pengamatan.Secara umum, kondisi terumbu karang di wilayah Biak Barat masih tergolong cukup produktif dan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, meskipun terdapat indikasi tekanan ekologis di beberapa lokasi.Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan terumbu karang secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan manfaat ekonominya bagi masyarakat pesisir.
Untuk mendukung kebijakan pengelolaan yang lebih efektif, penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan memperluas cakupan lokasi, memasukkan parameter oseanografi seperti suhu, arus, dan kekeruhan, serta melaksanakan pemantauan jangka panjang untuk melihat dinamika perubahan kondisi ekosistem terumbu karang secara berkelanjutan. Selain itu, optimalisasi pengelolaan ekosistem terumbu karang, perlindungan dan rehabilitasi habitat terumbu karang, serta peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat pesisir dalam menjaga kelestarian ekosistem juga menjadi saran yang penting untuk dipertimbangkan.
| File size | 503.51 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
USUUSU Namun, muncul inisiatif lokal seperti bank sampah, perdagangan kecil, dan gagasan ecotourism yang mencerminkan potensi adaptif masyarakat. Penguatan kapasitasNamun, muncul inisiatif lokal seperti bank sampah, perdagangan kecil, dan gagasan ecotourism yang mencerminkan potensi adaptif masyarakat. Penguatan kapasitas
JURNALPERIKANANKAMASANJURNALPERIKANANKAMASAN Penelitian ini menunjukkan bahwa usaha penangkapan ikan cakalang oleh nelayan Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Sanoba masih terbatas pada wilayah perairanPenelitian ini menunjukkan bahwa usaha penangkapan ikan cakalang oleh nelayan Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Sanoba masih terbatas pada wilayah perairan
EJURNALILMIAHEJURNALILMIAH Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi optimalisasi potensi ikan lele melalui pendekatan ekonomi kreatif di Desa Pasar 60, Nagari Batang Arah Tapan,Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi optimalisasi potensi ikan lele melalui pendekatan ekonomi kreatif di Desa Pasar 60, Nagari Batang Arah Tapan,
STIEMADANISTIEMADANI Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menjelaskan network capability pada UKM di kedua desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menjelaskan network capability pada UKM di kedua desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan
LEMHANNASLEMHANNAS Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perubahan iklim terhadap kelayakan industri perikanan di Asia, Oseania, Afrika, dan Amerika, denganPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perubahan iklim terhadap kelayakan industri perikanan di Asia, Oseania, Afrika, dan Amerika, dengan
UMBJMUMBJM Kemampuan perangkat desa dalam mengoperasikan aplikasi semakin meningkat, membuktikan efektivitas pelatihan yang diberikan. Digitalisasi data melalui aplikasiKemampuan perangkat desa dalam mengoperasikan aplikasi semakin meningkat, membuktikan efektivitas pelatihan yang diberikan. Digitalisasi data melalui aplikasi
UNSERAUNSERA Selanjutnya, perlu adanya pengembangan infrastruktur dan teknologi tepat guna, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat timbulan sampah tinggi.Selanjutnya, perlu adanya pengembangan infrastruktur dan teknologi tepat guna, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat timbulan sampah tinggi.
4141 Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan mengambil data dari kuesioner,Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan mengambil data dari kuesioner,
Useful /
UNSERAUNSERA Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, santri diberikan pelatihan teknis pembuatan pupuk cair menggunakan teknologi sederhana berbasis fermentasiMelalui pendekatan edukatif dan partisipatif, santri diberikan pelatihan teknis pembuatan pupuk cair menggunakan teknologi sederhana berbasis fermentasi
INDOCHEMBULLINDOCHEMBULL Berdasarkan hasil analisis data posttest independent sample t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapatBerdasarkan hasil analisis data posttest independent sample t-test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat
JURNALPERIKANANKAMASANJURNALPERIKANANKAMASAN Aktivitas pemanfaatan utama di kawasan ini meliputi pembangunan cottage, restoran dan kafe, wahana air, budidaya, serta penangkapan ikan. Berdasarkan hasilAktivitas pemanfaatan utama di kawasan ini meliputi pembangunan cottage, restoran dan kafe, wahana air, budidaya, serta penangkapan ikan. Berdasarkan hasil
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Di Indonesia, pembuatan tempe sudah menjadi industri rakyat. Tempe mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh seperti protein, lemak, karbohidrat,Di Indonesia, pembuatan tempe sudah menjadi industri rakyat. Tempe mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan oleh tubuh seperti protein, lemak, karbohidrat,