STIKESBAPTISSTIKESBAPTIS

JURNAL PENELITIAN KEPERAWATANJURNAL PENELITIAN KEPERAWATAN

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis dengan angka kekambuhan yang masih tinggi. Kekambuhan dipengaruhi oleh kepatuhan pengobatan, motivasi pasien, dan kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perawatan mandiri tuberkulosis dengan kekambuhan pada penderita TBC di Puskesmas Toboali Bangka Selatan Tahun 2024. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan 75 responden yang telah menyelesaikan satu siklus pengobatan. Pengumpulan data dilakukan pada 23 Oktober–24 November 2024 menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara kebiasaan merokok (p=0,002; OR=5,091; 95% CI=1,905-13,609), kepatuhan minum obat (p=0,000; OR=28,171; 95% CI=8,071-98,329), dan motivasi (p=0,000; OR=16,500; 95% CI=5,217-52,184) dengan kekambuhan TBC. Puskesmas Toboali perlu membentuk tim pendampingan pasien yang terdiri dari tenaga kesehatan dan kader untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan serta memberikan dukungan emosional melalui pendampingan langsung maupun komunikasi jarak jauh.

1) Penelitian ini membuktikan bahwa komponen perawatan mandiri tuberkulosis memiliki asosiasi signifikan dengan kejadian kekambuhan pada pasien TB di Puskesmas Toboali Bangka Selatan.Kepatuhan minum obat menunjukkan hubungan paling kuat (OR=28,171.Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi preventif kekambuhan harus mengintegrasikan ketiga aspek tersebut dengan prioritas pada penguatan kepatuhan minum obat dan peningkatan motivasi pasien.2) Berdasarkan penelitian, Puskesmas Toboali perlu mengimplementasikan beberapa strategi berbasis evidens.(1) Pembentukan tim pendampingan TB komprehensif yang terdiri dari perawat TB terlatih, kader kesehatan, dan mantan pasien TB sebagai peer educator untuk memastikan adherensi melalui pendampingan langsung maupun telemonitoring.(2) Pengembangan program penghentian merokok terintegrasi dalam protokol tatalaksana TB dengan menyediakan konseling motivational interviewing dan terapi pengganti nikotin.(3) Implementasi sistem reminder digital berbasis SMS atau WhatsApp untuk mengatasi hambatan geografis wilayah kepulauan dalam pengawasan minum obat.(4) Penguatan motivasi pasien melalui edukasi terstruktur tentang konsekuensi kekambuhan, pembentukan kelompok dukungan sebaya (support group), dan home visit berkala untuk memberikan reinforcement positif.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman pasien TBC dalam melakukan perawatan mandiri, termasuk faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat kepatuhan pengobatan. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi pola perkembangan kekambuhan TBC dan faktor-faktor risiko jangka panjang yang memengaruhi keberhasilan pengobatan. Ketiga, penelitian intervensi yang menguji efektivitas program edukasi dan konseling yang disesuaikan dengan karakteristik budaya dan sosial masyarakat kepulauan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan dan mengurangi risiko kekambuhan TBC.

Read online
File size359.11 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test