UNUBLITARUNUBLITAR

Briliant: Jurnal Riset dan KonseptualBriliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Motivasi kerja dosen merupakan suatu kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja dosen dalam mencapai tujuan organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui strategi peningkatan motivasi kerja dosen di Akademi Komunitas Teknologi Syarifuddin Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi. Analisis data dibagi menjadi tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi peningkatan motivasi kerja dosen adalah dengan sosialisasi kode etik dosen, mempunyai LPM, sosialisasi aturan-aturan tentang standar kinerja, menjaga keseimbangan reward dan punishment. Faktor pendorong kerja dosen adalah profesionalisme, penghargaan, menanamkan nilai-nilai perjuangan dosen. Faktor penghambat yaitu faktor internal dan faktor eksternal seperti visi dan misi yang tidak satu frekuensi dengan perjuangan yayasan, hubungan dosen dan kondisi kerja yang tidak nyaman. Konsep strategi peningkatan motivasi kerja dosen meningkat dengan indikatornya yaitu pembuatan RPS, bahan ajar, dan adanya sistem penilaian. Kualitas dosen dapat meningkatkan kerja dosen dalam melaksanakan amanat tridharma perguruan tinggi.

Implementasi strategi peningkatan motivasi kerja dosen di AKTS dilakukan melalui sosialisasi kode etik, pembentukan LPM, sosialisasi standar kinerja, serta penyeimbangan reward‑punishment.Faktor pendorong meliputi profesionalisme, penghargaan, dan nilai perjuangan, sedangkan faktor penghambat mencakup mis‑sync visi‑misi yayasan, hubungan interpersonal, dan kondisi kerja yang tidak nyaman.Evaluasi rutin menggunakan indikator KPI seperti RPS, bahan ajar, dan sistem penilaian serta pemberian reward‑punishment dianggap kunci untuk meningkatkan motivasi dan kualitas dosen dalam melaksanakan tridharma.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh spesifik program pelatihan digitalisasi pembelajaran terhadap motivasi dosen di lingkungan AKTS, dengan mengukur perubahan persepsi melalui survei longitudinal. Selanjutnya, studi komparatif antara model reward‑punishment tradisional dan sistem insentif berbasis kinerja (misalnya, poin KPI) dapat menilai efektivitas masing‑masing dalam meningkatkan kualitas pengajaran dan kepuasan kerja dosen. Penelitian ketiga dapat menyelidiki peran kepemimpinan partisipatif dalam mengatasi dissonansi visi‑misi antara yayasan dan dosen, terutama melalui model dialog terstruktur yang melibatkan semua pemangku kepentingan, guna menghasilkan kebijakan yang selaras dan meningkatkan iklim kerja. Metode kualitatif mendalam, survei skala besar, serta analisis statistik multivariat disarankan untuk menghasilkan temuan yang generalizable dan aplikatif.

Read online
File size157.97 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test