USIUSI

Jurnal Regional PlanningJurnal Regional Planning

Dalam meningkatkan jaringan irigasi diperlukan pengelolaan aset irigasi untuk menjaga keberlanjutan sistem irigasi. Terbatasnya data kondisi jaringan irigasi yang disediakan oleh pengelola irigasi menjadi permasalahan pemerintah dalam mengoptimalkan kegiatan operasi dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aset jaringan irigasi, menganalisis kinerja jaringan irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah berbasis EPAKSI di Kabupaten Simalungun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024 dan berlokasi di Kecamatan Panombean Pane dan Pane Tongah Kabupaten Simalungun. Data diperoleh dari pengukuran, survei dan observasi langsung yang disimpan di server pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi kualitatif kuantitatif berbasis Elektronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi (EPAKSI). Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah memiliki saluran dan bangunan irigasi dengan kondisi lebih dari 50 persen mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan sampai rusak berat. Tingkat kerusakan paling tinggi tempat cuci pada saluran sekunder. Penilaian kinerja aset Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah secara kualitatif berada pada kondisi jelek dengan tingkat kerusakan rusak berat dan secara kuantitatif memiliki indeks kinerja sebesar 58,35% terhadap keseluruhan indikator utama fisik dan non-fisik sistem irigasi. Rekomendasi penanganan perbaikan kerusakan yang bisa digunakan sebagai alternatif kebijakan dalam pengelolaan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah adalah kegiatan pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan berat dan penggantian aset yang mengarah pada kegiatan fisik Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja aset Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah berada pada kondisi jelek dengan tingkat kerusakan yang parah.Indeks kinerja sistem irigasi secara keseluruhan adalah 58,35%, yang menempatkannya dalam kategori kinerja kurang dan memerlukan perhatian.Oleh karena itu, diperlukan tindakan perbaikan berat dan penggantian aset melalui kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi untuk meningkatkan kinerja sistem irigasi di daerah tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi partisipasi petani dalam kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi, karena keterlibatan aktif petani sangat penting untuk keberlanjutan sistem irigasi. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model optimasi alokasi air irigasi yang mempertimbangkan kebutuhan tanaman, kondisi cuaca, dan kapasitas jaringan irigasi, untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi penerapan teknologi digital seperti sensor dan sistem monitoring jarak jauh untuk memantau kondisi jaringan irigasi secara real-time, sehingga deteksi dini kerusakan dan pengambilan keputusan perbaikan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kinerja dan keberlanjutan sistem irigasi di Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah dan wilayah sekitarnya.

Read online
File size258.4 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test