UMBUMB

SINERGISINERGI

Desain ventilasi tertentu dapat menciptakan pergerakan udara alami yang efektif ke dalam lingkungan dalam ruangan dengan memanfaatkan angin luar. Jendela, sebagai salah satu bentuk ventilasi, memiliki berbagai desain yang menggabungkan tiga konstruksi utama: bukaan sederhana, pivots vertikal, dan pivots horizontal, masing‑masing dengan karakteristik khusus untuk mengontrol kecepatan dan arah aliran udara yang melaluinya. Penelitian ini menyelidiki kinerja satu jendela dengan mengukur efektivitasnya dalam mengontrol kecepatan angin pada beberapa arah, dimana efektivitas didefinisikan sebagai persentase kemampuan jendela mempertahankan kecepatan angin luar saat mengalir melalui jendela. Studi eksperimental menggunakan tiga faktor—arah angin, desain jendela, dan sudut bukaan—dengan model 1:1 sepuluh desain jendela, dinding simulasi, dan kipas listrik di Laboratorium Fisika Bangunan, Institut Teknologi Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa sudut bukaan maksimum dengan angin tegak lurus merupakan kondisi paling efektif untuk semua jenis jendela kecuali jendela casement sederhana, dengan tingkat efektivitas 85,16%–123,76%; angin dapat dipercepat 109,63%–193,90% ketika searah dengan semua jendela, dan jendela casement sederhana bahkan mencapai 266,22% pada angin tegak lurus.

Penelitian ini menunjukkan bahwa desain jendela dapat dioptimalkan untuk menghasilkan aliran udara dalam ruangan dengan tingkat efektivitas tinggi, terutama pada sudut bukaan maksimum dan angin tegak lurus, dimana sebagian besar desain mencapai rentang efektivitas 85,16%–100%.Jendela dengan konstruksi pivots vertikal menunjukkan efektivitas lebih tinggi (109,63%–193,90%) dan bahkan mencapai 266,22% pada angin tegak lurus, sehingga lebih unggul dibandingkan desain horizontal dalam mengendalikan kecepatan dan arah angin.Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengevaluasi efektivitas jendela terhadap angin vertikal serta memodelkan distribusi aliran udara menggunakan analisis CFD, guna menentukan desain jendela yang optimal untuk bangunan bertingkat tinggi dengan aliran angin vertikal yang kuat.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas jendela pada kondisi angin vertikal dengan melakukan percobaan skala penuh serta memvalidasi hasilnya menggunakan simulasi CFD untuk memahami distribusi aliran udara secara detail. Selanjutnya, studi dapat meneliti pengaruh kombinasi desain jendela dan perangkat shading (seperti tirai atau louvers) terhadap kenyamanan termal dan pola aliran udara pada bangunan bertingkat tinggi, sehingga dapat mengidentifikasi konfigurasi yang paling efisien dalam mengoptimalkan ventilasi alami. Selain itu, pengembangan algoritma kontrol adaptif berbasis sensor angin real‑time dapat diusulkan untuk menyesuaikan sudut bukaan jendela secara dinamis, sehingga meningkatkan kinerja ventilasi alami secara otomatis sesuai perubahan kondisi lingkungan luar. Penelitian ini akan memberikan wawasan praktis dan teoritis untuk desain fasad yang responsif terhadap variabilitas angin, sekaligus mendukung strategi pengurangan konsumsi energi pada bangunan komersial dan residensial.

  1. (PDF) Space Cooling in Buildings in Hot and Humid Climates – a Review of the Effect of Humidity... researchgate.net/doi/10.13140/RG.2.1.3011.5287PDF Space Cooling in Buildings in Hot and Humid Climates Ae a Review of the Effect of Humidity researchgate doi 10 13140 RG 2 1 3011 5287
  2. QUANTIFYING WINDOW EFFECTIVENESS TO AFFECT WIND VELOCITY BY EXPERIMENTAL STUDY | Ridzqo | SINERGI. quantifying... doi.org/10.22441/sinergi.2021.2.003QUANTIFYING WINDOW EFFECTIVENESS TO AFFECT WIND VELOCITY BY EXPERIMENTAL STUDY Ridzqo SINERGI quantifying doi 10 22441 sinergi 2021 2 003
Read online
File size641.53 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test