STT SUSTT SU
PROSIDING STT Sumatera UtaraPROSIDING STT Sumatera UtaraAnak Sekolah Minggu kelas madya adalah anak usia 9-11 tahun, artinya anak sudah mampu membaca dan memahami isi paragraf dan sudah mampu berkomunikasi dan berbicara di hadapan banyak orang. Dengan demikian, berdoa merupakan hal yang mudah dilakukan, tetapi pada faktanya tidak semua anak Sekolah Minggu madya mau berdoa. Anak Sekolah Minggu kelas madya adalah warga gereja yang memerlukan pembimbingan dalam mencapai kedewasaan iman. Salah satu wujud dari kedewasaan iman adalah kualitas doanya. Berdoa adalah berkomunikasi dengan Tuhan yang adalah Juru Selamat dan Kepala Gereja. Gereja yang sehat adalah gereja yang seluruh anggotanya memiliki komunikasi yang baik dengan kepala gerejanya, artinya penting bagi sebuah gereja memiliki anak-anak Sekolah Minggu kelas madya yang mau berdoa. Guru Sekolah Minggu perlu sebuah strategi untuk membimbing anak Sekolah Minggu kelas madya yang tidak mau berdoa, maka pada penulisan ini peneliti memberikan satu strategi bagi guru Sekolah Minggu membimbing anak Sekolah Minggu kelas madya yang tidak mau berdoa menjadi mau berdoa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi yang diterapkan untuk menolong anak sekolah minggi kelas madya untuk mau berdoa. Dan untuk mencapai tujuan tersebut metode yang digunakan adalah kualitatif – deskriptif.
Anak Sekolah Minggu kelas madya memerlukan strategi pembimbingan yang mencakup penggunaan kalimat doa pendek, bisikan doa kepada anak yang ditunjuk, serta pemberian pujian dan pesan setelah doa agar mereka merasa dihargai dan mengingat ajaran Yesus.Guru Sekolah Minggu harus menerapkan pendekatan ini secara konsisten untuk meningkatkan kedewasaan iman anak.Implementasi strategi memerlukan koordinasi komisi Sekolah Minggu dalam menentukan pokok doa, susunan kalimat, penunjukan pelaku doa, serta bentuk pujian yang diberikan.
Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program pelatihan doa terstruktur yang dirancang khusus untuk anak Sekolah Minggu kelas madya dengan menggunakan desain eksperimental untuk mengukur perubahan frekuensi dan kualitas doa mereka. Selanjutnya, sebuah studi campuran dapat meneliti pengaruh keterlibatan orang tua sebagai contoh doa rumah terhadap motivasi dan sikap anak terhadap doa, dengan mengumpulkan data kuantitatif tentang frekuensi doa serta wawancara mendalam mengenai persepsi keluarga. Selain itu, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi peran kegiatan doa yang dipimpin teman sebaya dalam mengurangi rasa gugup dan meningkatkan partisipasi doa anak, dengan mengamati dinamika kelompok dan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi guru dan komisi Sekolah Minggu untuk mengembangkan strategi pembelajaran doa yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, hasilnya dapat memperkuat kedewasaan iman anak melalui pendekatan yang melibatkan guru, orang tua, dan teman sebaya secara sinergis. Pendekatan ini juga dapat dievaluasi secara longitudinal untuk melihat dampak jangka panjang terhadap perkembangan spiritual anak.
| File size | 427.37 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
BIMABERILMUBIMABERILMU Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Lingkungan Sta. Fransiskus Asisi Lamahora, dapat disimpulkan bahwa pembinaanBerdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Lingkungan Sta. Fransiskus Asisi Lamahora, dapat disimpulkan bahwa pembinaan
STTSETIASTTSETIA Selain itu, program ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam pelayanan berbasis riset dan memperkuat komitmen STT HKBP Pematangsiantar dalamSelain itu, program ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam pelayanan berbasis riset dan memperkuat komitmen STT HKBP Pematangsiantar dalam
ARIPAFIARIPAFI Kekudusan Kaum Muda Katolik, Identitas Kaum Muda Katolik, dan Dampak Internet terhadap Temuan Penelitian Kaum Muda Katolik. Dari hasil penelitian kaumKekudusan Kaum Muda Katolik, Identitas Kaum Muda Katolik, dan Dampak Internet terhadap Temuan Penelitian Kaum Muda Katolik. Dari hasil penelitian kaum
BIMABERILMUBIMABERILMU Hasilnya menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 69,41 menjadi 85,88, kelengkapan belajar dari 47,05 % menjadi 76,47 %, serta partisipasi aktifHasilnya menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 69,41 menjadi 85,88, kelengkapan belajar dari 47,05 % menjadi 76,47 %, serta partisipasi aktif
BIMABERILMUBIMABERILMU Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang menekankan hubungan antara konsep matematis dan konteks nyata, serta strategi pengajaranHasil penelitian ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang menekankan hubungan antara konsep matematis dan konteks nyata, serta strategi pengajaran
BIMABERILMUBIMABERILMU Soal ini tergolong dalam kategori cukup berdasarkan aspek daya pembeda. Kualitas butir tes subjektif ujian tengah semester mahasiswa Pendidikan MatematikaSoal ini tergolong dalam kategori cukup berdasarkan aspek daya pembeda. Kualitas butir tes subjektif ujian tengah semester mahasiswa Pendidikan Matematika
STKYAKOBUSSTKYAKOBUS Kegiatan SEKAMI menjadi sebuah misi penting dalam mendewasakan iman anak melalui kemasan kegiatan kerohanian pada era digitalisasi saat ini. Melalui kegiatanKegiatan SEKAMI menjadi sebuah misi penting dalam mendewasakan iman anak melalui kemasan kegiatan kerohanian pada era digitalisasi saat ini. Melalui kegiatan
UNIRA MALANGUNIRA MALANG Penelitian ini ini bertujuan untuk 1) Mengembangkan asesmen literasi moderasi beragama sebagai upaya untuk mengukur sejauh mana siswa dan guru menjadiPenelitian ini ini bertujuan untuk 1) Mengembangkan asesmen literasi moderasi beragama sebagai upaya untuk mengukur sejauh mana siswa dan guru menjadi
Useful /
BIMABERILMUBIMABERILMU Penelitian ini menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) dengan melibatkan 29 kader PKK di Kelurahan X Jakarta. Intervensi dilakukan melaluiPenelitian ini menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) dengan melibatkan 29 kader PKK di Kelurahan X Jakarta. Intervensi dilakukan melalui
BIMABERILMUBIMABERILMU Meskipun demikian, menurut temuan penelitian, siswa menunjukkan gejala kurang percaya diri, seperti takut berbicara atau bertanya ketika mereka tidak memahamiMeskipun demikian, menurut temuan penelitian, siswa menunjukkan gejala kurang percaya diri, seperti takut berbicara atau bertanya ketika mereka tidak memahami
BIMABERILMUBIMABERILMU Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, denganKegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dengan
BIMABERILMUBIMABERILMU Ini termasuk mengatasi konflik, mengambil keputusan etis, dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Penggunaan karya sastra sejarah sebagai alat untukIni termasuk mengatasi konflik, mengambil keputusan etis, dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Penggunaan karya sastra sejarah sebagai alat untuk