RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA

International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS)International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS)

Artikel ini menyelidiki fenomena dan implikasi adopsi Teknologi Keuangan (FinTech) di industri keuangan dan perbankan secara global, regional, dan di Indonesia. Penelitian ini menyelidiki dampak kecerdasan buatan (AI) dan perbankan terbuka terhadap ukuran pasar, keamanan, layanan pelanggan, dan tantangan regulasi. Studi ini memeriksa penggunaan AI dalam pendeteksian penipuan, personalisasi, dan keamanan siber, serta mempertimbangkan pertimbangan etis dan risiko yang terkait dengan adopsi FinTech. Selain itu, artikel ini menganalisis implikasi FinTech dari perspektif Maslahah Mursalah dan Maqashid Syariah, memberikan wawasan tentang kepatuhannya terhadap nilai-nilai Islam. Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi AI yang transparan dan etis, kerangka kerja keamanan siber yang ditingkatkan, dan model AI yang kuat untuk memaksimalkan manfaat FinTech sambil mengurangi risiko potensial.

Perkembangan dan pertumbuhan pasar keuangan global menunjukkan tren peningkatan dari tahun 2023 hingga 2032.Adopsi AI oleh institusi keuangan global dapat meningkatkan efisiensi, memberikan peluang dalam otomasi dan peningkatan personalisasi layanan pelanggan, manajemen risiko, dan pendeteksian penipuan, tetapi juga menimbulkan risiko sistemik baru seperti serangan siber dan tantangan regulasi.Contoh penerapan AI di sektor keuangan menunjukkan bagaimana teknologi, khususnya teknologi keuangan, diadopsi dan digunakan dalam sistem keuangan dan perbankan, baik secara global, regional, maupun lokal, seperti di Indonesia.Contoh implementasi AI di industri perbankan Indonesia meliputi Bank Mandiri, Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Jago, dan Bank Sumut Syariah.Sementara itu, hanya dua bank yang telah menerapkan perbankan terbuka di Indonesia.Fenomena AI telah berdampak signifikan terhadap perubahan, baik dilihat dari konteks membuka peluang untuk memanfaatkan teknologi baru yang mendukung efisiensi dan efektivitas operasional yang lebih mudah, cepat, dan baik.Atau juga dapat dilihat sebagai tantangan baru yang harus dihadapi dengan bijak, bahkan membuka implikasi dan ancaman baru yang harus diantisipasi sebagai konsekuensi logis dari kecepatan teknologi tanpa pertimbangan yang cermat dan berhati-hati.Oleh karena itu, perlu terus mengembangkan teknologi yang mampu mendeteksi dengan cepat dan akurat untuk menciptakan tingkat kepercayaan yang tinggi di masa depan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model AI yang kuat dan aman. Model-model ini harus dirancang dengan karakteristik keamanan, keandalan, ketahanan, dan ketangguhan untuk menghadapi berbagai ancaman. Selain itu, perlu ada kerangka kerja keamanan siber yang lebih kuat dan adaptif untuk melindungi sistem perbankan dari serangan yang terus berkembang. Transparansi dan akuntabilitas juga harus ditingkatkan dengan mengembangkan model AI yang lebih dapat dijelaskan untuk meningkatkan kepercayaan dan memungkinkan audit yang efektif. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi cara-cara baru dalam mengintegrasikan teknologi keuangan dengan prinsip-prinsip maslahah mursalah dan maqasid syariah, memastikan bahwa adopsi teknologi tidak hanya efisien secara ekonomi tetapi juga sesuai dengan nilai-nilai syariah dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis dampak adopsi teknologi keuangan terhadap sektor keuangan dan perbankan di Indonesia, termasuk tantangan dan peluang yang dihadapi oleh institusi keuangan dalam mengadopsi teknologi baru.

Read online
File size251.41 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test