RESEARCHHUBRESEARCHHUB

Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan IndonesiaJurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia

Tingginya prevalensi HIV/AIDS di Indonesia, termasuk 2.490 kasus positif pada ibu hamil di tahun 2023, menunjukkan pentingnya upaya pencegahan, terutama penularan dari ibu ke anak. Di Puskesmas Cilacap Selatan II, dari 265 ibu hamil yang diperiksa (Jan–Okt 2024), satu orang menunjukkan hasil reaktif HIV. Deteksi dini dan pengetahuan ibu hamil sangat penting karena rendahnya pengetahuan dapat menghambat pemanfaatan layanan VCT. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu hamil dan perilaku pencegahan HIV. Menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross‑sectional, 86 responden dipilih dari 341 populasi melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi (uji statistik perlu dikonfirmasi). Hasil menunjukkan p‑value 0,001 (<0,05) dan koefisien korelasi 0,765, menandakan hubungan yang sangat kuat dan searah—semakin tinggi pengetahuan, semakin baik perilaku pencegahannya. Disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil berhubungan erat dengan perilaku pencegahan HIV, sehingga disarankan agar Puskesmas meningkatkan edukasi HIV/AIDS untuk mencegah penularan ibu ke anak.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif, kuat, dan signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan HIV pada ibu hamil.Hubungan ini dibuktikan dengan nilai p‑value sebesar 0,001 (p < 0,05) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,765, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan ibu hamil, maka semakin baik pula perilaku pencegahan HIV yang dilakukannya.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas intervensi pendidikan berbasis komunitas secara longitudinal, dengan menilai perubahan pengetahuan dan perilaku pencegahan HIV selama seluruh periode kehamilan dan pasca persalinan, sehingga dapat dipastikan dampak jangka panjang dari program edukasi. Selain itu, penting untuk meneliti peran dukungan pasangan serta faktor sosial‑kultural dalam memengaruhi perilaku pencegahan HIV pada ibu hamil, misalnya dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengungkap hambatan dan motivasi yang tidak terdeteksi pada studi kuantitatif sebelumnya. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang mengevaluasi penggunaan aplikasi mobile health sebagai sarana edukasi interaktif tentang HIV/AIDS, dengan membandingkan tingkat pengetahuan, kepatuhan VCT, dan perilaku pencegahan antara kelompok yang menggunakan aplikasi dengan kelompok kontrol tradisional, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan digital health di wilayah pedesaan.

  1. Maternal Factors and Their Effects on Stunting in Indonesia | Atlantis Press. maternal factors effects... doi.org/10.2991/icsgs-18.2019.18Maternal Factors and Their Effects on Stunting in Indonesia Atlantis Press maternal factors effects doi 10 2991 icsgs 18 2019 18
  2. GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMERIKSAAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) DI PUSKESMAS... doi.org/10.51544/jkmlh.v6i1.1919GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMERIKSAAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING VCT DI PUSKESMAS doi 10 51544 jkmlh v6i1 1919
  3. FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN VCT DI PUSKESMAS GUGUK... doi.org/10.32883/hcj.v1i3.26FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN IBU HAMIL DALAM PEMERIKSAAN VCT DI PUSKESMAS GUGUK doi 10 32883 hcj v1i3 26
Read online
File size422.4 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test