RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA

International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS)International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS)

Nerangka ketidaksetaraan gizi dan kemiskinan tetap menjadi masalah struktural yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Program Makanan Gratis (PMBG) merupakan kebijakan pemerintah strategis yang tidak hanya bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak‑anak dan kelompok rentan, tetapi juga mendukung pengembangan sumber daya manusia berkualitas dan kompetitif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran PMBG dalam meningkatkan status gizi masyarakat, mendorong pengembangan sumber daya manusia, serta mewujudkan sinergi antara kebijakan nutrisi, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan ekonomi hijau inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui kajian literatur berbagai studi ilmiah, laporan kebijakan, dan publikasi internasional. Hasil menunjukkan bahwa PMBG berpotensi besar meningkatkan kesehatan dan kognisi masyarakat, meningkatkan produktivitas tenaga kerja masa depan, serta menciptakan efek multiplier ekonomi melalui keterlibatan UMKM dan sektor pertanian lokal yang berkelanjutan. Namun, pelaksanaan program ini menghadapi tantangan seperti keterbatasan anggaran, koordinasi lintas sektoral, dan keberlanjutan rantai pasokan makanan yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, optimalisasi PMBG sebagai strategi pembangunan hijau inklusif memerlukan penguatan tata kelola, integrasi kebijakan lintas sektor, dan partisipasi aktif komunitas serta pelaku usaha lokal untuk memberikan dampak jangka panjang pada pengembangan manusia dan ekonomi hijau di Indonesia.

PMBG merupakan kebijakan strategis yang berperan penting dalam meningkatkan status gizi masyarakat serta mendukung pengembangan sumber daya manusia berkualitas di Indonesia.Program ini juga berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dengan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin dan menciptakan peluang ekonomi bagi UMKM lokal, terutama di sektor pangan dan pertanian, serta sinergi kebijakan nutrisi, pengembangan SDM, dan pengentasan kemiskinan dapat terwujud lewat implementasi terintegrasi PMBG.Keberhasilan program sangat tergantung pada kemampuan pemerintah mengatasi tantangan koordinasi lintas sektor, pembiayaan berkelanjutan, dan pemantauan kualitas nutrisi serta lingkungan, sehingga diperlukan komitmen kebijakan jangka panjang, penguatan institusi, dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi dampak penggunaan bahan makanan lokal terhadap jejak karbon dan keberlanjutan rantai pasok PMBG, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan untuk mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Selain itu, diperlukan studi longitudinal yang meneliti efek jangka panjang asupan gizi pada perkembangan kognitif dan produktivitas tenaga kerja anak yang menerima PMBG, guna mengukur kontribusi nyata program terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selanjutnya, penting mengembangkan model tata kelola inter‑sektoral yang mengintegrasikan bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, dan ekonomi, termasuk mekanisme pemantauan dan pembiayaan berkelanjutan, untuk memperkuat koordinasi pelaksanaan PMBG dan memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang.

Read online
File size233.22 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test