KOPERTAIS4KOPERTAIS4
EL WAHDAHEL WAHDAHDatangnya sebuah wabah yaitu covid-19 tentunya secara serentak melumpuhkan segala aktifitas, salah satunya pada bidang pendidikan yaitu kegiatan belajar mengajar. Namun hal tersebut tidak menjadi keputusan bahwa pembelajaran akan berhenti untuk seterusnya. Dengan berbagai upaya pemerntah memutuskan bahwa pembelajaran akan tetap berlangsung walaupun hanya dengan system daring. Hal tersebut tentunya menjadi tugas besar bagi semua pendidik, baik yang mendampingi secara langsung atau memandu dan mengawasi dalam sistem daring. Dengan demikian sebagai sekolah yang berada di dalam pondok pesantren tentunya juga tidak boleh tertinggal dengan kebijakan bahwa pembelajaran harus dilakukan dengan system daring. Tentunya banyak kendala yang dihadapi para pendamping dan pelaku pembelajaran itu sendiri. Maka peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mencari solusi dan membahas bagaimana terkait strategi dalam upaya pembinaan dan pengawasan terkait berlangsungnya belajar mengajar dengan sistem daring. Dalam pembinaan akhlakul karimah tentunya menjadi tugas utama para penamping belajar agar selalu mengawasi dan mengarahkan terkait perilaku dan penerapan ilmu sesuai dengan pemahaman materi dalam kehidupan sehai-hari. Dari penelitian yang dilakukan penulis maka didapat hasil bahwa adanya korelasi yang baik antara guru, pengasuh pondok dan orang tua dapat membantu dalam strategi dalam pembinaan akhlakul karimah dengan baik pula. Dengan demikian pada kondisi pandemi ini pesantren yang mengampu pendidikan baik formal maupun non formal harus tetap menerapkan kebijakan dari pemerintah agar tetap berjalan. Maka dari hasil tersebut diharapkan dari latar belakang sekolah formal yang berada di pesantren dapat membuktikan bahwa dalam kebijakannya tetap dapat melakukan pembelajaran dengan upaya pembinaan sebagai strategi untuk membentuk akhlakul karimah dengan melibatkan beberapa pihak yaitu guru, pengasuh pondok dan orang tua.
Pendidikan harus tetap diberikan kepada anak walaupun dalam kondisi bagaimanapun (pandemi), dimanapun, dan kapanpun.Hubungan yang kondusif antara orang tua, guru, dan pengasuh berkontribusi besar dalam membentuk perilaku akhlakul karimah.Sinergi antara pihak-pihak terkait mampu meningkatkan keberhasilan pembinaan karakter siswa melalui pembiasaan dan contoh yang konsisten.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak perbedaan latar belakang sosial ekonomi peserta didik terhadap efektivitas strategi pembinaan akhlak melalui daring. Selain itu, penting untuk mengkaji peran teknologi digital sebagai solusi alternatif dalam memantau perkembangan karakter santri di luar jam pembelajaran formal. Penelitian juga disarankan untuk membandingkan hasil pembinaan akhlak antara sistem daring dan tatap muka langsung pada pesantren yang menerapkan kedua model tersebut secara simultan.
| File size | 509.56 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Penelitian ini menunjukkan bahwa Problem Based Learning (PBL) memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi dan pengembangan kurikulum masa depan, sebagaimanaPenelitian ini menunjukkan bahwa Problem Based Learning (PBL) memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi dan pengembangan kurikulum masa depan, sebagaimana
STTKBSTTKB Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kepemimpinan gembala yang transformasional secara signifikan memengaruhi kualitas pelayanan gereja. Temuan iniHasil analisis regresi menunjukkan bahwa kepemimpinan gembala yang transformasional secara signifikan memengaruhi kualitas pelayanan gereja. Temuan ini
STTKBSTTKB Pentingnya pendampingan dan pembinaan bagi guru Sekolah Minggu perlu menjadi perhatian gereja untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan mendukung guruPentingnya pendampingan dan pembinaan bagi guru Sekolah Minggu perlu menjadi perhatian gereja untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan mendukung guru
UnsilUnsil tanggung jawab (85%), kerjasama (82%), sportivitas (78%), dan integritas (71%). Lima fase pembelajaran berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yangtanggung jawab (85%), kerjasama (82%), sportivitas (78%), dan integritas (71%). Lima fase pembelajaran berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang
YANAYANA Student learning outcomes in the first cycle reached 63.81% with a mastery percentage of 45%, and in the second cycle, the average reached 77.80% withStudent learning outcomes in the first cycle reached 63.81% with a mastery percentage of 45%, and in the second cycle, the average reached 77.80% with
IAIDAIAIDA Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya adopsi sistem manajemen mutu yang adaptif dan kontekstual, disertai pelatihan intensif bagi seluruh sumberImplikasi dari penelitian ini adalah perlunya adopsi sistem manajemen mutu yang adaptif dan kontekstual, disertai pelatihan intensif bagi seluruh sumber
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa melalui pendekatan pendidikan yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanGuru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa melalui pendekatan pendidikan yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata 60. 1 untuk strategi pemerolehan bahasa dan 61. 3 untuk motivasi siswa. Ditemukan korelasi positif yang kuatHasil penelitian menunjukkan skor rata-rata 60. 1 untuk strategi pemerolehan bahasa dan 61. 3 untuk motivasi siswa. Ditemukan korelasi positif yang kuat
Useful /
KOPERTAIS4KOPERTAIS4 Metode pengajaran fonetik meliputi ear training dan speaking training untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan dan mengucapkan bahasa asing. Studi iniMetode pengajaran fonetik meliputi ear training dan speaking training untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan dan mengucapkan bahasa asing. Studi ini
KOPERTAIS4KOPERTAIS4 Pada kesimpulannya anak akan dapat berkembang seluruh potensinya jika mereka mendapatkan ruang yang resilientif sesuai dunia mereka.mereka membutuhkanPada kesimpulannya anak akan dapat berkembang seluruh potensinya jika mereka mendapatkan ruang yang resilientif sesuai dunia mereka.mereka membutuhkan
YANAYANA Secara konseptual dan praktis, neuroeducation menekankan kebutuhan akan reformasi kebijakan pendidikan yang komprehensif, mencakup pengembangan kurikulumSecara konseptual dan praktis, neuroeducation menekankan kebutuhan akan reformasi kebijakan pendidikan yang komprehensif, mencakup pengembangan kurikulum
UNTAGUNTAG Kabupaten Lumajang, sebagai salah satu wilayah di Indonesia, memiliki berbagai regulasi dan prosedur terkait penerbitan SIP yang sesuai dengan peraturanKabupaten Lumajang, sebagai salah satu wilayah di Indonesia, memiliki berbagai regulasi dan prosedur terkait penerbitan SIP yang sesuai dengan peraturan