JOURNAL JPSJOURNAL JPS

Journal of Pharmaceutical and SciencesJournal of Pharmaceutical and Sciences

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis dari penyakit Diabetes Melitus, yang terjadi karena kadar glukosa darah yang tidak terkontrol. Pasien dengan riwayat penyakit Diabetes Melitus rentan terhadap terjadinya luka, terutama dikaki, dan sulit sembuh hingga menyebabkan infeksi. Bakteri yang teridentifikasi penyebab infeksi pada ulkus diabetikum diantaranya bakteri gram positif seperti Staphylococcus aureus. Gel merupakan sediaan semi padat yang memiliki keuntungan seperti memiliki kemampuan pelepasan obat yang baik, mudah dibersihkan dengan air dan mempunyai kemampuan untuk menyebar dengan baik pada kulit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas gel antibakteri daun brotowali (Tinospora cordifolia L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang merupakan bakteri penyebab infeksi pada ulkus diabetikum. Metode yang digunakan yaitu mengukur luas zona hambat yang terbentuk pada media NA yang telah ditumbuhi bakteri, dengan menggunakan metode lubang sumuran kemudian ditambahkan sedian gel ekstrak daun brotowali dengan masing-masing konsentrasi yaitu 10%, 20% dan 30%. Sebelumnya sediaan gel telah dievaluasi beberapa uji seperti uji organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar dan pH. Hasil penelitian diperoleh pengujian aktivitas antibakteri pada setiap konsentrasi memiliki aktivitas antibakteri dengan masing-masing kategori sedang dan sangat kuat. Kategori sangat kuat diperoleh pada konsentrasi 30% dengan rata-rata zona hambat yang diperoleh 15,64 mm sedangkan pada konsentrasi 10%, 20% termasuk ke kategori sedang dengan konsentrasi yang diperoleh 9,75, dan 10,28 mm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, gel ekstrak daun brotowali (Tinospora cordifolia L) memiliki aktivitas antibakteri terhadap salah satu bakteri penyebeb infeksi ulkus diabetikum yaitu Staphylococcus aureus dengan zona hambat paling kuat pada konsentrasi tertinggi yaitu pada 30%.

Gel ekstrak daun brotowali (Tinospora cordifolia L) memiliki aktivitas antibakteri terhadap salah satu bakteri penyebab infeksi ulkus diabetikum yaitu Staphylococcus aureus dengan zona hambat paling kuat pada konsentrasi tertinggi yaitu pada 30%.Formulasi ini berpotensi untuk dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai terapi topikal adjuvant untuk infeksi bakteri pada ulkus diabetik.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan formulasi gel ekstrak daun brotowali sebagai terapi ulkus diabetikum. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas gel ekstrak daun brotowali pada model hewan dengan ulkus diabetikum untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif mengenai efektivitas dan keamanan formulasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi formulasi gel dengan menambahkan bahan tambahan seperti humektan atau agen penambah penetrasi untuk meningkatkan hidrasi dan penyerapan obat ke dalam jaringan luka. Ketiga, studi toksisitas akut dan subkronis perlu dilakukan untuk memastikan keamanan formulasi gel ekstrak daun brotowali sebelum diaplikasikan pada manusia.

  1. Formulation and Antibacterial Activity Test of Ethanol Extract Gel of Tinospora cordifolia (Willd.) Miers... doi.org/10.36490/journal-jps.com.v9i1.1167Formulation and Antibacterial Activity Test of Ethanol Extract Gel of Tinospora cordifolia Willd Miers doi 10 36490 journal jps v9i1 1167
Read online
File size586.2 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test