USIUSI

Jurnal Regional PlanningJurnal Regional Planning

Seiring dengan penetapan Danau Toba menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) melalui Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020, Kabupaten Samosir mulai berbenah diri dengan mulainya pembangunan-pembangunan yang masif. Pesatnya perkembangan fisik kota memerlukan rencana dalam pengendalian dari berbagai aspek termasuk perencanaan infrastruktur kebakaran wilayah. Penanganan kebakaran di Kabupaten Samosir masih menghadapi berbagai kendala, diantaranya. terlambatnya informasi yang diterima pihak terkait pada saat kejadian kebakaran, jarak tempuh ke lokasi yang jauh, padatnya permukiman serta sistem operasional dan kelengkapan sarana prasarana pemadam kebakaran yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan sebaran sarana prasarana pemadam kebakaran yang dibutuhkan di Kabupaten Samosir. Data dianalisisn menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan spasial. Penentuan sarana dan prasarana menggunakan analisis spasial, menggunakan alat analisis arcgis teknik overlay dan buffering untuk mengidentifikasi hubungan antara suatu titik dengan area sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan penambahan sebanyak 11 pos sektor dan 5 pos pemadam kebakaran, dimana masing-masing pos sektor membutuhkan 2 unit kendaraan pemadam kebakaran dan setiap pos membutuhkan 1 unit kendaraan pemadam kebakaran kapasitas 4000 liter, dan setiap pos membutuhkan personil sebanyak 2 regu (12 orang) serta hydran sebanyak 181 unit.

Kebutuhan ideal jumlah sarana dan prasarana Pemadam Kebakaran di Kabupaten Samosir masih cukup banyak, yaitu 16 pos pemadam kebakaran, 29 mobil pemadam kebakaran, 194 personil pemdam kebakaran dan 181 hidran.

Mengingat tantangan dalam merealisasikan kebutuhan sarana dan prasarana pemadam kebakaran di Kabupaten Samosir akibat keterbatasan anggaran daerah, penelitian lanjutan dapat berfokus pada analisis mendalam mengenai model pembiayaan inovatif. Sebagai contoh, sebuah studi dapat mengeksplorasi kelayakan penerapan skema kerja sama pemerintah dan swasta (Public-Private Partnership) atau strategi pengajuan dana hibah dari lembaga nasional maupun internasional untuk pengadaan fasilitas dan pelatihan. Selain itu, mengingat kondisi geografis Kabupaten Samosir yang berbukit dan jalan yang berkelok-kelok, terdapat peluang untuk melakukan studi lebih lanjut mengenai optimalisasi penempatan pos pemadam kebakaran. Penelitian ini bisa menggunakan pemodelan spasial dinamis yang memperhitungkan data lalu lintas riil dan topografi detail untuk menguji dan menyempurnakan rekomendasi lokasi agar waktu respons dapat lebih akurat dan efisien, melampaui perhitungan kecepatan rata-rata teoritis. Aspek penting lainnya adalah keterlibatan masyarakat dan pemanfaatan teknologi. Sebuah studi dapat menginvestigasi efektivitas pengembangan program pencegahan kebakaran berbasis komunitas, termasuk edukasi warga dan pelatihan dasar pemadaman. Bersamaan dengan itu, penelitian dapat mengevaluasi potensi integrasi sistem peringatan dini berbasis teknologi, seperti sensor kebakaran pintar atau aplikasi pelaporan insiden oleh warga, guna mempercepat informasi yang diterima petugas pemadam. Pendekatan ini tidak hanya melengkapi infrastruktur fisik, tetapi juga memberdayakan masyarakat sebagai garis pertahanan pertama, yang pada akhirnya akan berkontribusi signifikan dalam menekan angka dan dampak kebakaran di seluruh wilayah Samosir, termasuk area yang saat ini masih sulit terjangkau.

Read online
File size241.84 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test