UNUTARAUNUTARA

BioadventureBioadventure

Masyarakat Suku Tengger masih menggunakan pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tumbuhan di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Tengger di kawasan tersebut sebagai tumbuhan obat. Data kualitatif diperoleh melalui survei dan wawancara dengan teknik purposive sampling di tiga desa, yaitu Ngadas, Ranu Pani, dan Cemoro Lawang, dari Februari hingga April 2019. Tumbuhan yang sering digunakan sebagai tumbuhan obat oleh masyarakat Suku Tengger adalah Foeniculum Vulgare (78,36%), Eupatorium inofolium (25,60%), Imperata cilyndrica (6,42%), dan Solanum betaceum (8,88%). Tumbuhan yang dikategorikan penting sering digunakan oleh masyarakat Suku Tengger sebagai obat, yaitu tumbuhan adas dengan nilai persentase ICS 78,36%.

Tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat oleh masyarakat Suku Tengger adalah Foeniculum vulgare, Eupatorium inofolium, Imperata cilyndrica, dan Solanum betaceum.Tumbuhan adas (Foeniculum vulgare) memiliki nilai ICS tertinggi, yaitu 78,36%.Nilai ICS juga dapat berubah seiring dengan perubahan pengetahuan dan budaya masyarakat.Data manfaat tumbuhan berguna dan nilai ICS dapat digunakan untuk konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Untuk melestarikan pengetahuan tradisional masyarakat Suku Tengger tentang tumbuhan obat, perlu dilakukan dokumentasi yang komprehensif tentang penggunaan tumbuhan obat oleh komunitas ini. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang cara-cara tradisional dalam meracik dan menggunakan tumbuhan obat, serta mengidentifikasi manfaat spesifik dari setiap tumbuhan. Dengan demikian, pengetahuan lokal ini dapat dilestarikan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Read online
File size339.67 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test