AKRABJUARAAKRABJUARA

Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu SosialAkrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial

Pendidikan Agama Islam sangat penting untuk anak karena dapat memberikan landasan moral dan etika yang kuat dalam kehidupan mereka. Pendidikan Agama Islam juga dapat membantu memahami nilai-nilai moral, seperti kejujuran, kesabaran, toleransi, dan rasa tanggung jawab. Ini dapat membentuk karakter anak agar menjadi individu yang berakhlak mulia dan menghormati orang lain. Peran keluarga dalam mendidik anak sangat penting karena orang tua merupakan guru pertama bagi anak yang mengajarkan tentang pendidikan agama Islam. Efektivitas pendidikan agama Islam dalam keluarga terhadap sikap beragama mahasiswa, merupakan perwujudan pengalaman terhadap agama yang menyangkut persoalan batin seseorang, karena sikap beragama pun tidak bisa dipisahkan dari ketaatan seseorang terhadap agamanya sendiri. Pembentukan sikap dan perubahan sikap dipengaruhi oleh dua faktor yaitu (1) Faktor internal, yaitu berupa kemampuan menyeleksi dan menganalisis pengaruh yang datang dari luar termasuk minat dan perhatian. Pada dasarnya manusia lahir dalam keadaan fitrah (potensi beragama), hanya faktor lingkungan (orang tua) yang mempengaruhi perkembangan fitrah beragama anak; (2) Faktor eksternal, berupa faktor diluar individu yaitu pengaruh lingkungan yang diterima. Faktor eksternal adalah manusia memiliki potensi dasar yang dapat dikembangkan sebagai mahkluk yang beragama. Potensi yang dimiliki manusia secara umum disebut fitrah yang beragama.

Penelitian tentang pengaruh pendidikan Agama Islam terhadap sikap beragama mahasiswa menunjukkan bahwa pendidikan Agama Islam sangat penting bagi perkembangan anak.Pendidikan Agama Islam dalam keluarga dapat membentuk fondasi keimanan, praktik ajaran agama, dan kemampuan mengelola stres sosial dan emosional.Peran orang tua sebagai teladan, dukungan emosional, dan penanaman nilai-nilai agama sejak dini berkontribusi pada pembentukan karakter dan sikap beragama yang kuat pada mahasiswa, yang pada gilirannya memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.Pendidikan Agama Islam dalam keluarga sangat bergantung pada peran orang tua sebagai pendidik pertama anak-anak mereka.Orang tua berfungsi tidak hanya sebagai guru agama, tetapi juga sebagai teladan dalam mempraktikkan ajaran Islam.Dengan pendekatan yang penuh kasih sayang, pengajaran nilai-nilai agama yang konsisten, dan menciptakan lingkungan Islami, orang tua dapat membantu anak-anak mereka tumbuh menjadi individu dengan sikap beragama yang kuat.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi bagaimana pengaruh media sosial dan teknologi terhadap perkembangan sikap beragama pada remaja, mengingat peran penting teknologi dalam kehidupan modern. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami lebih jauh bagaimana orang tua dari berbagai latar belakang sosial ekonomi menerapkan pendidikan agama dalam keluarga, serta tantangan dan strategi yang mereka hadapi. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan sikap beragama pada mahasiswa dari masa kanak-kanak hingga dewasa, guna mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi perubahan sikap beragama seiring waktu. Dengan menggabungkan temuan dari penelitian-penelitian ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana pendidikan agama dalam keluarga dapat dioptimalkan untuk membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Read online
File size135.05 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test