UNAIUNAI

11th International Scholars Conference11th International Scholars Conference

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apa yang sebenarnya diperintahkan Allah kepada bangsa Israel dalam Deuteronomium 14:22-29 mengenai persepuluhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dengan metode penelitian dokumenter, memanfaatkan sumber-sumber primer dan sekunder untuk menganalisis isu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis persepuluhan, yaitu persepuluhan pertama, persepuluhan kedua atau persepuluhan pesta, dan persepuluhan untuk kaum miskin. Persepuluhan yang dimaksud dalam Deuteronomium adalah persepuluhan kedua, dan minuman keras (shekar) dalam pasal ini merujuk pada anggur manis berkualitas tinggi, bukan minuman keras yang memabukkan. Kontribusi penelitian ini bagi Gereja Advent Hari Ketujuh adalah memberikan kejelasan bahwa persepuluhan kedua dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan Allah dan membantu sesama, serta menegaskan bahwa Allah tidak pernah mengizinkan umat-Nya untuk mengonsumsi minuman beralkohol.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam Alkitab terdapat tiga jenis persepuluhan.persepuluhan untuk Lewi, persepuluhan kedua untuk perayaan, dan persepuluhan tambahan setiap tiga tahun untuk amal.Persepuluhan kedua, yang digunakan untuk kesejahteraan umat dan Lewi, diperintahkan untuk dinikmati bersama-sama di tempat yang dipilih Allah.Penelitian ini juga menegaskan bahwa istilah minuman keras dalam Deuteronomium merujuk pada anggur manis berkualitas tinggi, bukan minuman beralkohol yang memabukkan, sehingga menegaskan larangan Allah terhadap konsumsi minuman beralkohol.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip persepuluhan kedua dapat diterapkan dalam konteks gereja modern, khususnya dalam mendukung pelayanan sosial dan misi. Kedua, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan praktik persepuluhan dalam berbagai tradisi keagamaan, guna memahami kesamaan dan perbedaan dalam pemahaman teologis dan implementasi praktisnya. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi jemaat dalam memberikan persepuluhan, serta faktor-faktor yang memengaruhi perilaku memberi mereka. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan pemahaman kita tentang persepuluhan dapat semakin mendalam dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih bermakna, sehingga gereja dapat menjadi agen perubahan yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan memajukan pekerjaan Allah.

Read online
File size209.94 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test