IAPAIAPA
Policy & Governance ReviewPolicy & Governance ReviewOksigen medis adalah obat penyelamat jiwa yang penting bagi perawatan kesehatan modern; namun, menjamin ketersediaannya tetap menjadi tantangan kebijakan kritis di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Kelemahan dalam produksi, distribusi, dan kesiapan seringkali berujung pada ketidaksetaraan dalam akses, sementara pandemi COVID-19 menunjukkan bagaimana kegagalan tata kelola dan logistik dapat dengan cepat berubah menjadi darurat nasional. Studi ini bertujuan untuk menilai kesiapan sistem oksigen di rumah sakit Indonesia dan menyoroti kesenjangan prioritas untuk reformasi. Survei lintas seksi dilakukan pada tahun 2022 di 96 rumah sakit di 18 distrik di lima provinsi. Menggunakan inventaris peralatan biomedis WHO-UNICEF untuk pengelolaan kasus COVID-19, tujuh domain kesiapan oksigen dievaluasi: sumber oksigen, distribusi, regulasi, pengiriman, pemantauan, pasokan daya, dan pemeliharaan. Temuan menunjukkan bahwa hanya 65% rumah sakit yang memiliki sistem oksigen lengkap, dengan kesiapan yang lebih baik di antara rumah sakit di Jawa, rumah sakit pemerintah, dan fasilitas kelas lebih tinggi (A dan B). Ketidaksetaraan signifikan tetap ada, terutama di antara rumah sakit rujukan di luar Jawa dan di antara rumah sakit kelas lebih rendah. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan manajemen oksigen secara eksplisit ke dalam kerangka reformasi dan tata kelola sistem kesehatan.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa banyak rumah sakit rujukan di Indonesia kekurangan sistem oksigen yang lengkap, dengan kesenjangan yang jelas di antara wilayah, kelas rumah sakit, dan kepemilikan.Ketersediaan peralatan oksigen yang tidak merata ini menunjukkan tantangan tata kelola yang kompleks, di mana peran otoritas nasional dan subnasional sangat penting dalam mengalokasikan sumber daya, menegakkan standar layanan, dan mengatur distribusi layanan.Studi ini menekankan kebutuhan akan reformasi kebijakan dan manajemen holistik untuk menjamin akses yang adil dan berkelanjutan terhadap oksigen.Temuan ini mendorong integrasi standar oksigen yang terstandar ke dalam mekanisme akreditasi rumah sakit, mekanisme pembiayaan kesehatan nasional, dan indikator kinerja subnasional untuk menginstitusionalisasikan kesetaraan dan ketahanan.Pada tingkat fasilitas, memperkuat pemeliharaan preventif, kapasitas teknik biomedis, dan sistem pemantauan real-time sangat penting untuk memastikan infrastruktur oksigen yang andal dan perawatan pasien yang andal.Bersama-sama, langkah-langkah ini akan mengubah intervensi jangka pendek yang didorong pandemi menjadi kemampuan sistem jangka panjang.
Untuk mengatasi kesenjangan dan ketidaksetaraan dalam kesiapan sistem oksigen di Indonesia, diperlukan pendekatan yang komprehensif. Pertama, perlu ada upaya untuk mengintegrasikan standar oksigen ke dalam kerangka tata kelola kesehatan nasional. Ini dapat mencakup pengembangan kebijakan yang jelas tentang oksigen sebagai komoditas vital dengan standar dan pembiayaan yang jelas. Selain itu, penting untuk mendorong produksi terdesentralisasi melalui tanaman PSA dan fasilitas oksigen cair, serta mengintegrasikan alokasi berbasis kesetaraan ke dalam mekanisme akreditasi dan pembiayaan. Di tingkat provinsi, penting untuk mendirikan pusat pemeliharaan yang didukung oleh insinyur biomedis terlatih. Di tingkat fasilitas, struktur tata kelola harus memastikan integrasi lintas departemen manajemen oksigen, jadwal pemeliharaan preventif, dan pelatihan berkelanjutan bagi personel klinis dan teknis. Dengan mengadopsi model komposit yang selaras dengan pedoman WHO-UNICEF, rumah sakit dapat meningkatkan kesiapan peralatan, penggunaan, dan kesiapan klinis. Secara keseluruhan, langkah-langkah ini akan mengubah intervensi yang didorong pandemi menjadi kemampuan sistem yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan ekosistem kesehatan Indonesia.
- DOI Name 10.1007 Values. name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace... doi.org/10.1007DOI Name 10 1007 Values name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin namespace doi 10 1007
- Health system governance following devolution: comparing experiences of decentralisation in Kenya and... doi.org/10.1136/bmjgh-2018-000939Health system governance following devolution comparing experiences of decentralisation in Kenya and doi 10 1136 bmjgh 2018 000939
- DOI Name 10.20473 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc universitas airlangga... doi.org/10.20473DOI Name 10 20473 Values name values index type timestamp data serv crossref desc universitas airlangga doi 10 20473
| File size | 1.14 MB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKBARSTIKBAR The Sragen Technopark experience demonstrates the potential of web-based Health Center Information Systems (SIMPUS) for data interoperability and improvedThe Sragen Technopark experience demonstrates the potential of web-based Health Center Information Systems (SIMPUS) for data interoperability and improved
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Pendekatan bertahap, edukasi internal, dan bantuan teknis terbukti efektif dalam memfasilitasi transisi digital. Kesimpulan menunjukkan bahwa EMR memainkanPendekatan bertahap, edukasi internal, dan bantuan teknis terbukti efektif dalam memfasilitasi transisi digital. Kesimpulan menunjukkan bahwa EMR memainkan
UMPUMP Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan koordinasi layanan kesehatan. Sebagai komponenImplementasi Rekam Medis Elektronik (RME) memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan koordinasi layanan kesehatan. Sebagai komponen
UNDANAUNDANA Meskipun sprint awal mengalami keterlambatan, perbaikan pada Sprint 3 memungkinkan seluruh tugas yang direncanakan dapat diselesaikan pada Sprint 4. AnalisisMeskipun sprint awal mengalami keterlambatan, perbaikan pada Sprint 3 memungkinkan seluruh tugas yang direncanakan dapat diselesaikan pada Sprint 4. Analisis
YANAYANA Tujuan program melampaui pencapaian hafalan kuantitatif, menekankan internalisasi nilai religius, penguatan karakter Islam, dan peningkatan kepercayaanTujuan program melampaui pencapaian hafalan kuantitatif, menekankan internalisasi nilai religius, penguatan karakter Islam, dan peningkatan kepercayaan
TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA Per‑24/PB/2018, serta menguji signifikansi perbedaan dengan uji normalitas Kolmogorov‑Smirnov dan Paired Sample T‑Test pada SPSS versi 30. HasilPer‑24/PB/2018, serta menguji signifikansi perbedaan dengan uji normalitas Kolmogorov‑Smirnov dan Paired Sample T‑Test pada SPSS versi 30. Hasil
IRPIIRPI Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi sistem tersebut menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ) dengan kebaruan pada penerapan evaluasiPenelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi sistem tersebut menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ) dengan kebaruan pada penerapan evaluasi
ILOMATAILOMATA Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan rumah sakit di Jakarta sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19 menggunakan rasio keuangan,Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan rumah sakit di Jakarta sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19 menggunakan rasio keuangan,
Useful /
STIKBARSTIKBAR Double burden of malnutrition (DBM) is a growing concern, which refers to the coexistence of undernutrition and overnutrition within the same population.Double burden of malnutrition (DBM) is a growing concern, which refers to the coexistence of undernutrition and overnutrition within the same population.
STIKBARSTIKBAR Tujuan: Mengetahui perbedaan karakteristik sosiodemografi ibu dengan kelahiran prematur spontan di delapan rumah sakit di Jawa Timur, Indonesia. Metode:Tujuan: Mengetahui perbedaan karakteristik sosiodemografi ibu dengan kelahiran prematur spontan di delapan rumah sakit di Jawa Timur, Indonesia. Metode:
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Kemudian untuk rekomendasi perbaikan yang dituliskan merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan di kemudian hari seperti meningkatkan perluasan jejaringKemudian untuk rekomendasi perbaikan yang dituliskan merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan di kemudian hari seperti meningkatkan perluasan jejaring
UINSIUINSI Namun, dalam praktiknya, beberapa hakim PA kini mulai membuat hukum, menggunakan KHI dan KHES, serta mengutip fiqh klasik untuk memutus perkara. PerubahanNamun, dalam praktiknya, beberapa hakim PA kini mulai membuat hukum, menggunakan KHI dan KHES, serta mengutip fiqh klasik untuk memutus perkara. Perubahan