UM SURABAYAUM SURABAYA

Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraStilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang deiksis sosial dan deiksis persona yang terdapat dalam slogan Persebaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian menggunakan slogan Persebaya yang ditulis di spanduk. Teknik pengumpulan data dengan studi observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua deiksis, yaitu deiksis sosial dan deiksis persona. Deiksis sosial yang muncul dalam slogan Persebaya seperti kata jancok, cok, bangsat, mafia, dan fuck. Kata-kata tersebut sangat populer di Surabaya, tetapi kata-kata itu tidak sopan untuk diungkapkan dan dipublikasikan karena memiliki makna yang sangat kasar. Deiksis persona yang terdapat pada slogan Persebaya adalah deiksis persona pertama, kedua, dan ketiga. Contoh deiksis tersebut adalah kata kami, kalian, kamu, ku, mereka, kau, mu. Para suporter Persebaya masih menggunakan kata-kata yang baik untuk diungkapkan dan dipublikasikan karena kata-kata tersebut masih menghormati seseorang yang dituju.

Penelitian ini menunjukkan adanya dua jenis deiksis dalam slogan Persebaya, yaitu deiksis sosial dan deiksis persona.Deiksis sosial yang muncul seringkali berupa kata-kata kasar yang populer di Surabaya, namun tidak pantas dipublikasikan.Sementara itu, deiksis persona digunakan untuk merujuk pada pihak-pihak yang terlibat, seperti suporter Persebaya dan PSSI, dengan tetap memperhatikan kesopanan.Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana bahasa digunakan dalam ekspresi dukungan dan protes oleh suporter sepak bola.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menganalisis perbandingan penggunaan deiksis dalam slogan Persebaya di berbagai daerah, untuk mengetahui variasi linguistik dan ekspresi emosi yang berbeda. Selain itu, studi mendalam mengenai dampak penggunaan kata-kata kasar dalam slogan terhadap citra Persebaya dan hubungan dengan pihak lain, seperti PSSI dan suporter tim lain, perlu dilakukan. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada analisis wacana visual pada spanduk Persebaya, menggabungkan aspek linguistik dengan elemen visual untuk memahami pesan yang lebih komprehensif yang ingin disampaikan oleh para suporter. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena bahasa dalam konteks sosial dan budaya sepak bola di Indonesia, serta implikasinya terhadap komunikasi dan interaksi antar kelompok masyarakat.

Read online
File size67.51 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test